yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Manajer PTPN II Unit Kebun Air Tenang Dibacok Ruang Kantor Diobrak abrik, Kursi dan Meja Patah-patah Di Kelewang
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Langkat-News Metrolangkat.com Ir Mahdian Tri Wahyudi Gerombolan maling sawit di kawasan wilayah Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Lan...



Langkat-News Metrolangkat.com

Ir Mahdian Tri Wahyudi
Gerombolan maling sawit di kawasan wilayah Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat makin kurang ajar. Sudahlah kerjanya mencuri sawit, kini nekat pula membacok Ir Mahdian Tri Wahyuni, Manager PTPN II Unit Kebun Air Tenang Rayon Utara, Kecamatan Batang Serangan. Meski sempat menghindar, tapi ujung kelewang yang disabet para bajingan ini telah melukai pelipis Tri Wahyuni.  
 

Musibah ini dialami oleh Ir Mahdian Tri Wahyuni pada Kamis (17/11) sekira pukul 09.00 WIB. Saat itu manager tersebut  sedang berada di kantor Afdeling 3. Tidak  lama berselang, tiba-tiba Mahdian  didatangi sejumlah  bandit yang berteriak-teriak seraya mengayun-ayunkan kelewangnya.  “Di mana keretanya, di mana keretanya,” teriak para maling sawit ini.
 

Tiba-tiba dikerubuti seperti itu, Mahdian  terkejut bukan kepalang. Dan belum sempat memberikan jawaban, ayunan parang langsung mengobrak abrik ruangan kantor. Peraralatan kantor seperti kursi dan meja porak poranda akibat ditebas kelewang. Masih belum puas, ayunan kelewang selanjutnya diarahkan ke tubuh Mahdian. Untung ia  sempat menghindar.  Namun demikian, ujung kelewang sempat mengenai pelipis sebelah kiri korban. Darah mengucur dari luka itu.

Setelah membacok korban, maling sawit yang berjumlah sekitar 20 orang itu kemudian melenggang meninggalkan lokasi kejadian. Suasana di afedeling tersebut sungguh mencekam. Beberapa karyawan di sana serta petugas keamanan perkebunan yang menyaksikan kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan melarikannya ke Rumah Sakit PTPN II Tanjung Selamat.

Petugas sekuriti dikebun tu, Yatiman, Anton Pengabean dan Irwan Harahap menyampaikan, pagi hari sebelum kejadian  sekira pukul 08.00 WIB, mereka melakukan patroli rutin setiap pagi di areal Afdeling 3. Mereka kemudia  menemukan tumpukan tanda buah segar (TBS) sebanyak 200 janjang yang beratnya sekitar 2 ton. Selain itu ada sepeda motor, sementara para maling keburu kabur begitu ada patroli datang.

Menurut Yatiman ,  melihat jejak areal sawit yang baru dicuri, tumpukan TBS yang mereka temukan itu diyakini adalah sisa hasil curian yang belum sempat terangkut. Diperkirakan sudah ada antara  5 s/d 6 ton TBS hasil curian yang sudah diboyong para maling tersebut.

 Atas kejadian tersebut, pihak PTPN setempat telah melaporkan kejadiannya ke Polsek Padang Tualang. “Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan oleh oleh jajaran polsek tersebut,”,ucap Yatiman yang diamini Anton Pagabean dan Irwan Harahap.

Menyikapi hal tersebut Manajer Distrik Rayon Utara PTPN.II Jhon Lee yang didampingi Humasnya Indra Putra.SE sangat menyayangkan dan prihatin atas kejadian yang menimpa Manejer kebun air tenang.Ini bukan yang kali pertama mereka lakukan terhadap para karyawan pimpinan maupun karyawan biasa.

Sebelumnya juga tepat pada 17 Agustus 2016 lalu karena aksinya dipergoki oleh security, puluhan orang juga melakukan penganiayaan kepada tiga orang scurity hingga babak belur. Jhon Lee  minta kepada pihak kepolisian Polsek Padang Tualang agar mengusut kasus ini hingga tuntas. Tangkap  pelaku pembacokan dan para pencuri TBS.

Akibat perbuatan mereka, selain karyaran menjadi korban luka, pihak  PTPN.II juga telah mengalami kerugian. Ketika ditanya berapa nilai kerugian yang telah dialami akibat berbaai kasus pencurian sawt tersebut, mereka  belum bisa memastikan berapa nilai kerugiannya. “Masih  belum sempat menghitung,” ujar Jhon Lee yang diamini Indra Putra.()

Polda Sumut Harus Turun Tangan
Harapan Jhon Lee agar pelakukan segera dituntaskan patut menjadi perhatian Polres Langkat. Kalau kejadian pencurian sudah berulangkali, sudah itu secara terang-terangan menyerang karyawan kebun dengan senjata tajam, ini menandakan aksi premanisme masih marak di Kabupaten Langkat ini.

Kalau aksi premanisme bisa ditekan, tidak masuk akal rasanya masih ada bahkan bisa  berulangkali  terjadi,  gerombolan penjahat yang nekat mencuri sawit, sudah itu kalau kepergok, langsung main bacok. Untuk mencegah kejadan yang lebih parah, seyogyanya pihak Polda Sumut ikut bersama-sama dengan Polres Langkat melakukan penekanan kejahatan di wilayah perkebunan tersebut.

Masalahnya, kalau aib ini sampai jadi gunjingan di negeri orang, bisa runyam dan malu-maluin. Harap maklum, pengoperasian kebun di Langkat adalah bentuk kerja sama pihak PTPN II dengan investor di Malaysia. Ini sudah lama diketahui khalayak ramai.

Presiden Jokowi sudah berusaha keras untuk mengundang pengusaha asing untuk menanaman investasinya di Indonesia. Berbagai kemudahan, fasilitas, dan keamanan akan dijamin. Untuk memenuhi janji Presden Jokowi tersebut, maka pihak Polda Sumut dan Polres Langkat harus bergegas membenahi masalah ini. (red)

      

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top