yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Puluhan Ribu Batang Sawit Dibabat Habis : BBTNGL Pulihkan Fungsi Kawasan Hutan Yang Dirambah Masyarakat
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Pohon sawit yang ditumbangi oleh BBNTGL SEI LEPAN. Metro Langkat Balai Besar Taman Nasional  Gunung Leuser (BBTNGL) bekerjasama deng...

Pohon sawit yang ditumbangi oleh BBNTGL
SEI LEPAN. Metro Langkat

Balai Besar Taman Nasional  Gunung Leuser (BBTNGL) bekerjasama dengan Balai Pengamanan  dan Penegakan Hukum (BPPH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera, menggelar operasi pemulihan kawasan yang beralih fungsi. Diantaranya membabat habis puluhan ribu tanaman sawit milik warga yang dikuasai secara illegal. 

Operasi pemulihan tersebut dilaksanakan di blok hutan Sei Serdang Resort Cinta Raja, Desa Mekar Makmur, Kecamatan  Sei Lepan, Kabupaten Langkat. Sumatera Utara. Kawasan hutan TNGL yang beralih fungsi mencapai 75 hektare menjadi perkebunan sawit, karet dan kakao. 

Demikian disampaikan Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser Ir. Misran, MM Sabtu (25/2) saat meninjau langsung operasi pemulihan lahan. Suasana pada saat pembabatan pohon sawit dilakukan dengan menggunakan gergaji mesin terdengar riuh dengan raungan suara mesin. 

Satu persatu pohon sait yang rata berusia diatas lima tahu tampak roboh. Sebagian pohon yang sudah ditumbang ini bahkan sudah berbuah sawit. Setelah ilahan tersebut kembali ditanami dengan pohon jenis meranti, durian dan sebagainya. 

Jalannya operasipemulihan tersebut berjalanlancar tanpa ada gangguan, baik dari  warga pemilik lahan maupin dari pihak lainnya.

Balai Besar TNGL telah melakukan upaya-upaya preventif dengan melakukan sosialisasi dan pendekatan secara persuasive kepada masyarakat perambah sehingga sampai saat ini sudah 18 orang yang dengan sadar dan sukarela menyerahkan areal perkebunan untuk dikembalikan fungsinya menjadi hutan kembali.

“Kami sudah melakukan sosialisasi dan pendekatan secara persuasive kepada masyarakat perambah, sehingga mereka sadar dan mengembalikan lahan seluas 75 hektare tersebut untuk dihutankan kembali, saya juga mengapresiasi masyarakat yang sudah mengembalikan lahan secara sukarela untuk dihutankan kembali” kata Misran .

Lebih lanjut Misran mengatakan kegiatan ini terselenggara atas kerjasama BBTNGL, Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (BPPH) LHK Wilayah I Sumatera, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Wampu Sei Ular. Kodim 0203/Langkat, Polres Langkat, yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Center (YOSL-OIC) dan masyarakat.

“Upaya pemulihan fungsi kawasan dengan restorasi juga mendapat dukungan dari pemerintah desa. Kegiatan restorasi terdiri dari penyediaan bibit, pelaksanaan penanaman dan pemeliharaan. Tanaman yang akan ditanam adalah tanaman ekologis dan tanaman kehidupan,” urai Misran.

Tanaman ekologis lanjut Misran merupakan tanaman kehidupan yang dapat menjaga fungsi-fungsi ekologis kawasan. Sedangkan tanaman kehidupan merupakan tanaman kehutanan untuk tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat bermanfaat bagi masyarakat dalam ketahanan pangan (food security) seperti durian.

Sementara itu Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (BPPH) KLHK wilayah Sumatera, Ir. Halasan Tulus juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat yang sudah secara sukarela mengambalikan areal yang termasuk dalam kawasan TNGL yang selama ini sudah beralih fungsi.

Untuk kedepannya kita ingin membangun koneksi yang lebih dalam kepada masyarakat dalam hal pemberdayaan maupun pengawasan agar tidak terjadi lagi perambahan.

“Saya mengapresiasi masyarakat yang telah sukarela mengambalikan ekosistem TNGL sebagai fungsi hutan taman nasional sebagai warisan dunia,” ujar Tulus.

Pantauan dilapangan petugas sudah merobohkan semua jenis tanaman yang ada di lahan seluas 75 hektare tersebut menggunakan gergaji mesin. Dan juga melakukan restorasi dengan menanam pohon.

Data yang didapat bahwa kawasan hutan TNGL di Sumatera Utara seluas 203.669 hektare, sementara  di Kabupaten Langkat yang dirambah sedikitnya 10.000 hektare yang belum direstorasi, dan pada tahun ini diupayakan akan kembali dihutankan

Sementara itu Kepala Dusun Panca Sila Desa Mekar Makmur Robenta Sitepu mengakui bahwa perambah hutan TNGL tidak semua warga Desa Mekar Makmur, dan para perambah sudah menyerahkan sebagian areal yang termasuk ke kawasan TNGL.

"Tidak semua yang digarap warga itu masuk kawasan TNGL, kalau yang termasuk kawasan sudah mereka kembalikan," pungkas Robenta

Diharapkan dengan melibatkan partisipasi mitra, pemerintah desa dan masyarakat sekitar, pemulihan fungsi kawasan dapat berhasil mengembalikan ekosistem hutan serta terwujudnya hutan lestari masyarakat sejahtera dan berkeadilan. (lim)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top