yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Pimpro Dan Kadis Pertanian Langkat Kongkalikong Otak-Atik Proyek
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Kadis Pertanian Langkat.  Nasiruddin Langkat,News Metrolangkat.com Perlahan tapi pasti berbagai persoalan di dinas pertanian Kab Langk...


Kadis Pertanian Langkat.  Nasiruddin
Langkat,News Metrolangkat.com

Perlahan tapi pasti berbagai persoalan di dinas pertanian Kab Langkat mulai terungkap. Borok yang selama ini coba ditutup-tutupi oleh oknum pejabat didinas yang mengurusi kaum petani tersebut, kini muncul dengan sendirinya.

Hal itu setelah media ini mengungkap sejumlah permainan tak sehat yang dilakukan oknum- oknum dinas pertanian. Hasil telusur yang dilakukan Metro Langkat dalam beberapa hari ini didapat data yang begitu mengejutkan.

Ternyata puluhan paket proyek pembangunan maupun pengadaan alat-alat pertanian yang ada didinas tersebut telah dimonopoli oleh orang-orang dalam. Seperti ditahun 2015 lalu. Ada ratusan bantuan alat pertanian yang disalurkan pemerintah.

Banyaknya bantuan yang turun tersebut merupakan berkah bagi oknum-oknum pejabat didinas pertanian untuk melakukan “pungli” dengan meminta sejumlah imbalan kepada kelompok tani yang ingin mendapatkan bantuan tadi.

Besar uang yang diminta oleh Pimpro (Pimpinan proyek-red) didinas Pertanian berpariasi tergantung kebutuhan alat pertanian yang diinginkan. Kalau ingin mendapatkan hand traktor maka kelompok tani dimintai uang sebesar Rp.8 juta. Sedangkan untuk mesin pompa air sebera Rp.2 juta. Berbagai cara dan dalih yang dilontarkan kepada kelompok tani agar tak keberatan menyerahkan sejumlah uang. 

Intinya setiap bantuan turun dari pemerintah, oknum-oknum pejabat didinas pertanian akan “ Panen uang”. Guna mengamankan sekaligus melanggengkan,upaya menyelewengkan berbagai kebutuhan kepada kaum petani tersebut, sejumlah aparat penyidik hukum yang ada di Langkat di berikan jatah Proyek oleh dinas Pertanian.

Nama lembaga penyidik yang kerab terdengar adalah  Kejaksaan hingga Kepolisian. Seperti proyek pengadaan tahun 2016 ini. Desas-desus yang didengar Metro Langkat menyebutkan ada 7 paket Proyek yang diberikan kepada oknum-oknum di Kejaksaan Negeri (Kejari-red) Langkat di Stabat.

Agar tak ketahuan , paket-paket proyek jatah aparat penegak hukum tadi dikerjakan oleh pihak rekanan atau orang yang ditunjuk oleh oknum Kejaksaan tersebut. Dalam “permainan” tak sehat tadi, orang yang paling berperan disebut-sebut oknum Pimpro berinial Kenc. Pimpro yang satu inilah yang “ mencatur” semua Proyek untuk dibagikan kesiapa-siapa saja
.
Kabar diterima Metro Langkat, Kenc merupakan orang kepercayaan Kadis ( Kepala dinas) Pertanian Nasiruddin Sp. Jadi peran Kenc begitu penting dalam mengatur semuanya ini. Nah,untuk tahun ini, Dinas Pertanian Langkat memiliki belasan paket proyek pengadaan seperti mesin pompa air, sumur bor dan alat pertanian lainya.

Untuk mendapatkan paket-paket proyek tersebut rekanan harus menyetorkan sejumlah uang lebih dulu kepada Pimpro. Selain itu, rekanan juga harus membeli pengadaan alat-alat dimaksud melalui Pimpro. Kalau tidak barang yang dibeli rekanan akan dikatakan Palsu alias tidak asli.

Dapat dibayangkan, setiap kali turun bantuan, Oknum Pimpro dan Kadis mendapatkan uang “pungli” hingga ratusan juta rupiah. Terpisah Kadis Pertanian Langkat Nasaruddin Sp ketika dikonfirmasi Metro Langkat melalui telepon seluler, Kamis (13/10) siang terkait berbagai persoalan tersebut membantahnya.

Dengan suara terdengar parau, orang nomor satu didinas pertanian ini mengatakan hal tersebut tidak ada. “ Ah,ngak ada itu bang,udahlah bang, abang dimana, jumpalah kita dulu, nanti kujumpai abang dimana.?. Kalau abang pulang ke Binjai kasi tau ya, kita jumpa di Binjai,” ujar Nasaruddin.

Ditanya perihal adanya rekanan yang mengembalikan berkas Proyek karena tertekan dengan ucapan Pimpro yang mengatakan barang (Mesin pompa air-red) yang masuk adalah palsu, buru-buru mantan sekertaris dinas pertanian ini mengatakan tidak ada itu. “ Ngak ada itu bang, mana ada yang palsu,ya sudahlah bang, ngak usahlah kita bahas itu, jumpalah kita dulu.” Bujuk Nasaruddin.(red)

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top