yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Larangan Pemko Odong-Odong Masuk Kota Di Cuekin
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
BINJAI-News Metrolangkat.com Odong-odong yang tak bisa dilarang. Aturan yang dikeluarkan Pemko Binjai tentang larangan odong-odong mel...


BINJAI-News Metrolangkat.com
Odong-odong yang tak bisa dilarang.

Aturan yang dikeluarkan Pemko Binjai tentang larangan odong-odong melintas di kota ternyata tidak diindahkan.


Sampai hari ini, , Selasa (15/11/2016), odong-odong masih terlihat bebas melintas di inti kota bahkan di jalan raya.


Pantauan tribun-medan.com,  hampir setiap harinya odong-odong melintas di jalan inti kota seperti jalan Sudirman. Tidak hanya itu odong-odong tersebut juga melintas di jalan lintas seperti di jalan Soekarno Hata dan di Jalan juanda.

“Kok nekat sekali melintas di Jalan Soekarno Hatta? Ini kan jalan raya. Kalau terjadi apa-apa siapa yang mau bertanggung jawab?” ucap Ita warga Binjai Timur.

Odong-odong memang digemari banyak orang di Binjai, terutama oleh anak-anak. Dengan membayar Rp 5 Ribu, bisa berkeliling di inti kota Binjai bahkan di jalan raya seperti Jalan Juanda.

Kabag Humas Pemko Binjai Hendrik Tambunan membenarkan adanya aturan melarang melintasnya odong-odong di jalan raya atau inti kota Binjai.  Bahkan sebelumnya, Pemko sudah melakukan razia terhadap odong-odong tersebut.

Hanya saja, Hendrik mengakui odong-odong saat ini kembali marak melintas di inti kota Binjai.
“Sebelumnya sudah pernah kita bahas dan sudah pernah di razia. Namun memang belakanga hari ini odong-odong kembali marak melintas di Binjai,” jelasnya

Dalam larangan tersebut, Pemko Binjai melalui Dinas Perhubungan telah instruksikan bagi pengusaha odong-odong untuk tidak melakukan operasi di tengah Kota. Untuk itu, Pemko Binjai meminta odong-odong tersebut hanya beroprasi di pinggiran Kota Binjai saja.

Ia juga tidak menampik, banyaknya odong-odong bermunculan di Kota Binjai menjadi hiburan bagi anak-anak. Namun, pemilik odong-odong tersebut harus mengutamakan safetykepada pengguna odong-odong tersebut

"Seharusnya memang odong-odong tersebut beropasi di pinggir kota dan lajunya jangan terlalu kencang, sehingga bisa menjadi hiburan sama anak-anak. Untuk itu harus utamakan keamanan untuk konsumennya yang lebih didominasi anak-anak,” ucapnya. (int)

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top