yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Terkait Dugaan Pungli Bantuan di Dinas Pertanian Langkat : Para Kapoknak Berduit Kuasai Alsintan Untuk Kepentingan Pribadi
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Alat Pertanian.(Ilustrasi) STABAT -News Metrolangkat.com Terkuaknya pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oknum-oknum di Dinas Pertania...
Alat Pertanian.(Ilustrasi)

STABAT -News Metrolangkat.com

Terkuaknya pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oknum-oknum di Dinas Pertanian Langkat pada saat adanya bantuan Peralatan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada para Kelompok Tani (Poktan) yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se Kabupaten Langkat, makin meluas.

Informasi yang diperoleh Mertro Langkat dari berbagai sumber dari anggota Poktan di wilayah Kec.Selesei, menyebutkan, bahwa bagi Ketua Kelompok Tani (Kapoktan) yang memiliki dana cukup, secara otomatis menguasai Alsintan untuk kepentingan pribadi pula.

"Kalau untuk wilayah Kec.Selesai, sudah capek dengan iming-iming akan mendapatkan bantuan Alsintan dari pemerintah, baik itu pemerintah pusat atau Pemkab Langkat, melalui Dinas Pertanian.

Karena sudah pasti anggota Gapoktan, akan dimintai dana. Yah, namanya kita petani, mana ada uang untuk bisa mendapatkan Alsintan untuk kepentingan Poktan. Kalau mesin air, bisalah kita upayakan.

Tapi kalau sejenis hand tractor, jetor, tractor atau pun open gabah (alat pengering gabah), mana mungkin Gapoktan ada uang. Padahal dalam prosedur penyaluran Alsintan itu, secara jelas disebutkan gratis.

Tapi pada kenyataannya, pembagian bantuan Alsintan itu tetap dimintai uang yang harus ditanggung anggota Gapoktan. Kalau Kapoktan dan anggotanya tidak memiliki uang, anehnya Alsintan itu bisa dimiliki pihak lain," ujar sumber-sumber yang berhasil ditemui Metro Langkat, Jum'at (7/10), hampir senada.

Anehnya, masih menurut anggota Gapoktan, pihak Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) di kecamatan masing-masing, tidak pernah menyampaikan adanya rencana akan memberikan bantuan kepada para Gapoktan.

"Yang diundang cuma Kapoktan aja. Itu pun sudah diarahkan dengan ketentuan tertulis yang wajib diikuti oleh seluruh Kapoktan. Makanya, bagi Gapoktan yang gak mampu, biasa dipastikan tidak akan mendapatkan bantuan Alsintan," ujar para petani tersebut sembari tersenyum.

Dampak dari diberlakukannya biaya siluman yang sudah secara sistematis diberlakukan oleh petinggi di Dinas Pertanian Langkat yang berwenang dengan segala bantuan tersebut, banyak kelompok tani "miskin" sampai saat ini tidak memiliki alsintan yang bersumber dari dana bantuan pemerintah pusat dan bantuan daerah tersebut.

Penyerahan dana pungli yang dipungut dari para gapoktan tersebut yang nantinya akan diserahkan kepada oknum-oknum yang berkepentingan di Dinas Pertanian (Distan) tersebut terkesan cukup rapi. Hal ini memang sudah diatur sedemikian rupa oleh pihak Distan Langkat dengan BPP setempat.

Sehingga jangan heran jika peralatan mesin pertanian yang notabene diberikan pemerintah kepada para kelompok tani untuk mendukung program swasembada pangan di Kab.Langkat, menjadi ajang pengaya diri para oknum-oknum di Distan Langkat.

Menurut para kelompok tani di wilayah Selesei, ada Ketua Gapoktan yang memiliki Kios Pupuk Bersubsidi dan memiliki Kilang Padi. Anehnya lagi, harga pupuk bersubsidi yang Harga Eceran Tertingginya (HET) berkisar Rp85 ribu per karung, dijual kepada kelompok tani dengan harga Rp120 ribu.

"Harga tersebut dibeli dari pemilik kios pupuk bersubsidi yang juga pemilik kilang padi yang menguasai alsintan berupa mesin pengering gabah bantuan pemerintah bernama Wagimin," ujar masyarakat anggota kelompok tani lagi.

Warga kelompok tani tersebut berjanji akan memberikan sejumlah data mengenai permaian benih padi dan permainan luas lahan fiktif dan kelompok tani fiktif yang tidak punya lahan pertanian pada edisi selanjutnya.(rud)





Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top