yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Dari Jaman Ali Umri Hingga Idaham, Pasar Berngam Tetap Mubazir
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
BINJAI-News Metrolangkat.com PASAR MODREN BERNGAM YANG MUBAJIR Pasar modern Mega Loss Berngam, yang terletak di jalan Jambore, keluraha...


BINJAI-News Metrolangkat.com
PASAR MODREN BERNGAM YANG MUBAJIR

Pasar modern Mega Loss Berngam, yang terletak di jalan Jambore, kelurahan Berngam, Binjai Kota, kini mangkrak dan tidak ada seorang pedagang pun yang mau berjualan di tempat tersebut. Sepinya pembeli, menjadi alasan utama para pedagang enggan berjualan di pasar modern tersebut.

Pantauan METRO BINJAI, Selasa (15/11), pasar modern Mega Loss yang berada di kelurahan Berngam tersebut, terkesan tidak terurus dan tidak ada aktivitas sama sekali. Bahkan, pintu pintu yang berada di bawah meja kios, semuanya hancur, dan tidak di jumpai lagi daun pintu yang tersisa.


Menurut Manik, yang mengaku sebagai warga sekitar pasar Berngam, Pasar modern Mega Loss Berngam, sudah setahun ini terbengkalai dan tidak ada aktivitas jual beli layaknya sebuah Pasar.

"Dulu waktu pertama di bangun, memang ada yang berjualan, tapi karena tidak laku, pedagang jadi malas berjualan. Jadinya Mubazir, malah sekarang pintu pintu yang berada di bawah meja habis semuanya karena setiap hari anak sekolah bermain di tempat ini," ucap Manik sembari menunjukkan semua pintu yang terdiri dari 60 meja tersebut, tidak tersisa satupun daun pintunya.

"Lihat sendiri lah bang kondisinya, kamar mandinya juga tertutup, dan air tidak jalan, bahkan pos penjagaan juga di tutup, dan Musholla yang ada nyaris jarang dibuka, malah kalau saya dengar, bulan depan mau serah terima antara dinas pajak dengan pihak Pemko Binjai," sambungnya.

Sementara itu, ketua BCW (Binjai Corruption Watch), Gito Mengatakan, pasar modern Mega Loss Berngam, awalnya dibangun pada tahun 2004.

"Sekitar tahun 2004, di masa kepemimpinan Bapak Ali Umri menjabat sebagai Walikota Binjai, di tempat tersebut sudah di buat pasar tradisional, yang terdiri dari ratusan meja Loss dan kios. Pembangunannya sendiri di percayakan kepada pihak pengembang, sementara Pemko Binjai cuma menyediakan Lahan," ucapnya.

Gito juga mengatakan, seiring berjalannya waktu, Pasar Tradisional hancur dan rata dengan tanah, karena para pedagang enggan berjualan di tempat tersebut.

"Baru pada tahun 2014, di masa kepemimpinan walikota Binjai HM Idaham, pasar tradisional Berngam yang sudah rata tersebut, di bangun kembali dengan sistem rekanan, melalui anggaran dari pusat, dan di beri nama Pasar Modern Mega Loss Berngam," tambah Gito.

Pembangunan pasar tersebut, dinilai Gito tidak tepat sasaran dan sangat merugikan. Apalagi pembangunan yang sekarang terkesan mangkrak, membuat proyek tersebut menjadi mubazir.
"Harus ada pertanggung jawaban, dalam hal ini Sekretaris daerah (Sekda) selaku petinggi eksekutif, harus bisa mempertanggung jawabkannya," demikian Gito.(Mail)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top