yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Pasca Bentrok Dilahan Garapan : Walikota Binjai H.M Idaham : Masyrakat Diminta Jangan Mudah Terprovokasi
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Binjai- News Metro Langkat Walikota Binjai H.M Idaham Masyarakat diminta menahan diri dan tidak mudah terprovokasi, pasca bentrok dua ...

Binjai- News Metro Langkat
Walikota Binjai H.M Idaham

Masyarakat diminta menahan diri dan tidak mudah terprovokasi, pasca bentrok dua kelompok petani penggarap di Lahan Eks HGU PTPN II Sei Semayang, Jalan TPA, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Senin (06/02).

"Saya tentunya meminta masyarakat agar menahan diri, sampai pemerintah memberikan keputusan pasti tentang status lahan terkait," seru Walikota Binjai, HM Idaham, kepada wartawan, Selasa Siang (07/02).
Lebih jauh Walikota mengakui, Pemerintah Kota Binjai masih terus berusaha membebaskan lahan eks HGU PTPN II Sei Semayang seluas 132 hektar, untuk digunakan sebagai kawasan industri dan techno park.

Apalagi menurutnya, lahan eks HGU PTPN II Sei Semayang saat ini masih berstatus quo, baik secara de facto maupun yuridis. Sehingga Pemerintah Kota Binjai memiliki hak menguasai lahan tersebut, hingga status penguasaannya jelas.

"Andai kata lahan tersebut bisa digunakan, maka saya meminta masyarakat agar mengutamakan rasa kebersamaan. Artinya, marilah berbagi, serta jauhkan diri dari unsur provokasi dan pertikaian," ujar Walikota
 Bentrok diareal lahan garapan Exs Hak Guna Usaha (HGU) PTPN-II Kebun Sei Semayang, kembali terjadi. Kali ini bentrok terjadi di Jalan TPA, Lingkungan VII, Kelurahan Mencirim, Kecamatam Binjai Timur, Senin (06/02) pagi.

Beruntung kejadian itu tidak sampai memicu korban jiwa maupun luka, setelah pihak kepolisian segera tiba melakukan langkah pengamanan. Meskipun demikian, tiga sepedamotor dan sejumlah tanaman yang dibudidayakan di lahan tersebut, menjadi sasaran perusakan kedua kelompok petani penggarap.

Kapolres Binjai, AKBP Mohamad Rendra Salipu, saat diwawancara wartawan melalui Kapolsek Binjai Timur, AKP Ngemat Surbakti, mengatakan, keributan itu diduga dipicu penguasaan lahan secara sepihak oleh salah satu kelompok penggarap.

"Menurut informasi yang kita terima, awalnya salah satu kelompok penggarap tiba-tiba datang mengendarai mobil, lalu menyerobot lahan garapan kelompok lain, sehingga terjadi bentrok," terangnya.

"Beruntung kita segera datang ke lokasi. Sehingga kemungkinan keributan berlanjut, serta adanya korban jiwa maupun luka dari kedua kelompok, bisa terhindarkan," ujar Kapolsek.

Pasca kejadian itu ditangani pihak kepolisian, sejumlah orang diduga sebagai provokator terpaksa diamankan, berikut barang bukti tiga sepedamotor rusak rusak, sebuah arit, dan satu unit truk bermuatan pasir.
Demi mengantisipasi bentrokan berlanjut, puluhan personel kepolisian dari Polres Binjai, dibantu para prajurit TNI dari Kodim 0203/Langkat, masih disiagakan di tempat itu.

Turut hadir melakukan mediasi, Kabag Ops Polres Binjai, Kompol Jenda Kita Sitepu, Kaur Binops Satreskrim, Iptu Abed Nebo Simanungkalit, Camat Binjai Timur, Hardiansyah Putra Pohan, Lurah Mencirim, Arvintona, dan Danramil 17/Binjai Timur, Kapten Inf Ahmad Yani Lubis.

Aksi penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang ingin menduduki lahan Exs HGU ini bukan kali pertama terjadi. Beberapa waktu lalu sekelompok pria bersebo juga menyerang dan melakukan pembantaian terhadap warga masyarakat.

Bahkan dengan sadisnya belasan orang tak dikenal (OTK) bersebo menggunakan kelewang tersebut melukai ketua kelompok Anugrah Jaya Syamsul Bahri dan tiga kerabatnya. Masyarakat dan keluarga yang menjadi korban pembantaian tersebut berharap, agar polisi bekerja keras dan mendesak agar polisi dengan segera menangkap pelaku pembantaian yang membabi buta tersebut.

Sayangnya hampir dua tahun kasus tersebut berjalan, pihak Polres Binjai belum mampu mengamankan satu orang tersangkapun.  Padahal keluarga korban sudah membuat laporan ke Mapolres Binjai atas kasus tersebut. "Kami sudah membuat laporan atas kasus yang menimpa orang tua saya. Adik saya yang menjadi saksi mata juga sudah diperiksa dan dimintai keterangannya oleh polisi," Ujar Hamdani yang orang tuanya menjadi korban penyerangan kelompok Bersebo tersebut.

Ia juga mengatakan, saat ini orang tunya tersebut telahpun berpulang kerahmatulah. Dari mulai sehat, sampai meningal orang tuaku, tapi pelaku yang menyerangnya waktu itu belum juga diamankan Polisi, ya mudah-mudahan Polisi tidak lupa dengan kasus tersebut.” Lirih Hamdani.

Untuk diketahui kasus pembantaian berdarah yang terjadi di Jalan Bangau lingkungan IX , Kelurahan Mencirim, Binjai Timur terjadi dua tahun silam tepatnya April 2015 lalu. Adapun yang menjadi korban pembantaian adalah, Syamsul Bahri (48), Abdul Rahman (55), Jaimin (53)  dan Syahminan (52).(mail)

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top