yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Paripurna Luar Biasa, Upaya Pelemahan KTNA Aceh Tamiang
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Pengurus KTNA Aceh Tamiang Karang Baru – Metrotamiang.com Pada 01 Oktober 2016 yang lalu, bertempat di Hotel Grand Arya, Kecamatan Kara...
Pengurus KTNA Aceh Tamiang


Karang Baru – Metrotamiang.com

Pada 01 Oktober 2016 yang lalu, bertempat di Hotel Grand Arya, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, telah dilaksanakan Rembug KTNA Kabupaten Aceh Tamiang yang dihadiri oleh ; pengurus KTNA Provinsi Aceh, Junaidi, SE (Sekretaris), Jumaidi, SP (Wakil Ketua), Juhelmi Yunus, BSC (Wakil Sekretaris), Drs. Samidan (Bedahara), dihadiri pengurus KTNA Kabupaten Aceh Tamiang, Hendra Vamenia, SH (Ketua), Rudi Hartono (Sekretaris), M. Nurdin (Bendahara), Sugiono, SH (Wakil Ketua 2), Paimin (Wakil Ketua 3) dan 11 pengurus KTNA Kecamatan yang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara.

Hendra Vramenia pada para Wartawan saat ditemui dikantor Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) jalan Ir.H.Djuanda Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (12/10) menyampaikan,bahwa rembug paripurna luar biasa yang dilaksanakan tersebut ilegal, merupakan bentuk intervensi dan pelemahan terhadap upaya-upaya penguatan Kelompok Tani dan perbaikan tata kelola Pertanian yang selama ini gencar dilakukan oleh KTNA Aceh Tamiang,” Ujarnya.

“Menolak pelaksanaan rembug paripurna luar biasa KTNA Aceh Tamiang yang dilaksanakan oleh pihak yang tidak berwenang, serta melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD/ART), karena usulan rembug tersebut diajukan oleh 9 orang Ketua KTNA Kecamatan melalui surat nomor : Ist/2016, tanggal 24 Juli 2016 yang disampaikan pada ketua KTNA Provinsi Aceh, belum memenuhi ketentuan pasal 30 ayat (1) butir 2.a, dimana jumlah pengusul rembug paripurna luar biasa semestinya 27 orang (50% plus 1 dari jumlah yang berhak mengikuti rembug tersebut), yaitu Pengurus lengkap 18 orang ditambah 33 pengurus KTNA dari 11 KTNA Kecamatan yang ada dalam kabupaten Aceh Tamiang.

“Dua orang diantara pengusul rembug tersebut, Saudara Rinaldi Afrizal dan Saudara Suwarno telah habis masa jabatannya sebagai Ketua KTNA Kecamatan, jadi mereka tidak berhak mengajukan usulan rembug paripurna luar biasa tersebut.

“Rembug tersebut berarti hanya diusung oleh 9 orang Ketua KTNA Kecamatan yang sah, dan pihak KTNA provinsi Aceh, serta Bupati Aceh Tamiang sebagai salah satu Dewan Pembina KTNA Aceh Tamiang, belum penah melakukan upaya klarifikasi, maupun mediasi dalam rangka penyelesaian permasalahan yang diajukan oleh para pengusul.

Hendra menambahkan, dengan tegas menolak hasil rembug paripurna luar biasa KTNA Aceh Tamiang yang dilaksanakan secara Ilegal, serta meminta kepada Ketua KTNA Provinsi Aceh untuk tidak menerima dan tidak mengesahkan hasil rembug Ilegal tersebut,”tegasnya.

Hendar juga menambahkan,”  kepada Ketua KTNA Provinsi Aceh untuk memberi sanksi organisasi yang tegas pada pengurus KTNA Aceh Tamiang yang telah melakukan upaya-upaya pelemahan terhadap kepengurusan KTNA Aceh Tamiang yang sah, serta mendukung upaya penegakan disiplin organisasi, atas perlakuan yang dilakukan oleh oknum Pengurus KTNA Kecamatan yang telah memprakarsai dan melaksanakan rembug paripurna luar biasa Ilegal tersebut,”jelasnya. (A.Dani/M.Rotuah)




About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top