yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Kadistan Bungkam Ditanya Bantuan Alsintan Dikuasai Pengusaha Kilang Padi
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Kadistan Langkat,Ir Nasiruddin Ch. STABAT –News metrolangkat.com Kepala Dinas Pertanian(Distan) Langkat, Ir.Nasiruddin, tidak mampu men...
Kadistan Langkat,Ir Nasiruddin Ch.


STABAT –News metrolangkat.com

Kepala Dinas Pertanian(Distan) Langkat, Ir.Nasiruddin, tidak mampu menjawab konfirmasi adanya tudingan pungli pembagian Alsintan bantuan pemerintah ke sejumlah Ketua Kelompok Tani (Kapoktan) yang ada di Kab.Langkat.

Bungkamnya orang nomor satu di intansi yang membidangi serta mengayomi para petani di Bumi Bertuah ini, menimbulkan tandatanya besar bagi masyarakat mengenai kemampuannya dalam upaya mensejahterakan seluruh petani sejalan dengan program ketahanan pangan nasional untuk swasembada beras, khususnya di Kab.Langkat.

Sejak di bawah kepemimpinan Ir.Nasiruddin, kondisi masyarakat petani di wilayah Langkat semakin terpuruk. Apalagi, belum ada program kegiatan untuk peningkatan perekonomian masyarakat petani yang tergabung dalam kelompok tani secara signifikan.

Bukan itu saja, untuk mengawal program ketahanan pangan nasional, pemerintah telah menggandeng unsur TNI dalam pengelolaan dan mengawal misi ketahanan pangan daerah, yakni ketahanan swa sembada beras, dengan cara ikut terjun langsung turun ke sawah dan mengawal ketersediaan lahan, pupuk bersubsidi serta membantu memberikan penyuluhan kepada para petani.

Sayangnya, Nasiruddin dinilai belum mampu mengawal ketersediaan lahan para petani setempat. Ironisnya, pungutan liar pembagian Alsintan, banyaknya kelompok tani fiktif serta permainan ketersediaan pupuk bersubsidi dan penetapan luas lahan persawahan yang saat ini berbeda dengan kondisi real di lapangan, menambah deretan penilaian miring yang ditujukan kepada Nasiruddin, selaku Kadistan Langkat.

Bahkan, sosok Nasiruddin yang notabene pernah menduduki posisi sebagai Sekretaris di Dinas Peternakan (Disnak) Langkat itu, juga dinilai tidak peka dengan berbagai informasi yang disampaikan media.

Sehingga, kondisi perekonomian masyarakat yang tergabung di kelompok tani, tetap saja kian terpuruk. Apalagi, bagi kelompok tani yang memang nyata memiliki lahan persawahan yang memadai, terancam tidak akan pernah mendapatkan berbagai bantuan dari pemerintah.

Hal ini terjadi karena poktan tersebut tidak memiliki dana untuk menanggulangi fee bantuan alsintan yang katanya gratis diberikan kepada kelompok tani sebagai upaya mengawal program ketahanan pangan nasional.

Bungkamnya Kadistan Langkat tersebut saat dikonfirmasi media ini melalui layanan Short Massage Service (SMS) ke ponselnya, mengenai fee pemberian bantuan alsintan dan adanya pemilik kios pupuk serta kilang padi yang menguasai alsintan bantuan pemerintah berupa Open untuk pengeringan gabah para kelompok tani, Rabu (12/10), membuat masyarakat kelompok tani semakin pesimis dengan angan-angan perbaikan ekonomi para petani.

"Yang ada, kelompok tani yang "miskin" kondisinya akan semakin miskin karena tidak akan pernah mendapatkan berbagai bantuan pemerintah itu. Sekali lagi, ini fakta yang sesungguhnya dirasakan para anggota Poktan, khususnya di wilayah Kec.Selesei.

Mungkin di wilayah kecamatan lain juga sama. Bagi Kapoktan yang betul-betul jujur untuk mengikuti prosedur dari pemerintah dan tidak suka adanya upaya pungli pembagian berbagai bantuan alsintan, pasti akan bernasib sama.

Yakni, bisa dipastikan tidak akan pernah mendapatkan bantuan alsintan," ujar sumber Metro Langkat yang kecewa dengan permainan licik pihak BPP dan Distan Langkat.(rud)




Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top