yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Ngaku Aparat Rampas Grand Max Warga, Debt Colector Di Polisikan Beru Ginting
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Sapri alias Amat sopir mobil grand Max yang dirampas debt colector Stabat- News Metro Langkat Bermodal tampang seram dan berlagak ap...
Sapri alias Amat sopir mobil grand Max yang dirampas debt colector


Stabat- News Metro Langkat

Bermodal tampang seram dan berlagak aparat, tiga orang pria berbadan tegab merampas satu unit mobil milik warga. Aksi bak perampok yang dilakukan ketiga pelaku tersebut dialami Sapri alias Amat (37).

Waktu itu, Amat  yang menetap di Jln Perniagaan, Desa Stabat Baru, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, bersama temannya Gempar pergi untuk mengangkat kayu bakar dikawasan Afd IX Gohor Lama, Kecamatan Wampu- Kab Langkat. Waktu itu hari Senin (16/1) sekitar pukul 13.30 Wib, “ ujar Sapri ketika mengadukan apa yang dialami ke Metro Langkat, Kamis (19/1) siang.

Nah,sambung Amat lagi, ketika mobilnya masuk dikawasan tersebut, tiba-tiiba dari arah belakang datang sebuah mobil toyota Avanza bernomor Polisi BK 1404 QU warna hitam yang ditumpangi tiga orang pria.Tak disangka oleh Sapri, mobil yang dikendarainya langsung dipepet oleh mobil tersebut. Dengan penuh keheranan, Sapri lalu memberhentikan mobilnya dibahu jalan. Belum lagi hilang rasa penasarannya, ketika pria dimobil itupun turun dan langsung menarik tangan Sapri.


Kepada Amat  salah seorang dari pelaku ini mengatakan untuk tidak melawan. “ Kau jangan melawan, kami ini petugas, katanya. Amat  yang merasa tidak ada masalah dengan aparat hanya bisa diam saja ketika mobil Grand Max jenis pic up BK 8649 PJ warna hitam tersebut dirampas pelaku.

Kami ini petugas debt colector, mobil ini sudah lima bulan tidak dibayar,” kata mereka seraya menjepit Amat ditengah. Mereka langsung menguasai kunci kontak mobil dan menjepitku ditengah. Kemudian mereka membawa mobil kedaerah hamparan Perak, Klambir Lima- Medan. Waktu itu aku duduk ditengah, sedangkan kiri kananku dijepit mereka.

Setibanya disana, mereka menurunkan aku ditengah jalan, sementara mobil yang dibawanya katanya dimasukkan kedalam gudang.” Ujar Sapri. Menurut Amati, ketiga pelaku tersebut dua diantaranya diketahui bernama Ramos Hutahuruk dan Roni. Sekembalinya dari sana, Sapri langsung melaporkan apa yang dialaminya kepada sang pemilik mobil Dina Beru Ginting (65) warga Jln Perniagaan, Desa Stabat Baru, Kecamatan Stabat.

Mendengar kabar mobilnya dirampas seenaknya, Dina Beru Ginting jadi naik pitam. Sebagai warga negara yang baik, Beru Ginting lalu mendatangi Polres Langkat guna melaporkan kejadian ini. Kepada petugas, Beru Ginting menceritakan soal keberatanya perihal mobilnya yang dirampas.

Selanjutnya oleh petugas, laporan pengaduan ibu inipun diterima dengan bukti surat laporan pengaduan (STLP) Nomor : STPL/47/1/2017/SU/LKT tanggal 18 Januari 2017 ditandatangani Kanit SPKT Aiptu Agus Syahfrizal.

“ Saya jelas merasa keberatan, proses perampasan mobil tersebut dilakukan dengan cara yang tidak etis seperti premanisme tanpa disertai surat resmi penarikan atau pemberitahuan, jadi saya mengangap ini sudah perampokan.” Ketus Beru Ginting.(Yg)   
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top