yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Bang Ondim Syukuran Laut Bersama Warga Pulau Kampai
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Bang Ondim bersama Ketua Cana di Pulau Kampai Bang Ondim di Pulau Kampai hadiri Syukuran Laut Bang Ondim yang juga Ketua HNSI ...
Bang Ondim bersama Ketua Cana di Pulau Kampai

Bang Ondim di Pulau Kampai hadiri Syukuran Laut
Bang Ondim yang juga Ketua HNSI

Pulau Kampai-News Metro Langkat

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Sumatera Utara H Syah Afandin, SH (Ondim) dan Terbit Rencana Perangin Angin, SE (Cana) selaku Ketua DPRD Kabupaten Langkat, tampak membaur pada acara syukuran laut sekaligus penyantunan anak yatim di desa Pulau Kampai tanah betuah tersebut, Rabu (23/11).

Dari rangkaian kegiatan itu, masyarakat setempat berharap dengan dilaksanakan acara tersebut dapat menumbuhkan tali silaturrahmi antara sesama nelayan yang berada di Kecamatan Pangkalan Susu.

Dalam kesempatan itu, Amir Husein selaku kepala Desa Pulau Kampai, juga menyampaikan kepada H Syah Afandin SH, dan Terbit Rencana PA, SE, bahwa apa yang selama ini diinginkan masyarakat seperti, jembatan antara penghubung kecamatan Pematang Jaya Desa Seran Jaya, dengan desa Pulau Kampai itu, dapat direalisasikan keberadaannya.

"Jika keberadaan jembatan itu dapat diwujudkan, maka masyarakat dengan mudahnya menggangkut hasil bumi yang ada di desa dan Objek wisata yang ada dapat dilalui lewat akses jalan darat oleh wisatawan lokal maupun mancanegara," cetus Amir Husein.

H Syah Afandin SH, dalam sambutannya menegaskan akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengembangkan hasil potensi objek wisata, seperti pantai yang ada di Tanah Betuah itu, agar dapat dikenal masyarakat luar dan manca negara.

"Tidak ada yang mustahil untuk dilaksanakan, jika segala sesuatunya dilakukan dengan management yang baik. Koordinasi searah dan akurat antara Pemkab Langkat dan Pemrovsu harus berjalan dengan sinergis melalui jajaran terkaitnya, disertai dengan keterlibatan stcok holder pecinta wisata yang benar-benar peduli akan pemberdayaan potensi alam terhadap pendayagunaan kealamian wisata," ujar H Syah Afandin dengan penuh semangat.

Disisi lain menurut Ondim yang dikenal menjadi panggilan akrab H Syah Afandin, juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumatera Utara, meminta kepada masyarakat pesisir khususnya yang berprofesi sebagai nelayan, agar sepenuhnya memberikan kepercayaan kepada HNSI untuk bisa memperjuangkan hak-hak dan kepentingan nelayan, menghargai dan menjunjung tinggi profesionalis nelayan, independen dan jauh dari kepentingan politik.

"Terpinggirkannya nelayan dalam proses politik dan hukum terjadi karena sangat lemahnya posisi tawar nelayan kita di mata pemerintah. Pada tingkat politik nelayan merupakan aktor terlemah dalam relasi kekuasaan pengelolaan sumberdaya.

Secara politik, nelayan tidak berdaya menghadapi industri yang merusak laut maupun menghadapi kekuatan luar, global, kapital dan negara. Dari aspek hukum lemah karena tidak ada perlindungan terhadap hak-hak komunal pesisir atau nelayan (hukum adat dan kearifan local dalam konsep pengelolaan SD pesisir dan lautan).

Bagaimana posisi tawar nelayan tidak menjadi lemah, kalau produk hukum yangdilahirkan pun mereka (nelayan) tidak mendapatkan legitimasi," ucapnya saat berbincang dengan Metro Langkat.

Lebih lanjut Ondim membeberkan bahwa fenomena dan fakta tersebut di atas tentu bisa dipahami karena berkaitan erat dengan strategi dan kebijakan pemerintah masa lalu yang menganaktirikan sumberdaya pesisir dan lautan. Diperparah dengan konfigurasi kebijakan ekonomi bahwa sumberdaya perikanan laut adalah milik bersama (common property), sentralistik dan mengabaikan pluralisme hukum masyarakat.

"Kebijakan wilayah pesisir dan lautan yang didasarkan pada doktrin “common property” telah menyebabkan wilayah laut nasional menjadi arena pertarungan di bawah kekuasaan “hukum samudra,” siapa yang kuat akan keluar sebagai pemenangnya.
Konsekuwensi logisnya, selain gagal memberikan perlindungan hukum bagi pelaku-pelaku utama dan sumberdaya alam, juga kerugian yang timbulkannya cukup besar baik secara ekonomi sumberdaya (overeksploitasi), ekologis (kerusakan ekosistim sumberdaya alam pesisir dan laut (perikanan)), maupun kemiskinan structural yang diderita oleh masyarakat pesisir-nelayan kita," terang Ondim.

Sementara Terbit Rencana PA, SE, sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Langkat, dalam sambutannya berjanji akan akan berkordinasi dengan H Ngogesa Setepu selaku Bupati Langkat, untuk membahas tentang pembuatan jembatan yang akan di bangun di Desa Pulau Kampai, untuk kemudian dapat diagendakan menjadi pembahasan utama di DPRD Langkat untuk direalisasikan.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Langkat tersebut memberikan batuan untuk Mesjid Baiturrahman sebesar Rp10 Juta dan Surau Al Yatim sebanyak Rp2,5 Juta.

Ketua DPRD Kabupaten Langkat itu juga menyantuni 41 anak-anak yatim piatu yang ada di desa Pulau Kampai. Dan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan alat-alat perikanan oleh Kadis Perikanan dan Kelautan Kabupaten Langkat Drs Subianto.

Adapun kelompok yang mendapatkannya adalah, Maju Jaya (Benih Ikan Krapu), Kelompok Karang Taruna (Pengolahan Terasi), Kelompok Bakau Mas Desa Lubuk Kertang (Benih Ikan), Kelompok Seroja (Pengolahan Terasi),serta masing-masing kelompok dibekali sarana pengolahan ikan.

"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat dan tokoh masyarakat serta perangkat Desa Pulau Kampai, dengan dukungannya dapat bekerjasama dengan baik untuk terselenggaranya acara ini dengan sukses," ujar M Yusuf K didampingi Said Usman, masing-masing selaku Ketua Rukun Nelayan Desa Pulau Kampai dan Ketua Panitia Pelaksana kegiatan Kenduri atau syukuran laut itu.

Sedangkan Drs H Sulistianto, MSi selaku wakil Bupati Langkat, juga menuturkan agar pembangunan jembatan akan terlaksana dengan secepatnya.

Untuk memeriahkan Kenduri Laut/Sukuran, yang kerap dilaksanakan setiap tahunnya itu, sebelum dimulainya acara syukuran tersebut, para tamu undangan menyempatkan berjiarah di kuburan Kramat Yang Panjang Mencapai (8) Meter dan yang satunya lagi berukuran (7) meter.

3 Hari sebelumnya, masyarakat setempat mengadakan zikir akbar dan tausah. Dengan khusuk mereka berdoa, agar diberikan rezeqi yang berlimpah.

Pantauan Metro Langkat di tengah-tengah kesibukan acara tersebut, tampak pengamanan yang dikawal ketat dari TNI AL, Pos Angkatan Laut Pangkalan Susu (POSAL), Koramil Pangkalan Susu dan dari Polsek Pangkalan Susu, demi kesuksesan acara syukuran laut tersebut. (dud)

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top