yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Cendekiawan Anak Batu Malenggang : Prof Fadli Arbi, Guru Besar UGM Bersilaturahmi ke Kantor Harian Metro Langkat
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Prof Fadli Arbi Stabat-News Metro Langkat Diam-diam ternyata anak dari Desa Batu Malenggang ...

Prof Fadli Arbi

Stabat-News Metro Langkat

Diam-diam ternyata anak dari Desa Batu Malenggang Kabupaten Langkat bisa  menjadi Guru Besar di Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Cendekiawan yang masih belia ini bahkan harus terbang ke beberapa unniversitas di Tanah air, di luar negeri seperti Belanda, Australia, Brunai Darussalam, dan sebagainya untuk memberikan ceramah lmu filsafat yang digelutinya atau memberikan mata kuliah.  

Lebih jauh sosok anak Melayu Langkat ini dikenal sebagai Prof M Fadli Arbi lahir 34 tahun yang lalu di Batu melenggang. Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat.  Masa remajanya sekolah di MAN-2 Tanjung Pura.

Selepas itu Ia memperoleh gelar S I Jurusan Filsafat di Universitas Gajah Mada (UGM), gelar Doktor (S-3) di Rusia dan gelar Profesor di Oslo Norwegia dan UGM.  Karena pernah mengecap pendidikan di beberapa negara, maka dosen terbang  disejumlah perguruan tinggi lainnya ini bisa mengasai belasan bahasa dunia.

Kendati sejumlah gelar akademik sudah diraihnya, tapi dalam kesehariannya,Ia tampak bersahaja. Tidak tampak sedikitpun ada rasa sombong karena berbagai kelebihan tersebut. Busana bahkan sekujur tubuhnya tak sedikitpun dibalut dengan perhiasan intan atau permata.

Kebersahajaannya semakin kental karena ketika teman berbicara atau mengomentari sesuatu, Ia tidak tampak reaktif. Selalu dibiarkannyalawan bicara mengakhiri percakapannya. Padahal biasanya kalau orang sudah terlalu pintar selalu merasa dirinya yang paling hebat dan kerap pula tidak memberikan kesempatan untuk lawan bicaranya berpanjang-panjang,

Dengan segudang kelebihannya itulah maka Kami sungguh merasa terhormat dengan kedatangannya ke Kantor Harian Metro Langkat, Senin (28/11). Dia datang bersama beberapa temannya untuk bersilaturrahmi dengan para pengasuh media untuk masyarakat Langkat ini.

Cukup lama beliau berbincang dengan Kami yang hadir menerimanya, Pemimpin Umum Darwis Sinulingga, Wakil Pemimpn Umum Zainal Nasution, dan H Affan Bey Hutasuhut. Pesan yang disampaikannya cukup bernas.

Guru Besar ini berharap agar ke depan surat kabar ini harus memiliki roh yang kuat. Yakni menjadikan puak Melayu dengan tradisi dan kebudayaannya sebagai kekuatan untuk tetap tegaknya masyarakat koran ini bersama kaumnya di derah ini.

Masyarakat Melayu, terutama di Langkat semakin lama semakin kehilangan jati diri. Penggunaan bahasa lokal Melayu sedikit demi sedikit mulai tergerus di makan masa akibat berbagai pengaruh dari luar.

Padahal di masa Kesultanan Langkat dulu, masyarakat di bumi bertuah ini cukup termasyhur karena kemajuan bidang pendidikannya. Daerah Langkat adalah yang pertama kali menjadi kota pendidikan, barulah menyusul Yogyakarta. Tapi kini apa yang terjadi, orang pun sudah banyak lagi mengenal nama Langkat.  

Dalam banyak hal, Metro Langkat harus berbuat untuk kepentingan penguatan kembali Melayu Langkat ini. “Media sangat kuat untuk dapat mengajak masyarakat dalam menghadapi berbagai perubahan. Karena itulah Saya berpesan jadilah media ini sebagai sarana untuk kebangkitan Melayu,” kata Muhammad Fadli menegaskan.

Banyak hal yang telah diperbincangkan cendekiawan belia dari Batu Malenggang ini. Dari semua pesan itu, sebagai pengasuh media ini, Kami tentu akan lebih dulu mengedapankan harapan agar menjadikan Puak Melayu sebagai roh Harian Metro Langkat.

Beriring salam dan ucapan terima kasih Kami sampaikan saat Beliau beranjak pamit dari Kantor Harian Metro Langkat. Tahniah dan semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat kesehatan, kekuatan, dan segala ilmu yang dibagikan kepada sesama insan menjadi amal ibadah yang baik. Amin.  


About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top