yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Jenazah Korban Kapal Tenggelam Ditemukan
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Add caption Pengkalan Susu- News Metro Langkat.com Setelah upaya pencarian korban perahu tenggelam dilakukan selama dua hari, akhirnya k...
Add caption




Pengkalan Susu- News Metro Langkat.com

Setelah upaya pencarian korban perahu tenggelam dilakukan selama dua hari, akhirnya korban yang hilang, Riski Ramadan, berhasil ditemukan oleh Tim Pencari daqlam keadaan sudah tidak bernyawa, Minggu sore sekira pukul 06.20 WIB, tidak jauh dari lokasi karamnya perahu yanjg ditumpangi. 

Pihak Tim pencari yangb terdiori gabungan anggota Kamla,Airud, warga, dan teman-teman korban tanpa kenal lelah terus berusaha mencari dimana gerangan keberadaan korban yang hilang digulung ombak saat perahu yang ditumpanginya bersama temannya Fami Aldi, 14 tahun, dan M Arif Al Munawar, karam diperairan sekitar Besitang dan Kebun Ubi, tepat nya di Kuala Paloh Beras Basah, Sabtu, 25/02).



Sebelumnya korban Riski Ramadan dan dua temannya ini pergi mencari pucuk nipah di salah satu pulau di seberang laut yang bisa ditempuh dalam waktu satu jam. Malang, saat kembali ke rumah, perahu yang sudah dimuat sarat dengan pucuk nipah tersebut, karam hingga Riski Ramadan tenggelam dan hilang digulung ombak.

Setelah menemukan jenazah Riski Ramadan, Tim Pencari segera mengontak para kerabat dan keluarga korban yang tinggal di Kelurahan Bukit Jengkol Pangkalan Susu. Mendengar informasi ini serentak keluarga korban dan warga sekitarnya bergegas untuk mempersiapkan kedatangan jenazah yang sudah dalam perjalanan pulang ke rumahnya.

Setibanya jenazah di rumah duka, segenap keluarga korban, saudara-saudara, teman dekat dan para tetangga menyambutnya dengan rasa haru dan isak tangis. Ayah dan ibu almarhum terlihat sangat berduka dan terus mengalirkajn air mata saat mendapimpingi jenazah anaknya yang tengah disemayamkan di rumah mereka.

Sulit membayangkan bagaimana kesdihan yang dialami keluarga dan ratusan pelayat yang hadir saat itu. Para temannya mengatakan sangat kehilangan dengan kepergian almarhum yang selama hidupnya bergaul cukup baik, tidak pernah menyakiti hati teman apa lagi pada orang-orang tua di kampungnya.

Yang paling terkesaan bagi mereka adalah sikap kemandirian yamng diperlihatkan oleh almarhum. Di usianya yang masih belia, dia lebih banyak mencoba berusaha apa saja asal halal untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ia takl mau menambah susah beban kelurganya.

Makanya, tyidak hanya para teman seusianya, para pelayat yang hadir saat itu terlihat mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat yang mulia di sisik Alllah. “Namanya orang tua pastilah sedih kehilangan anaknya. Namun Allah lebih sayang pada almarhum,” ujar salah seorang tetangga korban.

Sebagian warga berharap agar kejadian ini bisa dijadikan pelajaran berharga bagi para anak muda atau kalangan remaja. Yakni agar tidak mudah melakukan tindakan yang pada akhirnya bisa menimbulkan musibah. (Surya)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top