yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Apa Sudah Ada Bupati dan Kantor Bupati Langkat 267 Tahun Silam : Hari Jadi Langkat Atau Kabupaten Langkat ? Perda Hari Jadi Patut Dikaji Ulang
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Baleho terpajang megah Langkat- News Metro Langkat Suasana kemeriahan sungguh mewarnai jalan...

Baleho terpajang megah

Langkat- News Metro Langkat

Suasana kemeriahan sungguh mewarnai jalannya acara peringatan Hari Jadi Kabupaten Langkat ke-267 di Stabat dan di berbagai kecamatan di Bumi Bertuah ini, Selasa (1701) kemarin.

Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu serta seluruh lapisan pejabat hingga tokoh masyarakat tampak berwibawa dan sedap dipandang mata saat mengenakan busana adat Melayu Teluk Belanga ketika ikut menghadiri acara sidang paripurna istimewa DPRD Langkat dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Langkat ini.

Tampilnya berbagai atraksi seperti kolaborasi Tarian Etnis, marching Band Arhanud, lomba permainan trasdisional, karnaval pembangtunan dan budaya, khitanan massal, dan artis dari jakarta, telah membuat khalayak ramai yang hadir menyaksikan merasa puas. Suasana khidmad dan khusyuk terasa pada saat hadirnya ribuan haflah Quran dan adanya tausiah dari seorang ulama ternama.

 Karena ramainya masyarakat yang memenuhi alun-alun Tengku Amir Hamzah Stabat menyaksikan acara hiburan seraya berlanja di pasar dadakan di lokasi tersebut, maka jalan umum yang berada disekitarnya macat berat. Apa lagi disepanjang tepi jalan lokasi acara berdiri banyajk papan karangan bunga ucapan selamat hari jadi tersebut.

Namun ada yang mengganggu dalam tulisan ucapan selamat tersebut. Hampir se bagian besar, termasuk papan bunga dari Pemkab Langkat, Ketua PKK Langkat, dari SKPD, Partai Politik di Langkat, Kalangan Pengusaha, perbankan milik swasta dan BUMN, yang menyebutkan “Selamat Hari Jadi Kabupaten Langkat ke 267”.

Ada juga diantaranya yang menggunakan Ucapan “Selamat Hari Jadi Langkat ke-267”, seperti dari Ketua Umum MABMI Sumut, H Syamsul Arifin, Bank Sumut Cabang Stabat, dan beberapa pihak lainnya.

Yang lebih mengejutkan, pada undangan dari Pemerintah Kabupaten Langkat yang disebar kepada para pejabat sipil dan militer, tokoh masyarakat, serta berbagai pihak untuk menghadiri acara peringatan dan resepsi acara tersebut disebutkan dengan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Langkat ke 267 ( 17 Januarim 1750 – 17 Januari 2017).

Dengan adanya undangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Langkat ini maka timbul pertanyaan. Yang dirayakan ini apakah Hari Jadi Langkat atau Kabupaten Langkat. Agak menggelikan rasanya ketika ada yang bertanya, kalau memang dinyatakan sebagai Hari Jadi Kabupaten Langkat, apakah sudah ada Bupati dan Kantor Bupati Langkat,  267 silam.

Perdebatan hangat pernah terjadi antara Presiden ke III , BJ  Habibie dengan Ahmad Dahlan, saat masih menjadi Walikota Batam tahun 2009 lalu. BJ Habibie yang juga mantan Ketua Otorita Batam merasa gusar gara-gara Pemerintah Kota Batam dan DPRD Batam menyatakan bahwa Hari Jadi Kota Batam jatuh pada tanggal 18 Desember 1829, seperti yang tertuang dalam Perda Batam.

Walikota Batam Ahmad Dahlan yang ditemani beberapa sejarawan mengatakan alasan penetap[an hari jadi Kota Batam tersebut. Yakni pada saat perta ma kalinya
Raja Isa sebagai penguasa Nongsa, menjalankan tugasnya di  desa kecil tersebut dengan sistim administrasi pemerintahan . Para sejarawan sepakat inilah yang dipakai sebagai cikal bakal Kota Batam, 18 Desember 1828.

Sebutan nama Nongsa itu diambil dari nama Raja Isa yang yang oleh  rakyatnya menyingkatnya dentgan nama Nongsa. Kini makamnya dan segenap keluarga bgerada diatas perbukitan dekat pantai Desa Nongsa yang sangat indah pantainya di Batam.

Meski sudah dijejali dengan berbagai dalih, tapi Habibie tetap menolak dengan keras. Namun begitu Habibie akhirnya mengatakan, “Silakan acara HUT. Tapi, itu tidak menjadi HUT Kota Batam, tapi HUT Batam," kata Habibie dengan tegas.

Ahmad Dahlan akhirnya melunak dengan sikap keras BJ Habibie yang juga sempat menjadi bos Ahmad Dahlan saat sempat sekitar 20 tahun lamanya mengabdi di Otorita Batam dengan berbagai jabatan hingga akhirmnya terpilih pertamakalinya jadi Walikota Batam tahun 2005 lalu.

Adapun kendala telah terbentuknya Perda Hari Jadi Kota Batam, Ahmad Dahlan berjanji kepada Jabibie untuk segera merubahnya. Dan pada akhirnya kini Pemko Batam tidak lagi menyebut hari jadi Kota Batam, tapi sudah menjadi Hari Jadi Batam.

Sebab kalau berkaca dari terbentuknya kota Batam, baru dimulai pada tahun 1983 dan ditunjuknya Walikotamadya Batam yang pertama Ir. Usman Draman selama periode 1984-1989, dan kemudian dilanjutkan oleh Drs. R.A. Azis tahun 1989.

Bercermin dengan pengalaman di Batam ini, seyogiyanya  Pemerintah Kabupaten Langkat harus berbesar hati untuk mengkaji ulang apakah Raja Kahar yang mendirikan kerajaan Langkat bertepatan tanggal 12 Rabiul Awal 1163 H, atau tanggal 17 Januari 1750, ditetapkan sebagai Hari Jadi Langkat.

Sedangkan Hari Jadi Kabupaten Langkat ditentukan berdasarkan kajian sejak kapan pemerintahan Kabupaten di Langkat ini berdiri dan dipimpin oleh Bupati. Langkat. Untuk menselaraskan tujuan tersebut, maka dengan sendirinya Perda Nomor 11 Tahun 1995 Hari Jadi Kabupaten Langkat sepatunya harus dicabut.

Menurut catatan Human Care Indonesia, sejarah mencatat mengenai asal mula Kerajaan Langkat, bahwa nama leluhur dinasti Langkat yang terjauh diketahui ialah Dewa Syahdan yang hidup kira-kira tahun 1500 sampai 1580.

Dewa syahdan digantikan oleh puteranya, Dewa Sakti. Dewa Sakti selanjutnya digantikan oleh Sultan Abdullah yang lebih dikenal dengan nama Marhum Guri. Selanjutnya yang menggantikan Marhum Guri adalah puteranya Raja Kahar (± 1673). Raja Kahar adalah pendiri Kerajaan Langkat di Kota Dalam, daerah antara Stabat dengan Kampung Inai kira-kira pertengahan abad ke-18.

Berpedoman kepada tradisi dan kebiasaan masyarakat Melayu Langkat, maka dapatlah ditetapkan kapan Raja Kahar mendirikan Kota Dalam yang merupakan cikal bakal Kerajaan Langkat kemudian hari. Setelah menelusuri beberapa sumber dan dilakukan perhitungan, maka Raja Kahar mendirikan kerajaannya bertepatan tanggal 12 Rabiul Awal 1163 H, atau tanggal 17 Januari 1750.

Melalui seminar yang berlangsung di Stabat, pada tanggal 20 Juli 1994 atas kerjasama Tim Pemkab Langkat dengan sejumlah pakar dari jurusan sejarah Fakultas Sastra USU, maka dapat menentukan Hari Jadi Kabupaten Langkat yaitu 17 Januari 1750.


Sedangkan perubahan kepemimpinan Langkat dari Kesultanan Langkat itu terjadi setelah Indonesia meraih kemerdekaan. Pada awal kemerdekaan, Sumatera dipimpin oleh Gubernur Muhammad Hasan.  Tengku Amir Hamzah kemudian ditunjuk menjadi Asisten Residen atau  kepala pemerintahan di Langkat. Akibat menjadi korban penculikan dan dipenggal pada saat Revolusi sosial tahun 1946, kedudukannya digantikan oleh Adnan Nur Lubis dengan gelar Bupati.

Menurut Prof. Djohar Arifin dalam bukunya Sejarah kesultanan Langkat, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1956, secara administratif Kabupaten Langkat menjadi daerah otonom yang berhak mengatur nrumah tangganya sendiri dengan kepala daerah disebut Bupati. Saat itu diangkat Netap Bukit sebagai Bupati.

Berdasarkan catatan sejarah ini, pada dasarnya Langkat ini menjadi Kabupaten barulah pada saat Indonesia merdeka. Bukan pada saat semasa kepemimpinan Raja Kahar memimpin Kerajaan Langkat. Saat itu Raja Kahar hingga Sultan Langkat yang terakhir, Sultan Mahmud Abdul Djalil Rahmatsyah, pemerintahan Langkat masih dibawah kepemimpinan Raja atau Sultan.

Tak dikenal sistim pemerintahan Kabupaten pada saat itu.   Singkatnya, apakah ada keturunan Sultan Langkat saat ini yang mau mengakui bahwa kepemimpinan para raja dan sultan Langkat ketika itu disebut dengan Bupati Kabupaten Langkat.

Begitupun, untuk mengetahui duduk soal ini lebih jauh, bolehlah Pemkab Langkat dan DPRD bertandang ke Pemkot Batam dan DPRD Batam yang sudah lebih dulu menghadapi masalah ini (HAB)

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top