yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Hebatkan.? Napi Lapas Palembang Tipu Karyawan Alfamart Rp 24 Juta Melalui Telpon
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
BINJAI - News Metrolangkat.com Waralaba Alfamart Jalan Jamin Ginting, Binjai Selatan, mengaku tekor hingga Rp 24 juta lebih, karena telah ...


BINJAI - News Metrolangkat.com

Waralaba Alfamart Jalan Jamin Ginting, Binjai Selatan, mengaku tekor hingga Rp 24 juta lebih, karena telah ditipu seseorang melalui telepon. Menurut laporan Puspa Melisa, karyawan Alfamart ke kantor Polisi menyebutkan awalnya dia didatangi oleh seorang laki-laki warga Namo Trasi, Kecamatan Sei Bingai, Langkat sambil membawa telepon.

Setiba di dalam Alfamart, pria itu memberikan teleponnya kepada Puspa. Dalam pembicaraan mereka, Puspa mengaku disuruh untuk mentransferkan pulsa ke nomor yang dikirimkan pria dari seberang telepon itu.
"Jumlah pulsanya mencapai Rp 24 juta lebih. Setelah sudah ditransfer, teleponnya langsung mati," kata Puspa, Rabu (9/11) sekitar 18.30 wib.

Puspa juga meminta pria yang datang ke gerai Alfamart itu untuk membayar uang pulsa yang dikirimkannya. Namun, pria tadi mengaku sama sekali tidak mengenal pria yang menghubungi dia. Kasat Reskrim AKP Bambang Herianto Tarigan SH membenarkan kejadian tersebut. Dijelaskannya, hal itu adalah modus baru penipuan. "Pelakunya berasal dari lapas di Oki, Palembang.

AKP Bambang H Tarigan
Kami tahu setelah mengecek nomor telepon yang dipakai pelaku menghubungi korban," kata AKP Bambang Tarigan. Awalnya, dijelaskan Bambang, si pelaku menghubungi seseorang yang tinggal di Langkat. Disitu, pelaku menyebutkan dia adalah karyawan Telkomsel dan mengatakan kalau korban pertama mendapatkan hadiah sebesar Rp 8 juta.

"Sebelum memberikan hadiah kepada korban pertama, pelaku menyuruh korban mentrasferkan uang dengan alasan administrasi," jelas Bambang. Korban pun menuruti arahan pelaku dari seberang telepon dan menuntun korban ke ATM. Tapi, beruntung, korban tidak memiliki uang di ATM. Kemudian pelaku menginstruksikan kalau mereka bisa menerima pembayaran administrasi dari Alfamart.

"Korban langsung pergi ke Alfamart tanpa sadar dia akan ditipu. Bahkan, pelaku juga menyuruh jangan mematikan teleponnya. Disitu, korban memberikan teleponnya kepada pegawai Alfamart," jelas Bambang.
Dari pembicaraan antara pelaku dan korban dari Alfamart, disitulah pelaku melancarkan aksinya. "Saat ini, kasusnya masih kami selidiki. Kami juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah tertipu dengan iming-iming memenangkan hadiah," ujar Bambang. ( rki

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top