yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Kapolsek Padang Tualang Lepaskan Pemerkosa Anak, Keluarga Korban Uring- Uringan
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Anak dibawah umur digagahi dua pria.(Ilustrasi) Padang Tualang- News Metro Langkat Budi Priono (38) warga Dusun Sumberrejo, Desa Sei B...
Anak dibawah umur digagahi dua pria.(Ilustrasi)


Padang Tualang- News Metro Langkat

Budi Priono (38) warga Dusun Sumberrejo, Desa Sei Bamban, Kec Batang Serangan, Kab Langkat, protes terhadap kinerja Kapolsek Padang Tualang, AKP Abd Rahman SH. Pasalnya, satu dari dua pelaku perkosaan ‎terhadap putrinya yang ditangkap warga dan diserahkan ke Polsek setempat kembali dilepas sang Kapolsek setelah sempat meringkuk dibalik jeruji besi.

Sementara teman pelaku berhasil kabur begitu mengetahui rekanya Soteng telah ditangkap dan diserahkan polisi. Dan , keesokan harinya pelaku (Soteng-red) yang sebelumnya sempat mendekm didalam sel tahanan Polsek Padang Tualang, Kamis (5/1) dilepaskan Kapolsek.

Kebijakan orang nomor satu di Mapolsek Padang Tualang tersebut, membuat ayah kandung korban, Budi Priono jadi uring-uringan. Kepada wartawan News Metro Langkat, pria malang inipun menceritakan pengalaman pahit tersebut, Selasa (31/1)

Menurut Budi, awal insiden yang menimpa anak kandungnya sebut saja namanya Melati, terjadi Rabu (4/1) lalu, sekira pukul 23:30Wib.  Waktu itu Melati (korban-red)  dihubungi oleh pelaku melalui handphone genggamnya.

Karena diiming-imingi akan diberi imbalan berupa uang, korban yang hanya duduk dibangku sekolahan dasar (SD) tersebut manut dan langsung menemui pelaku didalam bangunan ruko kosong tak jauh dari kediamannya.

Waktupun berlarut malam dan singkat cerita, pelaku membujuk korban agar mau melakukan perbuatan yang harusnya dilakukan pasangan suami istri yang syah. Berbagai macam jurus diperbuat pelaku untuk membujuk korbanya, dengan landasan pemaksaan dan akhirnya korban jatuh kepelukan pria berstatus suami orang tersebut.

‎"Di sebuah bangunan ruko kosong yang berada depan rumah korban, kesucian anak dibawah umur ini direnggut oleh pria yang masih satu kampungnya itu," beber Budi. Diketahuinya korban telah diperkosa oleh Parlan alias Soteng bersama rekanya Iwan Pranata alias Nata (22) berawal korban menceritakan kepada Santi ( 25) yang merupakan tetangga sebelah rumahnya.

Dalam pembicaraannya, korban mengaku telah di "anui" oleh Soteng dan Iwan didalam bangunan ruko kosong, Rabu (4/1) lalu, sekira pukul 23:30Wib. Dalam perbincangannya, malam itu juga, korban menemui pelaku di bangunan ruko dikarenakan diiming-imingi akan diberikan uang sebesar Rp200.000.

Namun lain janji pelaku terhadap korban, pria yang berstatus memiliki istri dan satu orang anak ini serta rekanya berstatus lajang tersebut, menarik tubuh korban kedalam ruangan ruko kosong dan memaksa korban untuk melakukan hubungan intim layaknya suami istri.

Keinginan kedua pelaku untuk perbuatan tidak diinginkan tersebut sempat ditolak korban, namun pelaku memaksa gadis berbadan bongsor ini untuk melampiaskan hasrat nafsu bejatnya pelaku.

‎"Akhirnya, disebuah ruko kosong itu, kesucian anak kandung pertama saya direnggut kedua pria "Biadad" tersebut. Menurut Melati, Soteng melampiaskan nafsu bejatnya sebanyak dua kali sedangkan rekanya Iwan hanya satu kali," ujarnya.

Lanjut ayah empat anak ini mengatakan, saya sangat kecewa dengan kebijakan Kapolsek Padang Tualang, AKP A.Rahman SH.  Pasalnya, ketika kedatangan saya ke Unit Perlindungan Prempuan dan Anak (PPA) Polres Langkat, disambut baik dan laporan sesuai No.STPL/21/1/2017/SU/LKT dan diterima oleh AIPTU Agus Safrijal.

Hingga terbitnya surat perintah penangkapan dari Unit PPA Polres Langkat, pelaku yang sempat ditangkap warga dan diamankan Polsek Padang Tualang, kini sudah tidak tahu lagi dimana rimbanya. Waktu itu Kapolsek mengatakan, pelaku ditanguhkan penahananya karena belum ada laporan pengaduan dari korban, tapi kalau sewaktu-waktu pelaku diminta hadir maka yang bersangkutan akan datang.

Makanya, keesokan harinya saya buat laporan ke Polres Langkat, begitu laporan saya diterima, pelakunya sudah tidak ada lagi. "Kita minta pertanggungjawaban Kapolsek Padang Tualang, AKP Abd Rahman SH, karena telah tangkap lepas pelaku perkosaan terhadap anak kandung saya yang merupakan masih anak dibawah umur ," ujar Budi.

Dia menambahkan, minta kepada organisasi Polri Profesi dan Pengamanan Polda Sumut, sesuai Kep KAPOLRI Nomor: (Kep /54/2002) agar menidak Kapolsek Padang Tualang .Lanjut ia, akibat dilepasnya pelaku, pihak unit PPA Polres Langkat, kesulitan memburu dan menangkap pelaku pemerkosaan tersebut.

"Saya minta kepada Kapolres Langkat AKBP Mulya Hakim dan Kapolda Sumut untuk menegakkan hukum yang seadil-adilnya,untuk kami warga kecil ini " harap Budi .(red)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top