yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: BMX- The Treek & BLTA Koalasi Lumat Jalur Neraka Hutan Larangan: Lahap Gunung Batu Katak,Terjebak Dikampung Bunian
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
BMX dipuncak Bukit Pertangisan. Liputan  : Yong Ganas Gila,kurang kerjaan. Itulah kalimat yang ...
BMX dipuncak Bukit Pertangisan.

Liputan  : Yong Ganas

Gila,kurang kerjaan. Itulah kalimat yang terucap dari mereka-mereka yang melihat penampilan sekumpulan pria berseragam penuh corak dengan sepatu cross  ketika melintas dengan mengendarai sepeda motor trail. Menyusuri jalan-jalan kampung, pelosok-pelosok dusun, kawasan perkebunan, penyebrangan getek, dan berbagai lintasan lainya.

Tak sedikit pula yang tersenyum memuji karena olah raga Xtrim yang dilakoni hanya dilakukan oleh mereka-mereka yang memiliki keberanian diatas rata-rata. Ya..! kemarin, atau tepatnya Minggu (8/1) sekumpulkan pecinta sepeda motor trail berdarah Xtrim berkumpul untuk satu tujuan.  Mereka berhimpun disuatu tempat, membahas rute yang akan dilalui, hingga kendala-kendala yang kemungkinan dihadapi dijalan nantinya.

Adalah Binjai Langkat Modifix Xtrim (BMX), The Treek  dan  BLTA (Bukit Lawang Trail Adventure) yang menjadi tamu hutan dan perbukitan untuk menjajal keras dan Xtrimnya jalur dikaki bukit-bukit barisan yang melingkup kawasan Bahorok. Anggota BMXtrim yang diturunkan untuk menjajal kerasnya alam Bahorok tersebut Hendrik Badunk, TD Yoga Hsb, Rendro Maestio, Dhani Kasbi, Liduk Sinulingga, Zuhri Addin (Zuden), Aidil Pratama, Mimin Syahputra, Erwin, Bayu Gondes (Gondrong), dan Darwis Sinulingga.
Sedangkan The Treek terlihat dipimpin pemain senior O,Om Cs dan BLTA, Afan Suhada Cs ditambah Rido Sembiring.

Sebelum bergerak seperti biasa, Sepuluh “pendekar” BMX ini, tak lupa berdoa memohon perlindungan kepada Allah swt penguasa alam semesta untuk Trabas hari ini. Usai doa dipanjatkan, starter keretapun langsung dipetik. Deru suara knalpot masing-masing raider seketika meraung-raung seperti tak sabar menjilat lumpur dan bebukitan dikawasan wisata alam tersebut.

Dimulai dari Desa Perhiasan, Tanjungputri, Kecamatan Selesai, para pecinta alam inipun terus bergerak menuju Kecamatan Bahorok. Tak memakan waktu begitu lama, belasa anggota trail lainya telah bergabung dengan BMX.  Sebelum memasuki lokasi track atau jalur maut, Tim BMX Cs merehatkan badan sejenak dipersimpangan Pekan Bahorok menuju Batu Katak.

Sambil membeli keperluan perbekalan makan dan minum, isi minyak, dan kebutuhan kecil lainya, tim kembali merumuskan tehnik dan metode yang akan dilakukan setelah masuk kedalam kawasan hutan yang masih “perawan” ini. Apalagi, menurut pemandu jalan, tak ada jalur evakuasi setelah masuk kedalam jalur “maut” ini. Hal inilah yang harus dipikirkan matang-matang.

Sedikit tegang karena saat itu jam telah menunjukkan pukul 13.45 Wib, awan hitam terlihat mulai bergerak membentuk gumpalan hitam seakan memberi tanda kalau sore ini akan hujan. Tak ada kata mundur, kita lanjut. Kita semua harus saling jaga, saling bantu, tinggal satu, tingal semua, pulang satu, pulang semua. “ Ingat, “ Jalur Kita Memang Beda”. Kata Darwis Sinulingga memberi semangat kepada rekan-rekan BMX diamini Yoga dan Rendro.

Dengan keyakinan dan semangat kerjasama, Tim BMX bergerak merengsek menuju bukit  Batu Katak. Melewati perkebunan sawit warga, sampailah BMX-cs dimulut pintu masuk kehutan bebukitan yang membentengi Bahorok- Kuta Cane itu. Pelan tapi pasti, roda-roda Trail rider mulai mengelinding mengiling batu-batu kecil dan kecil kebawah jurang yang kemiringanya mencapai 80 derjat.

Jurang yang memiliki kedalaman sekitar 75 meter inipun cukup berbahaya, karena dibawahnya mengalir anak sungai yang dihuni potongan kayu tajam yang siap menghujam apa saja yang terjatuh dari atas. Kekuatan fisik dan fokus dengan jalur didepan mata adalah cara satu-satunya meloloskan diri dari terjungkal kebawah lembah bebatuan itu.

Dengan extra hati-hati, anak-anak BMX menurunkan Trailnya, meski ada yang terjatuh karena jalannya begitu licin tapi tak ada yang mengalami cidera. Pertualangan dialam liar dimulai. Dari bawah anak sungai ini, para raider dipaksa memanjat bukit yang lebih tinggi dari turun tadi, raungan knalpot sepeda motor menyalak sahut menyahur. Masing-masing joki coba menungangi trailnya kepuncak bukit yang jalannya hanya setapak dan dipenuhi bebetuan berlumut yang licin.

Tak mudah memanjat bukit yang kiri kananya dipenuhi belukar ini, untuk menaiki bukit satu persatu trail ditarik mengunakan tali. Dibukit pertama ini, tenaga para pecinta otomotif lasak inipun mulai tersedot. “ Kita ini belum dipuncak bang, masih dipertiganya, ada tiga kali tanjakan seperti ini lagi yang akan kita daki, “ ujar pemandu jalan mengingatkan.

Meski sempat kaget dengar penuturun sipenuntun, tapi semangat yang mengebu untuk menjajal dan menaklukkan Bukit katak,  tak ada kata menyerah melibas rintangan tersebut. Seperti orang tua berusia 70 tahun, begitulah langkah kami para raider berjalan menaiki bukit ini. Dengan langkah yang tertatih-tatih coba tiba sampai kepuncak bukit kedua yang dinamai “ Bukit aku ingin pulang’.

Perasaan lelah begitu terasa. Sekujur tubuh terasa lemas. Tak menungu diperintah, para joki langsung melabuhkan pantatnya diantara semak-semak belukar begitu mendapati puncak bukit. Ada yang langsung rebahan, ada yang cengap-cengap seperti ikan kekurangan oxsigen.  Ada yang berdiri terbungku sambil berkecak pingang.

“ Kita tidak tau seperti apa rintangan yang ada didepan, kawan-kawan harus waspada selalu, sekarang ini kita sudah berada diketingian, jangan terlalu sering mainkan gas artinya jangan terlalu sering mengeber-ngeber langsung Gass Pooll saja, ingat kain clos bisa cepat habis, “ ketus Bayu Gondes sang mekanik BMX mengingatkan.

Setelah melewati Lembah janda dan mendaki bukit “aku ingin pulang, BMX dkk kembali menusuk kedalam hutan yang udaranya terasa begitu alami dan sejuk.  Track kali ini jauh lebih berat dari jalur sebelumnya. Tonjolan batu-batu cadas yang menyembul didinding tebing seakan mengisyatkan para  raider untuk lebih sopan dikawasan ini.

Tebalnya tumpukan dedaunan dan akar pohon serta ranting dan pohon kayu yang membusuk, menyulitkan roda trail melewati lintasan. Basahnya bumi diperbukitan ini, seperti ada yang menyirami. Udara terasa dingin meski kami bermandi peluh.  Bekal air minum yang dibawa mulai terkuras karena dipakai untuk minum.

Kita cari sungai, kita istirahat dan makan siang dulu untuk menambah tenaga, saran kawan-kawan. “ Sungai ada dibawah sana, untuk menuju kesana kita harus mengelilingi satu bukit lagi, setelah itu barulah kita turun kebawah sana, “ jelas Arfan sang penemu jalur.

Dengan tenaga yang telah terkuras, belasan rider inipun kembali menungangi sikuda besi. Disebelah kanan dinding tebing menganjal, sementara disebelah kirinya, jurang ratusan meter tersenyum menyambut siapa saja yang terperosok kedalamnya.

“ Jangan terburu-buru, pelan-pelan saja, batu itu licin, banyak lumutnya, selip sedikit saja, langsung jatuh kebawah,” ingatkan kawan-kawan.  Tak ubahnya, iringin kura-kura, begitulah tiga komunitas Trail ini melumat jalur maut tersebut. Kerjasama tim adalah kunci kesuksesan menghadapi rintangan ini.

Hampir dua jam berputar-putar dipuncak bukit, ahirnya BMX Cs berhasil menuruni jurang yang terjal dan curam tersebut. Teriak gembira dan tawa lepas langsung pecah begitu tiba dipingiran anak sungai ditengah hutan tersebut. Sesekali burung-burung liar dihutan itu terbang karena terusik dengan suara bising knalpot.

“ Kita makan disini saja,tempatnya bagus, sekalian istirahat, “ kata O,Om, Joki berusia lebih setengah abad ini mengisyaratkan.  Setelah menyantap habis bekal nasi yang dibawa, langkah maju berikutnya segera dipersiapkan.  Kawan-kawan, air minum kita ambil dari air sungai ini saja, sebab mineral yang kita bawa sudah habis semua, kita tidak bisa lama-lama disini, sekarang sudah pukul empat sore soalnya, “ ujar O,Om.

Ayo kita jalan, sebentar lagi cuaca disini gelap, karena kabut akan turun, kasian kawan-kawan yang keretanya ngak ada lampu. Tak ubahnya pasukan khusus dimiliter, semua rider berdiri siap dengan tubuh yang kembali Fit. Kita akan memanjat tiga bukit lagi, bukit yang akan kita panjat ini lebih tinggi ;lagi dari yang sudah kita lalui tadi,” kata Arfan disambut tarikan napas panjang dari para Rider.

“ Sekarang kita sudah berada ditengah-tengah hutan, kalau kita panjat gunung yang disebelah sana, kita sampai di Kuta Cane, disini tak ada signal hand phone, sambung Zuden yang sempat membuka GPS nya.
Setelah melewati bukit pertangisan, sepeda motor yang ditungangi Dhani Khasbi mengalami Trouble. Kain closs Trail Dani habis usai memanjat beberapa bukit. Persoalan bertambah berat, sebab tak satupun yang membawa kain clos cadangan. Tak punya pilihan lain, sepeda motor Danipun ditarik.

Xtrimnya jalur membuat joki yang menarik sepeda motor Dani terjungkal diturunan yang licin ditumbuhi semak belukar kecil.  Karena proses penarikan tadi, sepeda motor yang dipakai buat menarik kehabisan bunga ban belakangnya sehingga tak memungkinkan berjalan cepat.

Persoalan kian bertambah begitu beberapa sepeda motor kehabisan bahan bakar. Dalam keadaan serba payah tadi, BMX Cs terus menyemangati diri hingga ahirnya seluruh peserta terdampar ditengah-tengah hutan larangan. Suara orang hutan terdengar terkekeh-kekeh dipucuk pohon raksasa diatas bukit. Binatang liar itu sepertinya memberitahu kalau kawasan yang kami pakai adalah kekuasan banyak mahluk, baik nyata maupun gaib.

Lolongan suara anjing hutan sesekali terdengar mengerang diantara celah-celah batu. Suara binatang kecil sahut menyahut meramaikan malam yang gelap gulita itu. Setelah dilakukan musyawarah, ahirnya beberapa orang Rider melanjutkan perjalanan sembari mencari bantuan kewarga kampung terdekat, sekaligus membeli makanan dan kebutuhan lainya yang habis.

Sekitar 6 orang rider bergerak menuruni perbukitan dan lembah menuju kampung terdekat.  Sementara rider-rider lainya menunggu ditengah kegelapan hutan.  Ahirnya menjelang pukul 23.30 Wib, seluruh rider berhasil keluar hutan dengan selamat. Setibanya dibibir kampung semuanya mengucapkan alhamdulilah sambil membasuh wajah dengan air sungai Selang Pangeran..

Terimakasih BLTA atas sajian jalurnya yang luar biasa, The Treek dan kawan-kawan BMX yang ikut mendoakan “ Salam jalur Kita Memang Beda”(**)   
  

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top