yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Seorang Pengungsi Sinabung Tewas Diruang Kerja Bupati Karo
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Meningal diruangan kerja Bupati. (Ilustrasi) KABANJAHE –News Metrolangkat.com Sart...

Meningal diruangan kerja Bupati. (Ilustrasi)



KABANJAHE –News Metrolangkat.com

Sartono Sembiring (61) meninggal saat berujuk rasa di Kantor Bupati Karo, Jalan Jamin Ginting No 17, Kabanjahe, Selasa (18/10/2016). Sartono merupakan satu dari ratusan warga Desa Gurukinayan yang berunjuk rasa, kemarin siang.

Berdasarkan kabar yang beredar, Sartono meninggal di ruang kerja Bupati Karo, Terkelin Brahmana. Sebelum jasad Sartono ditemukan tergeletak, ratusan warga terlibat bentrok dengan Satpol PP di lantai II, Kantor Bupati.

Anggota Satpol PP memaksa para demonstran keluar dari ruang kerja Bupati Karo. Sempat terjadi aksi saling dorong antara Satpol PP dengan demonstran. Namun, kericuhan tersebut mereda, setelah petugas kepolisian tiba di lokasi.

Ratusan warga, yang kesal melihat Sartono tak sadarkan diri, langsung merusak pintu kaca ruangan Bupati. Setelah itu, mereka membawa Sartono ke RSU Ester Kabanjahe.

"Tadi warga dengan Satpol PP saling dorong. Kemudian, Paman, saya terjatuh, tak sadarkan diri. Jatuhnya di lantai dua, tepat di ruang Bupati Karo. Kami bawa ke rumah sakit, namun dokter mengatakan, Paman saya sudah tak ada lagi (meninggal dunia)," kata Susanto, keponakan Sartono, saat dihubungi, kemarin.

Ia mengaku, tidak tahu secara pasti detik-detik sebelum Sartono terjatuh. Kala itu, ia berada di lantai satu, Kantor Bupati bersama ratusan pengunjuk rasa lainnya. "Saya kurang tahu posisi jatuhnya, apakah ada dorongan langsung atau bagaimana, karena saya di bawah. Namun, Paman saya kayaknya tak ada riwayat penyakit jantung," ujarnya.

Selain itu, katanya, sebelum Suhartono terjatuh, warga bersama Satpol PP terlibat cekcok. Puluhan personel Satpol PP berseragam lengkap mendorong warga agar menjauh dari ruangan Bupati.

"Namun belum tahu apakah ada bekas luka atau memar-memar di tubuh korban. Sekarang jenazah sudah di rumah duka, simpang Gurunkinayan. Besok rencana akan ada acara adat Karo di Aula Desa Gurukinayan," katanya, kemarin.

Para pengungsi berunjuk rasa, karena pencairan dana relokasi infonya ditunda. "Kami berdemo, karena pencarian uang relokasi mandiri dikabarkan ditunda. Jadi, Paman bersama warga berangkat dari kampung maubertemu BPBD, terkait penundaan pencairan dana relokasi mandiri warga Gurukinayan," ujarnya.

Ia mengklaim, awalnya, aksi demonstrasi damai. Warga menyampaikan orasi secara bergantian. Namun, aksi unjuk rasa kurang direspons, sehingga warga memutuskan untuk naik ke lantai dua Kantor Bupati Karo
"Sedangkan, warga lainnya menunggu di bawah. Kami seharusnya dapat uang untuk membangun rumah Rp 59,4 juta dan membeli lahan Rp50,6 juta. Jadi, pencarian uang tersebut ditunda, makanya kami datang untuk mempertanyakan masalah itu sama BPBD," katanya.

Ia menjelaskan, BPBD Kabupaten Karo sempat menjelaskan, penyerahan dana relokasi mandiri tertunda, karena ada surat dari DPRD Kabupaten Karo. Para anggota dewan meminta, pemerintah mengecek keabsahan ratusan warga.

"Kami demo karena isi surat dari DPRD Tanah Karo menyatakan, ada 300-an nama ditunda pencairannya, lantaran harus diklarifikasi. Kami bingung, karena sudah enam tahun berada di posko dan terlantung-lantung. Kenapa ditunda lagi?" ujarnya.

Ia mengklaim, berdasarkan SK Bupati Tanah Karo sudah dijelaskan ada 778 Kepala Keluarga (KK) dari Desa Gurukinayan yang bernak terima dana relokasi mandiri. Tapi, secara sepihak pencairan uang ditunda.
"Uang kami sudah masuk ke rekening kelompok, hanya tinggal mencairkan saja.

Mengapa ditunda-tunda? Semua masyarakat marah dengan kebijakan itu. Sudah terlalu lama mengungsi, kami pengin punya rumah baru. Kami sudah ada tempat (relokasi). Kami rencana mau buat desa lagi, tapi masih diperbincangkan lokasinya bersama ketua-ketua adat. Selama ini, baru tiga orang yang cair," katanya.

Pernyataan senada disampaikan warga lainnya, Jefri Gentong. Ia mengatakan, ratusan warga melakukan aksi unjuk rasa sekadar ingin mempertanyakan pencairan uang relokasi mandiri.

"Kami ingin menuntut uang ganti sewa rumah dan ladang alias dana relokasi mandiri yang belum kunjung diterima. Hingga kini, warga menderita, karena pemerintah seakan tak peduli," ujarnya
Tatkala warga mempertanyakan alasan dana relokasi mandiri yang tertunda, katanya, petugas BPBD Tanah Karo tak memberikan alasan yang pasti.

"Tidak sedikit, petugas beralasan syarat-syarat yang diajukan warga kurang. Anehnya, setelah dilengkapi, petugas justru memperlambat prosesnya hingga warga melakukan aksi demo ke Kantor Bupati Karo," katanya.

Ia menceritakan, ratusan warga kembali ke kampung di kawasan Desa Gurunkinaya, sekitar pukul 17.00 WIB. Apalagi, perwakilan Pemerintah Kabupatan Tanah Karo menyampaikan seluruh warga akan menerima dana relokasi mandiri.(tribun/yg)

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top