yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Alahmakkk... Harga Cangkulpun Di Mark Up
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Binjai- News Metro Binjai Harga cangkul di Mark Up didinas pertanian Binjai.(Ilustrasi) Setiap...

Binjai- News Metro Binjai
Harga cangkul di Mark Up didinas pertanian Binjai.(Ilustrasi)

Setiap program yang dicanangkan pemerintah melalui satuan kerja perangkat daerah (SKPD) nya , pada umumnya bertujuan baik kalau dijalankan dengan baik dan benar. Apalagi selalu berdalih untuk kepentingan masyarakat umum. Jelas sangat mulai kedengaranya.

Tapi sayangnya, program-program yang dilontarkan tadi hanya dijadikan modal oleh oknum –oknum tertentu untuk melakukan otak-atik angaran yang dipersiapkan. Alhasil, program dimaksud tak mencapai tujuan yang diharapkan alias gagal, biaya yang diangarkanpun habis sia-sia begitu saja.  


Tak menuduh, tapi berdasarkan telusur yang dilakukan oleh Komunitas Hijau Indonesia (KHI)  terhadap anggaran yang tertuang di dalam SPK (Surat Perintah Kerja) kegiatan pengembangan tanaman cabai, sayur-sayuran dan buah-buahan sangat jelas terlihat memang sengaja di mark up.

Pengecekan untuk jenis-jenis harga yang tertuang di dalam SPK tersebut langsung di lakukan dana faktanya sangat mengejutkan. Rata-rata harganya dinaikkan menjadi 2 kali lipat. Memang dari awal kegitan ini sudah sangat mencurigakan, program ini memang sengaja diciptakan sebagai ajang bagi-bagi di lingkungan Dinas Pertanian Binjai.

Aroma KKN sangat terasa sekali, dari mulai anggota kelompok yang bukan petani, sampai ada juga yang menjadi ketua kelompok adalah seorang PNS (guru SD) di kabupaten Langkat. Jadi apalagi ini namanya, kalau bukan bagi-bagi proyek “ Ujar Ikhsan Farera Rawi yg juga menjabat sebagai Ketua Komunitas Hijau Indonesia kepada Metro Binjai, Selasa (31/1) mengungkapkan temuan pihaknya.

Sambung Ikhsan, saya sudah melakukan pengecekan harga, semua sudah di mark up,  masak untuk harga satuan bibit cabai di patok Rp. 2750, padahal untuk kwalitas yg terbaik berkisar Rp 500, ada juga pengadaan pupuk NPK, mereka mematok harga Rp 315.000/sak, sementara harga di pasaran hanya Rp 110.000 – 150.000/ sak.

Anehnya lagi sampai untuk pembelian cangkul pun di korupsi, harga yg di banderol dinas pertanian Rp 125.000/buah, sementara harga cangkul/gagang di pasaran hanya Rp 68.000 saja. Apa lagi ini namaya kalau bukan korupsi.

Luar biasa memang Dinas pertanian Kota Binjai ini, bukan cuma program penanaman cabe saja yang bermasalah, tetapi masih banyak lagi yang kami temukan. Untuk anggaran 2012 s/d 2014 menghabiskan anggaran miliaran rupiah hanya untuk membuat struktur jaringan tanaman anggrek, tetapi tak ada  hasil apapun yang terlihat dan di capai.

Selain itu KHI juga melihat ada juga keganjilan dalam  pembuatan Kumbung jamur tiram yang juga di aggap gagal. Diduga kegagalan program yang terjadi pada Dinas Pertanian Kota Binjai disebabkan oleh lemahnya sumber daya manusia yang ada di lingkungan dinas tersebut.

Sebagai contoh, untuk seorang Kepala laboraturium saja dinas pertanian memposisikan seorang tenaga honor yang tidak berpengalaman. Jadi dengan kemampuan sikepala laboratorium yang pas-pasan tersebut, dapat dibayangkan apa yang terjadi.

Oleh sebab itu, kita meminta kepada lembaga Kepolisian maupun Kejaksaan untuk turun tangan menyelidiki berbgai dugaan penyimpangan didinas yang mengurusi pertanian ini. “ Ujar Ikhsan seraya mengaku sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk melaporkan berbagai kasus yang terjadi.(Ism)  

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top