yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Setiap Gapoktan Penerima Wajib Menyetor Jutaan Rupiah
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Alat pertanian.(ilustrasi) STABAT -Metrolangkat.com Keberadaan Kelompok Tani yang terdapat di seluruh pedesaan dari 23 kecamatan se Lan...
Alat pertanian.(ilustrasi)


STABAT -Metrolangkat.com

Keberadaan Kelompok Tani yang terdapat di seluruh pedesaan dari 23 kecamatan se Langkat, ternyata menciptakan proyek uang terselubung bagi oknum-oknum tertentu di Dinas Pertanian Langkat. Khususnya setiap pembagian Peralatan Sistem Pertania (Alsintan) kepada para Ketua Kelompok Tani (Kapoktan) yang tergabung di masing-masing Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan.

Informasi yang diperoleh Metro Langkat dari sumber terpercaya yang ada di Desa Bekulap, mengatakan, bahwa setiap adanya kegiatan pembagian Alsintan kepada para Kapoktan, seperti mesin air, hand tractor, mesin pengering gabah dan tracktor, pihak Kapoktan yang mendapat bantuan tersebut hrs menyediakan sejumlah uang yang besarnya bervariasi.

"Yah.., kalau Kapoktan gak memberikan uang, jangan harap bisa mendapatkan bantuan Alsintan. Kalau gratis, masak iya seorang pemilik kilang padi, yang diangkat jadi Kapoktan, bisa memiliki mesin pengering gabah yang dipakai secara pribadi di kilang padi miliknya sendiri," ujar sumber Metro Langkat yang wanti-wanti minta nama serta identas Gapoktannya tidak disebutkan dalam pemberitaan, Kamis (6/10).

Menurut Kapoktan yang juga merangkap sebagai Kadus tersebut menjelaskan, bahwa untuk bantuan mesin air, pihak Kapoktan wajib menyetorkan Rp700 rb/unit.

Sementara untuk bantuan hand tracktor, Kapoktan wajib menyediakan Rp7 jt dan bagi Gapoktan yang mendapatkan tracktor ukuran besar harus menyediakan uang sebesar Rp30 juta.

"Ini memang betul-betul nyata, kok. Saya siap menjadi saksi kalau perlu dimintai keterangan sama aparat penegak hukum," ujar sumber lagi.

Saat ditanyakan apakah hal ini berlaku untuk seluruh Gapoktan di Kab.Langkat? Sumber Metro Langkat meyakininya.

"Meski begitu, saya tidak menceritakan permainan kotor pihak Dinas Pertanian di Desa atau Kecamatan lain. Tapi yang saya ceritakan ini yang terjadi di Desa saya," ujar sumber lagi.

Sementara itu, Kadis Pertanian Langkat, Ir.Nasirudin, saat coba dikonfirmasi Metro Langkat melalui ponselnya terkait pungli pembagian Alsintan kepada para Kapoktan, belum berhasil karena tidak aktif. (RUD)

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top