yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Pelaku Cabul Bebas Keliaran, Kapolres Langkat Dinilai Gagal Tegakkan UU Perlindungan Anak
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
BRANDAN - News Metro Langkat Mangiring Manurung  Kasus pencabulan menimpa pelajar kelas II Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecam...


BRANDAN - News Metro Langkat
Mangiring Manurung 

Kasus pencabulan menimpa pelajar kelas II Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Babalan, sebut namanya Bunga (14),sampai saat ini masih kabur. Polisi belum bertindak apapun karena berdalih belum menerima laporan dari korban.

Pelaku adalah, Mangiring Manurung (45) warga Dusun Sendayan, Desa Sendayan, Kec Babalan, Kab Langkat, merupakan tetangganya.

Kasus ini mendapat perhatian dari masyarakat dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kab Langkat.

Pasalnya, pelaku tergolong orang berpendidikan tinggi itu, telah melakukan perdamean dengan pihak keluarga korban (opung-red).

"Kedua orangtua kandung korban, (ibu-bapak-red) tidak tahu dimana rimbanya, dikarena orangtuanya telah berpisah (cerai-red)," kata ketua KPAID Langkat, Enis Safrin Adlin ketika dikonfirmasi, Sabtu (4/2).

Lanjut Enis Safrin Adlin, kita minta kepada Kapolres Langkat AKBP Mulya Hakim Solichin, SIK untuk dapat menindaklanjuti kasusnya.

Perbuatan asusila ini dilakukan pelaku terhadap anak masih dibawah umur apalagi korban berstatus masih pelajar duduk dibangku kelas II Sekolah Menengah Pertama.

Adanya korban, ‎maka kasus ini harus mendapat respon tegas dari institusi kepolisian untuk menindaknya.

Mangiring Manurung tak pantas menghirup udara segar diluar, karena pelaku murni telah melanggar UU Nomor (35) tahun 2014 tentang perlindungan anak.

"Pelaku dapat dikenakan dengan pasal (81) dan (82) dan dapat diancaman 15 tahun kurungan penjara," ungkap Enis Safrin Adlin.

Dia menambahkan, detik ini, Mangiring Manurung pelaku cabul tidak mendapat sentuhan dari hukum dan kini bebas berkeliaran.

Sementara, dari perbuatan pria yang memiliki istri dan anak tersebut, kini masa depan korban pelajar SMP tersebut telah hilang.

"Kapolres Langkat AKBP Mulya Hakim Solichin, SIK, gagal menegakan Undang Undang (UU) Perlindungan Anak, nomor (35) tahun 2014," kata Enis Safrin Adlin, dikonfirmasi melalui selularnya, Sabtu (4/2). 

Terpisah Mangiring Manurung saat dikonfirmasi melalui selularnya perihal tudingan dirinya telah melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur mengatakan, kejadian itu tidak benar.

Namun, lanjut ia, bahwa perbuatan itu tidak ada hanya sebatas pesan singkat SMS, dan ditindaklanjuti oleh pihak keluarganya korban.

"Itu tidak ada, namun antara kedua belah pihak telah sepakat melakukan perdamean," kata Mangiring Manurung melalui Sahur Manurung mengaku abang kandungnya, diseberang ponsel selularnya, Sabtu (4/2). Sedangkan Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Dedy saat ditanya perihal kejadian ini mengaku belum mengetahuinya. Hal itu menyusul belum adanya laporan yang diterima pihaknya.( jp)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top