yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Ambil Paksa Kendaraan, Perbuatan Dept Collector Melangar Pasal 368 KUHP
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
SURABAYA - News Metrolangkat.com Debt collector saat merampas sepeda motor.(Ilustrasi) Empat o...




SURABAYA - News Metrolangkat.com

Debt collector saat merampas sepeda motor.(Ilustrasi)
Empat orang yang bekerja sebagai debt collector di PT JGO Suses Bersama Surabaya dibekuk Unit Tipiter Satreskrim Polrestabes Surabaya, Senin (14/11/2016).

Empat orang yang diringkus polisi, yakni Wahyu Margahadi (46), warga Jl Kedung Klinter Surabaya, Sudiyono (34),warga Tembok Gede Surabaya, Romadon Eko (19), warga Perum Pranti Baru Sidoarjo, Setyohadi (38), warga Banjar Sugihan Surabaya, Havivi (29), warga Siwalankerto Surabaya, M Toha (35), wargaa Tenggumung Surabaya dan Alfian (21), warga Banyu Urip Surabaya.

Mereka ditangkap polisi di Jl Diponegoro Surabaya, lantaran menghentikan secara paksa dan merampas sepeda motor milik Abdul Rosyid. Saat itu, Abdul Rosyid sedang menggendarai motor Honda Beat dengan nomor polisi L 6577 GY milik Adi Susanto melintas di Jl Diponegoro, Senin (14/11/2016) pukul 14.00 Wib.

Tanpa diduga, tiba-tiba Abdul Rosyid dihentikan kawanan dept collector yang dipimpin Setyohadi. Setyohadi dkk hendak merampas motor yang dibawa Abdul Rosyid, lantaran dianggap menunggak angsuran kreditnya. Setyohadi dkk mengajak Abdul Rosyid ikut dan hendak dibawa ke salah satu lembaga pembiayaan keuangan.

Karena sepeda pinjaman, Abdul Rosyid mencoba menghubungi sang pemilik motor, Adi Susanto. Tapi para kawanan dept collector terus memaksa dan terjadi adu mulut dan ribut. Saat adu mulut, ternyata ada anggota Unit Tipiter Satreskrim Polrestabes Surabaya yang sedang melintas di Jl Diponegoro. Akhirnya Setyohadi dkk diamankan dan dilakukan pemeriksaan. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata surat tugas Setyohadi dkk sudah habis.

“Kami melakukan penangkapan tujuh dept collector, karena melakukan aksi anarkis dan sweeping pengendara motor. Alasannya angsuran kreditnya bermasalah." "Ini tidak boleh dilakukan para dept collector,” kata AKBP Shinto Silitonga, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Selasa (15/11/2016).

Shinto mengimbau masyarakat jangan takut menghadapi dept collector yang melakukan sweeping dan berusaha mengambil paksa kendaraan. Karena itu merupakan tindakan melawan hukum. “Dept collector tidak berhak mengambil paksa barang dari seseorang, kendati angsuran kredit bermasalah."

"Seharusnya lembaga pembiyaan mengajak petugas (polisi) untuk melakukan penyitaan barang,” jelas Shinto. Atas tindakan yang dilakukan para dept collector, polisi bakal menjerat dengan pasal 368 KUHP atau 335 KUHP tentang tindakpidana pemerasan atau perbuatan tidak menyenangkan. Ancaman hukuman selama sembilan tahun.

Setyohadi, salah satu tersangka membantah jika melakukan perampasan secara paksa saat hendak mengambil motor. “Saya ngomong baik-baik di jalan, tidak ada pemaksaan. Karena memang kami ditugasi untuk mengambil motor yang angsuran kreditnya tidak selesai-selesai,” aku Setyohadi. (fat)


About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top