yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Terkait Oknum Polantas Bogem Anak SD Hingga Berdarah- Darah : Kapolres Langkat Bilang Itu Tak Sengaja
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Kapolres Langkat AKBP Mulya H Solichin Langkat- News Metro Langkat Kapolres Langkat AKBP Mul...

Kapolres Langkat AKBP Mulya H Solichin

Langkat- News Metro Langkat

Kapolres Langkat AKBP Mulya Hakim Solichin Sik mengatakan kalau insiden yang menimpa Deni (9) pelajar Kelas- 3 Sekolah Dasar ( SD) yang menjalani perawatan medis di RS Insani- Stabat karena menderita luka dibagian mata dan wajahnya setelah dihantam tangan petugas Satuan lalu lintas, Sabtu (21/1) kemarin merupakan ketidak sengajaan.

Hal tersebut dikatakan orang nomor satu dijajaran Kepolisian Resort Langkat tersebut melalui balasan Konfirmasi Whats App yang dilayangkan Metro Langkat kemarin. Terima kasih infonya sedang kami dalami terkait dgn kebenarannya mengingat sementara keterangan yang kami peroleh bahwa petugas berusaha utk menghentikan dgn isyarat tangan kepada pengendara yang melanggar dengan tidak menggunakan helm.

Namun pelanggar tsb menerobos isyarat tangan dari petugas tsb dengan mengelak sedangkan yg dibonceng tdk sempat mengelak sehingga tidak sengaja mengenai tangan petugas tsb, namun demikian tetap akan kami dalami sesuai dengan prosedur.” Ujar mantan penyidik KPK ini memberikan keterangan.

Untuk diketahui pembaca,peristiwa yang seharusnya tak terjadi ini berawal dari kepergiain
Sapariana (44) ibu Deni yang tinggal di Dusun 1 Simpang Sosial, Desa Batu Melenggang, Kecamatan Hijau, Kabupaten Langkat untuk menjenguk kerabatnya yang lagi sakit di Binjai.


Katanya, Sabtu (21/1) sekitar pukul 12.30 wib, ia bersama anak- anaknya berniat membesuk kerabatnya yang sakit disalah satu rumah sakit di Kota Binjai. Waktu itu Sapariana menumpang becak bermotor bersama anak perempuan nya.

Sedangkan Deni naik sepeda motor dengan abang iparnya bernama Prima (24). Prima menantu saya sepeda motor berboncengan sama Deni,” ujar Sapriana. Melintasi Mapolres Langkat, Sapriana tak melihat anak dan menantunya tadi.

“ Kami menunggu lewat Polres, kok mereka ( Deni dan Prima-red) ngak datang- datang,” katanya. Tak berselang lama, Deni dan Prima muncul. Tapi Sapriana melihat wajah Deni tak seperti layaknya. Darah segar mengalir dari wajah anak itu. Bola matanya juga membengkak.

Spontan Sapriana teriak karena kaget dan menanyakan kepada korban kenapa matanya mengeluarkan darah dan bengkak. Korban yang merintih kesakitan tampak pucat, seorang laki- laki padah baya yang mengantarkan anak ini mengatakan kalau korban telah dipukul oknum petugas.

Khawatir terjadi sesuatu, Sapriana langsung melarikan anaknya ke RS Insani Stabat untuk diberikan pengobatan. Beberapa orang petugas lalu lintas terlihat disitu meminta korban ( Sapriana) tidak ribut.

“ Ibuk jangan ribut kali, jangan buat malu kami, kata seorang petugas yang di bajunya tertulis Adi Sucipto Saragih. Pak polisi itu bilang sama saya jangan ribut kali, saya sempat tanya juga sama mereka siapa yang menganiaya anak saya ini,tapi mereka diam saja,” Ujar  Sapriana.

Setelah bermusyawarah dengan keluarga, Sapriana akhirnya memilih melaporkan kasus ini ke Polres Langkat dengan harapan kasusnya diproses sebagaimana mestinya dan oknum petugas yang menganiaya anaknya diberikan sangsi hukum yang tegas.( Red)

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top