yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Upaya Penyelamatan Melalui Rembug Paripurna Luar Biasa KTNA
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Pengurus KTNA Karang Baru –News Metrolangkat.com Terkait peristiwa yang terjadi pada 01 Oktober 2016 yang lalu, bertempat di Hotel G...
Pengurus KTNA


Karang Baru –News Metrolangkat.com

Terkait peristiwa yang terjadi pada 01 Oktober 2016 yang lalu, bertempat di Hotel Grand Arya Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang, telah dilaksanakan Rembug KTNA Kabupaten Aceh Tamiang yang dihadiri oleh : pengurus KTNA Provinsi Aceh, Junaidi, SE (Sekretaris), Jumaidi, SP (Wakil Ketua), Juhelmi Yunus, BSc (Wakil Sekretaris), Drs. Samidan (Bedahara), dihadiri pengurus KTNA Kabupaten Aceh Tamiang, Hendra Vramenia, SH (Ketua), Rudi Hartono (Sekretaris), M. Nurdin (Bendahara), Sugiono, SH (Wakil Ketua 2), Paimin (Wakil Ketua 3) dan 11 pengurus KTNA Kecamatan yang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara.

Munculnya Pernyataan Hendra Vramenia di media beberapa waktu yang lalu, menyampaikan,”Bahwa rembug paripurna luar biasa yang dilaksanakan tersebut ilegal, merupakan bentuk intervensi dan pelemahan terhadap upaya-upaya penguatan Kelompok Tani dan perbaikan tata kelola Pertanian yang selama ini gencar dilakukan oleh KTNA Aceh Tamiang.

Pernyataan Hendra Vramenia tersebut membuat beberapa pengurus berang dan menyampaikan jawaban atas pernyataan tersebut,”Kegiatan rembug Paripurna Luar biasa KTNA Aceh Tamiang, bukan upaya pelemahan, tapi merupakan upaya penyelamatan KTNA, yang sebelumnya sudah dibawa keluar program,”jelas Sugiono dan Rinaldi Afrizal saat temu Pers di Tamiang Cafe jalan Ir.H.Djuanda, kecamatan Karang Baru, Jum’at (14/10).

“Rembug tersebut terjadi, intinya tidak adanya transparan dalam program-program KTNA Aceh Tamiang, kebijakan keuangan yang tidak memihak KTNA kecamatan, adanya reshafle pengurus KTNA Kabupaten Aceh Tamiang secara sepihak. Kalau ada yang menyampaikan rembug luar biasa KTNA Ilegal, adalah pendapat yang keliru, rembug KTNA luar biasa sah, telah dikonsultasikan dengan KTNA Aceh, KTNA Pusat dan dihadiri oleh 4 pengurus KTNA Aceh, dihadiri pengurus KTNA Aceh Tamiang, termasuk didalamnya Hendra Vramenia, dan dihadiri 11 KTNA Kecamatan," Ujar Sugiono.

Sugiono juga menjelaskan terkait dua orang Pengurus  KTNA Kecamatan yang sudah habis masa jabatannya, menurut Hendra Vramenia tidak sah dalam haknya untuk ambil andil dalam rembug tersebut, apalagi terpilih menjadi Majelis Pimpinan rembug, pernyataan tersebut sangat-sangat keliru, memang benar kedua pengurus tersebut telah habis masa jabatannya, namun mereka telah melaksanakan pemilihan pengurus baru, hanya saja Sknya yang belum dikeluarkan oleh KTNA Aceh Tamiang dan saat pemilihan Ketua KTNA Kecamatan, pengurus KTNA Aceh Tamiang turut hadir.

“Masih soal dua orang pengurus KTNA kecamatan yang sudah mati Sknya, hal tersebut pernah dikonsultasikan pada Junaidi.SE Sekretaris KTNA Aceh, yang menyatakan, Pengurus lama belum dibekukan, pengurus baru belum keluar Sknya, berarti kepengurusan lama masih berfungsi," ungkap Sugiono.

Sugiono menambahkan bahwa Dewan pembina untuk KTNA Aceh Tamiang yaitu, Bupati Aceh Tamiang, Asisten I Sekdakab Aceh Tamiang, Dinas terkait, Instansi terkait, hal tersebut jelas tertuang pada BAB V pasal 11, dan mereka berhak melakukan pembinaan terhadap KTNA.

”Saya sependapat dengan Hendra Vramenia, sanksi tegas harus diberikan pada para Pengurus KTNA Aceh Tamiang yang melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga  (AD/ART) dan tidak menjalankan amanah, serta tidak transparan,” tegasnya.(A.DANI/M.ROTUAH)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top