yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Masyarakat Pulau Sembilan Panen Ikan Kerapu : Hasilnya Dijual ke Kapal Tiongkok, Harga Jual Bagus
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Kapal China sandar di P Susu untuk beli ikan Kerapu.(Surya) Warga yang panen ikan kerapu.(Sury...
Kapal China sandar di P Susu untuk beli ikan Kerapu.(Surya)
Warga yang panen ikan kerapu.(Surya)


Pangkalan Susu-Metro Langkat.

Masyarakat yang bermukim di Pulau Sembilan Kecamatan Pangkalan Susu kini tengah dilanda sukacita. Warga petani kerambah di sana tampil lebih ceria lantaran sudah dalam beberapa hari ini mereka tengah memetik hasil panen dari berbagai jenis ikan kerapu. Selain hasil penen berhasil, harga jual pun sedang baik karena dijual secara langsung ke kapal asal Tiongkok, Minggu (19/12).

Pemilik keramba ikan kerapu di sana merasa lebih diuntungkan bila hasil panen langsung dijual kepada pembeli dari China tersebut. Harga jual rata-rata  ikan kerapu saat hari panen tersebut kini bisa mencapai USD 10 (sepuluh  dolar US) atau sekitar RP 130.000 per Kg. Padahal saat  harga jual dipasaran lokal hanya berkisar Rp 70.000 per KG.

Pada saat panen berlangsung, terlihat sekitar tiga puluh warga setempat yang ikut bersama sama bekerja dan langsung memuat ikan tersebut ke kapal berbendera Tiongkok yang berlabuh dekat lokasi keramba. Mereka mendapatkan upah untuk pekerjaan itu senilai Rp 100.000 perhari dari Kelompok Tani yang mengelola keramba tersebut.

Namun bagi pekerja yang juga turut serta sebagai anggota kelompok tani yang mengelola keramba itu, akan mendapatkan premi dari keuntungan penjualan ikan kerapu dari Kelompok Tani mereka masing-masing.

Salah seorang Ketua Kelompok. Rizal, 40 tahun, sekali gus pembina petani kerambah di Pulau Sembilan sudah beberapa tahun ini bersama sama masyarakat untuk menciptakan pundi ekonomi,  khususnya melalui kerambah ikan kerapu di Pulau Sembilan, Dia mengaku sudah sudah sepuluh tahun terakhir menekuni dan mempelajari eko sistem pengembang biakkan ikan krapu dari mulai jenis, seperti ikan krapu cantik,,ikan krapu bulat,ikan krapu bintang dan jenis kertang,,

Rizal telah mengembangkan mengembang kan usaha sekaligus membina masarakat petani kerambah ikan kerapu hingga di sekitar desa pulau kampai, Desa Kebun Ubi bahkan hingga ke Aceh Timur. Masing-masing masing kapasitas nya 1sampai 2 ton, dengan umur ikan delapan bulan. Ukuran masing-masing keramba 20 x 10 persegi panjang. Tantangan yang sering dihadapinya adalah masalah air atau perubahan cuaca/musim.

Bagi masyarakat Pulau Sembilan, Pulau kampai, dan sekitarnya pembukaan budidaya keramba ikan kerapu adalah salah salah alternatif setelah mereka sebagai nelayan tradisonal sudah beberapa tahun ini kesulitan mendapatkan ikan di perairan pulau tersebut. Kalau pun masih dipertahankan, kadang-kadang penghasilan tak sampai Rp 20.000 sehari. Mana cukup buat makan dan biaya rumah tangga sehari-hari. Tadi nya masarakat Pulau Sembilan, lebih menitik beratkan sebagai nelayan jaring, bubu kepiting, pancing dan lain lain.

Makanya begitu ada tawaran dari Rizal untuk membuka kelompok tani ikan kerapu ini telah menggugah mereka untuk ikut menjadi anggota. Kepada masing-masing anggota diminta untuk menyediakan lahan di pantai dekat para rumah nelayan tersebut. Kelompok Tani yang dipimpin oleh Rizal kemdian membuka keramba, menyediakan bibit ikan, modal operasional, seperti makan, upah pekerja, menunggu masa panen selama delapan bulan ke depan.

Setelah setiap kali panen, maka mereka yang jadi anggota kelompok tani akan mendapatkan premi dari hasil keuntungan penjualan ikan. Di luar itu, mereka bisa memperoleh upah sebagai tenaga kerja di keramba tersebut.

Dengan meningkatnya harga penjualan ikan kepada pembeli dari luar, maka Rizal dan kelompok tani yang dipimpinnya akan meningkatkan usaha keramba mereka dengan pembukaan keramba baru di sekitar Pulau sembilan.

KetuaHNSI Langkat, Surkani mengaku kaget dengan adanya informasi keberadaan kapal asing dari Tiongkok yang langsung membeli ikan kerapu dari Kelompok Tani di Pulau Sembila. Sebab untuk bisa beroperasi di perairan Indonesia, setiap kapal asing harus lebih dulu mengantungi izin SIKPI dan SIPI sesuai dengan UU No. 45 tahun 2009 dan perubahan UU No. 31 tahun 2004.

Ini yang harus dimilik oleh setiap kapal ikan asing bila hendak memasuki perairan Indonesia. Seyogiyanya bila memang benar kapal yang membeli ikan kerapu di Pulau Sembilan itu memang Kapal asal Tiongkok harus pula memiliki izin SIKPI dan SIPI tersebut. Sebab kalau  sampai lalai, jelas telah melanggar UU No. 45 Tahun 2009 dan UU No. 31 Tahun 2004.   (Surya)

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top