yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Ribuan Ekor Babi Membiak Di Binjai : Aneh...!! Meski Tak Berijin, Ternak Babi Itu Tetap Dibiarin
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Binjai-News Metrolangkat.com Babi dewasa yang diangkut untuk dipasarkan ke Medan Ribuan eko...

Binjai-News Metrolangkat.com
Babi dewasa yang diangkut untuk dipasarkan ke Medan

Ribuan ekor babi bebas masuk ke Kota Binjai dan membiak ditempat ini. Lokasi pembiakan hewan berkaki empat tersebut berada dikawasan Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai. Keberadaan  ternak babi yang jumlahnya mencapai ribuan ekor tersebut, sempat dikeluhkan warga beberapa waktu lalu. 

Sayangnya, seiring dengan berlalunya hari, persoalan tersebut terkesan hilang begitu saja. Bahkan, ada kesan pihak terkait yang ada di Kota Binjai sengaja “mengaburkan” persoalan tersebut. 


Padahal, selain keberadaan babi-babi tadi dapat membawa wabah penyakit kepada masyarakat sekitar maupun Kota Binjai umumnya, dengan tidak mengantongi ijin saja jelas Pemko Binjai dirugikan dalam segi pajak.

Oleh itu Pemko Binjai didesak untuk mengambil sikap tegas terhadap pengelola atau pengusaha ternak babi yang mengabaikan aturan yang ada. Tindakan tegas yang diharapkan masyarakat adalah menutup ternak babi tersebut.
Ternak babi di Binjai yang meresahkan warga

Hal tersebut diutarakan Ketua Komunitas Hijau Indonesia (KHI), Ihsan kepada Metro Binjai, Rabu (9/10) melalui sambungan telpon. Persoalan ini sudah beberapa bulan yang lalu kita utarakan kepada Pemko Binjai dan DPRD Kota Binjai melalui Komisi-A.

Tapi sayangnya, hingga sekarang ini tak ada respon sama sekali.” Ujar Ihsan dengan nada terdengar geram. Padahal, dengan tidak mengantongi ijin saja keberadaan ternak babi tadi salah, tapi kenapa terus dibiarkan.? Inikan aneh. Jadi kita menduga telah terjadi kongkalikong antara oknum-oknum terkait di Pemerintah Kota Binjai maupun DPR Nya dengan pihak pengusaha,” Curiga Ihsan.

Jadi kita jelas sangat kecewa dengan sikap Pemko Binjai dan DPR nya khusunya Komisi yang membindangi masalah ini. Tak ada lagi celah kepada Pengusaha yang tak memiliki izin untuk tetap beroprasi di Kota Binjai ini, hal ini sangat jelas dan telah di atur dalam undang-undang Lingkungan Hidup.

Untuk itu kami meminta Kepada Pemko Binjai jangan melakukan Pembiaran kepada seluruh pelaku usaha yang tak berizin artinya Pemko harus bersikap jangan sampek masyarakat menjadi marah kepada Pemko Binjai.

Apabila hal ini tetap tidak di gubris oleh Pemko Binjai, maka kami akan mengajak seluruh elemen masyarakat yang ada di Kota Binjai untuk melakukan aksi besar-besaran menolak ternak babi ini. “ Ujar pengiat lingkungan ini.

Sambung Ikhsan Rawi lagi, para peternak ini sudah tidak lagi mengindah Undang-undang No 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan lingkungan Hidup Pasal 109  yang berbunyi :
Setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan tanpa memiliki izin lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah). Untuk itu sangat jelas kalau pengusaha ternak babi yang ada di Binjai telah mengangkangi UU tersebut.

Oleh sebab itu,  kami minta kepada aparat penegak hukum untuk dapat menindak lanjuti hal ini, tangkap seluruh peternak yang tak berizin, agar kedepan tidak ada lagi pengusaha ilegal yang berani beroprasi di kota ini.” Ketusnya.(Yg)

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top