yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Soal Napi Yang Kabur Di Rutan Tanjungpura : Dipekerjaan Untuk Proyek Rp5,8 Milyar Didalam Penjara, Peluang Napi Kabur
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
TANJUNGPURA -News Metrolangkat.com Tumpukan material diluar Rutan Tanjungpura karena didalam sedang ada Proyek Sungguh menggenaskan, us...

TANJUNGPURA -News Metrolangkat.com
Tumpukan material diluar Rutan Tanjungpura karena didalam sedang ada Proyek

Sungguh menggenaskan, usut punya cerita, ternyata menurut sumber terpercaya News Metrolangkat.com, menyebutkan bahwa para napi yang ditahan di Rutan Kelas II Tanjungpura, juga turut serta menjadi tukang (pekerja) pada proyek pembangunan 2 blok tahanan dan beberapa bangunan lainnya bersumber dari APBN-P 2016 senilai Rp5,8 milyar di Rutan kelas II B Tanjungpura tersebut.
Dan akhirnya, salah satu dampak yang menjadi malapetaka akibat napi juga dipekerjakan menjadi tukang pada pembangunan proyek tersebut adalah dengan lenggang kangkungnya narapidana (Napi) kasus Narkotika bernama Muhammad Yusuf Bin Poniman (41), Warga Lingkungan X Kampung Tengah Kelurahan Pekan Besitang Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat kabur.

Hasil penelusuran Metro Langkat dengan mendapatkan keterangan dari berbagai sumber terpercaya, menyebutkan bahwa Muhammad Yusuf pada saat itu (di hari jelang ia kabur), juga terlihat berbaur dengan para pekerja dengan tidak memakai baju sambil mengaduk pasir bercampur semen.

Dan saat kesempatan datang, Muhammad Yusuf kabur dengan memanjat peranca bangunan (tangga bangunan) milik pekerja Rutan yang sedang dalam melaksanakan kerja dengan lihainya perdayai kelengahan petugas Rumah Tahanan (Rutan) Tanjungpura kelas II B tersebut.

Fakta itu, menunjukkan bahwa kinerja Kepala Rutan dan petugas terkait yang bertanggungjawab dalam pengawasan para narapidana di Rutan itu, sangatlah lemah dan terkesan tidak serius dalam menjalankan tugasnya.

Menurut Agung Kurniawan, S. Sos selaku Ketua DPC Central Analisa Strategis (CAS) Kabupaten Langkat, kepada wartawan dengan tegas menyesalkan sikap kontraktor (pemborong) yang sedang mengerjakan pekerjaannya di Rutan itu. Dan tidak sebatas itu saja, Agung juga sangat menyesalkan adanya para napi yang dipekerjakan sebagai tukang untuk mengerjakan bangunan proyek tersebut.

"Dengan kenyataan tersebut, disinyalir dan sangat kuat terindikasi bahwa pembayaran gaji yang seharusnya dikeluarkan oleh pemborong proyek itu, menjadi mainan 'konspirasi jahat' menelap uang negara diantara kontraktor dan Kepala Rutan," ketus Agung.

Lebih lanjut Agung mengatakan, transparansi pembayaran gaji, apakah dibayar atau tidaknya oleh pemborong, atau bisa saja disalurkan pemborong melalui kepala rutan, buat pembayaran gaji napi yang bekerja, tentunya menjadi pertanyaan besar akan ketransparansiannya.

"Jangan-jangan, diduga kuat Napitupulu selaku kepala Rutan Tanjungpura juga berperan sebagai 'Kepala Tukang' di proyek Rp5,8 Milyar itu, telah 'memakan keringat napi' yang dipekerjakan sebagai tukang di proyek itu," ujar Agung dengan penuh curiga.

Agung pun menegaskan, dengan kaburnya napi yang bertelanjang dada ikut sebagai tukang, yang seharusnya napi itu tetap menggunakan seragamnya sebagai narapidana Rutan Tanjungpura, menjadi PR bagi Kemenkum HAM RI, agar segera mencopot jabatan kepala Rutan Tanjungpura saat ini.

Dan dari keterangan yang diperoleh Metro Langkat (grup media ini) melalui beberapa mantan narapidana yang pernah 'sekolah' di Rutan tersebut, menyebutkan bahwa apapun yang pernah mereka kerjakan yang pastinya itu berjudul proyek yang menggunakan uang negara, tidak pernah mereka mendapatkan upah dari keringat yang mereka kerjakan.

Sementara, saat Metro Langkat berupaya mengkonfirmasi kepala Rutan Tanjungpura, Rabu pagi (9/11), menyebutkan bahwa Kepala Rutan itu lagi rapat. Dan saat dihubungi Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Rutan Kelas II B Tanjungpura Kamaruddin Manik, S. PdI oleh Metro Langkat melalui telepon selulernya, menyebutkan bahwa tidak benar Muhammad Yusuf saat sebelum kabur ikut kerja sebagai tukang pada proyek pembangunan di Rutan itu.

Dan Manik juga membantah, jika para napi dipekerjakan sebagai tukang pada proyek yang bersumber dari APBN itu. (dudi)


Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top