yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Ledakan Seimix Membuat Elpira Lumpuh : Elpira : Aku Ingin Sembuh Seperti Dulu, Bisa Berjalan Dan Bermain
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Elpira terbaring lemah ditemani neneknya P.Susu-News Metrolangkat.com Elpira (16) anak pertam...
Elpira terbaring lemah ditemani neneknya

P.Susu-News Metrolangkat.com

Elpira (16) anak pertama dari empat bersaudara, yang lahir dari pasangan suami istri Ponidi alias Ateng (38) dan Sutiani (36) warga Jalan Tambang Minyak Gang C (Gg Surau) Kel Bukit Jengkol Kec Pangkalan Susu Kab Langkat, saat ini keadaannya sangat memprihatinkan.

Ya, sejak mengalami kecelakaan yang diduga dikibatkan oleh kegiatan Seismix 3 D Blog Seremban beberapa bulan yang lalu, dan kini Elpira hanya bisa terdiam diantara kursi roda yang selalu menemani kemana dirinya pergi
Bagian bokong Elpira yang patah tertimpa bangunan pasca ledakan seismix menyebabkan ia lumpuh selamanya.

Dirinya di vonis lumpuh oleh Ahli Saraf (Dr Sabri) Rumah Sakit Bidadari- Binjai dimana dari hasil pemeriksaan menerangkan bahwa Elpira menderita pecah dan patah tulang ekor di sebabkan hantaman benda tumpul, sehingga gadis berparas cantik ini hanya mengandalkan kursi roda untuk melakukan aktifitasnya

Cerita dari pihak keluarga Elpira kepada Metro Langkat, Mingu (16/10) kejadian ini bermula pada Selasa (20/1) sekitar jam 15.30 WIB, dimana Elpira beserta dua sepupunya Vika Risaliana (16) dan Aska Aldinata (1,5) sedang duduk di teras rumah mengayunkan Aska Aldinata

Tiba-tiba tiang penyangga (tiang teras) rumah retak dan patah menjadi tiga bagian, lalu runtuh dan menimpa Elpira serta Vika Aldinata, atas kejadian ini Vika hanya mengalami memar sementara Elpira harus di larikan ke Rumah Sakit karena mengalami luka serius di bagian pantat (bokong) dan kaki

Ngatini (60) mengatakan, saat itu ada ledakan yang dilakukan pihak seismix, sehingga bangunan rumah banyak yang mengalami kerusakan, dan saat kejadian memang pihak seismix sedang melakukan pengeboman di Desa Alur Cempedak Kec Pangkalan Susu, diduga kuatnya getaran akibat ledakan membuat tiang teras rumah menjadi retak, lalu rubuh menimpa cucunya, ujar wanita yang selalu menemani cucunya ini

Atas kejadian ini pihak keluar membawa Elpira berobat ke Rumah Sakit, dan membicarakan peristiwa ini ke pihak Seismix, namun saat itu pihak Seismix hanya mengganti biaya perobatan dan uang sebesar Rp 4.000.000,-

Namun sayang cerita tidak tidak sampai disitu, Elpira tak kunjung sembuh, sehingga pihak keluarga membawa Elpira ke Rumah Sakit Bunda Thamrin dan Rumah Sakit Bidadari Binjai, disini pihak RS melalui Dokter ahli saraf Elpira dinyatakan mengalami patah dan pecah tulang ekor, dan di ponis lumpuh selamanya

Tentunya dengan pernyataan Dokter ini membuat pihak keluarga menjadi sedih, kalaupun bisa di operasi dengan memasang pen, namun Elpira tidak bisa kembali sembuh normal seperti sedia kala

" Kita sudah pernah bilang sama Pak Lurah tentang kejadian ini, namun saat itu Pak Lurah bilang " kalau mereka (Seismix) tidak mau bertanggung jawab lagi ya udahlah mau bilang apa lagi, karena udah sering di obati" ucap Ngatini menirukan perkataan Pak Lurah sambil menangis sedih melihat cucunya yang terbaring di sampingnya

Saat ini Elpira masih tetap bersekolah dengan menggunakan kursi roda, Elpira merupakan pelajar SMK Dharma Patra kelas 12, dan Elpira merupakan murid yang pintar

Selama ini kelumpuhan yang dideritanya (Elpira) tidak kunjung terobati, walaupun pihak keluarga sudah berusaha keras membawa dirinya berobat, baik secara medis maupun dukun kampung (kusuk)

" Aku sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi Bang,,,,aku ingin sembuh seperti kemarin, dapat berjalan dan bermain bersama teman-teman yang lain" ucap Elpira sambil menangis dan menutup matanya dengan bantal

Hingga saat ini Elpira tidak dapat merasakan jika akan BAB (Buang Air Besar) dan buang air kecil, dan setiap harinya Elpira harus mempergunakan pempesr

"Kami pihak keluarga berharap Elpira bisa sembuh seperti sedia kala, dan berharap ada dermawan berhati mulia yang mau membantu meringankan beban kami" ucap Ngatini dan keluarga lainnya (Budi /Surya)

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top