yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Oknum Satlantas Polres Langkat Bogem Anak SD Hingga Berdarah- Darah
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Ilustrasi Langkat- News Metro Langkat Sikap tak terpuji diperlihatkan oknum satuan la...

Ilustrasi


Langkat- News Metro Langkat

Sikap tak terpuji diperlihatkan oknum satuan lalu lintas ( Satlantas) Polres Langkat. Hanya gara- gara tak mengenakan helm saat mengendarai sepeda motor, Deni pelajar kelas 3 SD harus dilarikan kerumah sakit Insani Stabat untuk diberikan pengobatan.

Wajah bocah tak berdosa ini berlumur darah dan matanya bengkak setelah bogem mentah oknum petugas tadi bersarang telak diwajahnya. Akibat pukulan keras tersebut, Deni merasakan pusing dibagian kepala dan mendenyut pada bagian matanya.

Tak terima atas perlakuan si oknum tadi, orang tua Deni berniat melaporkan kasus ini secara hukum. Sapariana (44) ibu Deni yang tinggal di Dusun 1 Simpang Sosial, Desa Batu Melenggang, Kecamatan Hijau, Kabupaten Langkat ini kepada News Metro Langkat menceritakan kronologis yang dialami anaknya.

Katanya, Sabtu (21/1) sekitar pukul 12.30 wib, ia bersama anak- anaknya berniat membesuk kerabatnya yang sakit disalah satu rumah sakit di Kota Binjai. Waktu itu Sapariana menumpang becak bermotor bersama anak perempuan nya.

Sedangkan Deni naik sepeda motor dengan abang iparnya bernama Prima (24). Prima menantu saya sepeda motor berboncengan sama Deni,” ujar Sapriana. Melintasi Mapolres Langkat, Sapriana tak melihat anak dan menantunya tadi.

“ Kami menunggu lewat Polres, kok mereka ( Deni dan Prima-red) ngak datang- datang,” katanya. Tak berselang lama, Deni dan Prima muncul. Tapi Sapriana melihat wajah Deni tak seperti layaknya. Darah segar mengalir dari wajah anak itu. Bola matanya juga membengkak.

Spontan Sapriana teriak karena kaget dan menanyakan kepada korban kenapa matanya mengeluarkan darah dan bengkak. Korban yang merintih kesakitan tampak pucat, seorang laki- laki padah baya yang mengantarkan anak ini mengatakan kalau korban telah dipukul oknum petugas.

Khawatir terjadi sesuatu, Sapriana langsung melarikan anaknya ke RS Insani Stabat untuk diberikan pengobatan. Beberapa orang petugas lalu lintas terlihat disitu meminta korban ( Sapriana) tidak ribut.  

“ Ibuk jangan ribut kali, jangan buat malu kami, kata seorang petugas yang di bajunya tertulis Adi Sucipto Saragih. Pak polisi itu bilang sama saya jangan ribut kali, saya sempat tanya juga sama mereka siapa yang menganiaya anak saya ini,tapi mereka diam saja,” Ujar  Sapriana.

Setelah bermusyawarah dengan keluarga, Sapriana akhirnya memilih melaporkan kasus ini ke Polres Langkat dengan harapan kasusnya diproses sebagaimana mestinya dan oknum petugas yang menganiaya anaknya diberikan sangsi hukum yang tegas.( yg)



About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top