yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: LNK Gunakan Aparat Usir Petani Dari Tanahnya
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Langkat-News Metrolangkat.com Salah seorang warga terluka pasca bentrok Warga yang...


Langkat-News Metrolangkat.com


Salah seorang warga terluka pasca bentrok

Warga yang bertahan
Suasana okupasi
Berdalih pembersihan lahan dari pengarap atau kelompok tani, sekitar 500 personel gabungan aparat keamanan melakukan penggusuran secara paksa lahan milik para petani yang tergabung di Serikat Petani Indonesia (SPI) di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Sabtu kemarin.

Aparat gabungan itu terdiri dari aparat Kepolisian Resort Langkat, Kodim 0203, Satpol PP, Sat Brimob dan anggota  TNI. Dalam penggusuran itu juga dikerahkan puluhan alat berat. Dalam peristiwa itu, 13 orang mengalami luka berat dan ringan. Di antaranya 1 orang anak-anak dan 3 orang wanita.

Ketua Dewan Pengurus Cabang SPI Kabupaten Langkat, Suriono, mengatakan aksi penggusuran paksa itu terjadi Jumat, 18 November 2016. “Sudah sering aparat kepolisian dan TNI mau menggusur, tapi berhasil kami redam setelah kami jelaskan adanya konflik atas lahan petani,” ujarnya, Sabtu, 19 November 2016 kemarin.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah SPI Sumatera Utara, Zubaidah, mengutuk keras keras tindakan penggusuran paksa oleh aparat kepolisian dan TNI. Tidak ada alasan bagi aparat keamanan melakukan tindak kekerasan terhadap para petani.

"Banyak cara yang sebenarnya bisa ditempuh untuk menyelesaikan konflik pertanahan yang ada, bukan dengan cara penggusuran, apalagi melakukan tindak kekerasan.", kata Zubaidah.

Sementara dikutip dari halaman Fb ( Face book) humas Polres Langkat menanggapi persoalan yang terjadi  menyebutkan.Yang bersangkutan (masyarakat kelompok tani-red) diduga melakukan tindakan anarkhis pada saat penyampaian pendapat.

Polri sudah memperingati dan menghimbau kepada pihak yang menyampaikan pendapat untuk tidak anarkhis. Polri dibawah lindungan Undang - Undang, diberi kewenangan untuk melakukan tindakan kepolisian dan upaya paksa yang dianggap perlu baik dalam membela diri maupun upaya untuk melakukan tindakan yang tegas dan terukur.

Ada banyak pemberitaan yang diberitakan tidak sesuai dengan fakta yang ada. Berita untuk membuat provokasi untuk memperkeruh masalah.
Agar dapat dipahami, bahwa Polres Langkat sama sekali tidak memiliki kepentingan terhadap areal pembersihan lahan.

Polres Langkat bekerja dengan Peraturan dan Perundang - undangan yang berlaku.Seharusnya kepada pihak pemberitaan untuk mengklarifikasi informasi yang didapat dengan Pihak Instansi terkait.]

Ibu-ibu dan Anak-anak Hadang Petugas

Bentrokan warga dengan aparat keamanan ini berawal dari adanya upaya pengamanan pembersihan lahan milik PT LNK yang sudah dikuasai oleh Pok Serikat Petani Indonesia (SPI) Mekar Jaya pimpinan Khoherman, Jumat, (18/11) pukul 14.30 WIB.

Lahan yang akan diamankan luasnya 554,56 hektar yang berada di Divisi III Perkebunan LNK Gohor Lama di areal Lingkungan II Ttti Panjang Batu Lapan Kelurahan Bingei, Dusun Batu Enam Desa Kebum Balok, dan Dusun Mekar Jaya, Kecamatan Wampu Langkat.

Namun sebelum petugas tiba di lokasi, di Lingk. II Titi Panjang Batu Lapan Kel. Binge, sekira pukul 10.00 wib,  sekitar 100 orang warga, kebanyakan perempuan dan anak-anak, menghadang dengan posisi berdiri di jalan untuk menghalangi masuk petugas yang akan melakukan pengamanan4. Atas aksi penghadangan tsb dilakukan upaya Kepolisian sbb :

Petugas kemudian melakukan perundingan di lokasi dengan  Ketua SPI, Khoherman dan  5 anggotanya  dengan Kabag Ops, Kapolsek Stabat dan Kasat Intel. Petugas minta agar masyarakat jangan menghalangi tugas polisi. Selain itu diminta agar pihak penggarap tidak melibatkan anak-anak dan perempuan. 

Polisi minta kepada pihak SPI agar melakukan upaya hukum bila memang mempunyai alas hak yang kuat atas kepemilikan tanah tersebut. Sejauh ini, menurut polisi dalam mediasi itu, secara hukum tanah itu adalah milik PT LNK sesuai dengan sertifikat yang mereka miliki. .

Upaya mediasi gagal lantaran pihak Pok SPI memilih tetap bertahan. Karea tidak juga mau meninggalkan lokasi akhirnya polisi menghalau massa dengan mengedepankan petugas Polwan Polres Langkat untuk meminta massa agar bubar. Massa tetap saja bertahan. Upaya pengusiran massa kemudian dilanjutkan oleh pasukan Sabhara Polres Langkat dan  Brimob.

Melihat ini masyarakat bukannya takut, mereka malah memberikan perlawanan dengan menyerang petugas pakai kayu dan bambu runcing. Akibat perlawanan itu, tiga petugas polisi luka ringan. Yakni,  Ipda Ardian Yunan,  luka ringan di tangan sebelah kiri, Brigadir Edi Sembiring, luka dibibir dan dipipi kena  pukulan kayu. Sedangkan Briptu Irfan Syahputera SH, luka  dipunggung. Selanjutnya mereka  divisum di RS. INSANI Stabat.

Upaya pengamanan baru bisa diredam sekira pukul 14. 15 WIB. Kapolres Langkat AKBP Mulya Hakim S.SIK, yang ikut mengamankan lokasi bersama anggotanya kemudian melakukan pembersihan lahan dan penyisiran di Posko dan gubuk. Dari kedua tempat itu polisi menemukan satu goni batu kerikir yang diduga akan dipakai untuk melempar petugas, dan bom molotop. (red)


About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top