yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Catatan Yong : “ Narkoba Itu Pisahkan Ibu Dan Anaknya”
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Sosialisasi bahaya Narkoba yang digelar akhir pekan lalu oleh Binjai Langkat Xtrim (BMX) dikawasan ...


Sosialisasi bahaya Narkoba yang digelar akhir pekan lalu oleh Binjai Langkat Xtrim (BMX) dikawasan Desa Stungkit, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat,dengan menghadirkan nara sumber BNNK Kota Binjai,dengan pembicaranya Ka BNNK AKBP Drs H Safwan Khayat SH MH,benar- benar mengusik hati penulis.

Sebuah cerita yang menggambarkan runtuhnya hubungan seorang anak dengan ibu kandungnya maupun sebaliknya gara- gara narkoba terus terngiang di telinga penulis yang saat itu kebetulan mengikuti acara tersebut.

Untuk itu,penulis sengaja kembali menuliskan cerita yang disampaikan oleh bapak Safwan Khayat pada acara tersebut. Semoga dari cerita ini ada yang dapat kita ambil hikmahnya.

Ceritanya, berawal dari kedatangan seorang ibu bersama anak laki- lakinya kekantor BNNK untuk bertemu dengan orang nomor satu dikantor tersebut. Begitu bertemu dengan pimpinan dikantor tadi, siibu yang terlihat kesal itu mengatakan hendak menyerahkan anaknya yang telah kecanduan narkoba.

Alasan siibu yang namanya sengaja tak dituliskan disini,ianya sudah tidak sanggup lagi menjaga dan mengurusi di anak yang sudah lima belas kali keluar masuk panti rehabilitasi narkoba. Hampir seluruh tempat rehabilitasi narkoba yang ada di Negeri ini pernah dimasuki anaknya. Namun menurutnya anaknya tetap tak berubah.

Oleh karena itulah siibu pasrah dan iklas kehilangan anak sulungnya ini. Saya sudah tidak sanggup lagi pak mengurusi nya,jadi saya serahkan saja dia sama bapak, mau bapak apakan terserah bapak,pokoknya saya sudah tidak sanggup lagi mengurusinya,” kata sang ibu.

Mendengar kata putus asa siibu, membuat bathin putranya tersentuh. Dalam hatinya Ia bertekad akan kembali sembuh seperti sediakala. Dan suatu hari nanti akan ia buktikan kepada sang ibu kalau dirinya benar- benar sudah sembuh.

Akhirnya pemuda yang memiliki dua orang adik perempuan yang sedang bersekolah dibangku SMP dan SMA tersebut dikirim ke panti rehabilitasi narkoba oleh BNNK. Selama didalam pusat rehab, pemuda ini menunjukkan sikap yang baik sehingga dipercaya membina rekan- rekannya sesama penghuni panti.

Setidaknya ada 16 penghuni panti yang dihina langsung oleh sipemuda tadi. Kepercayaan tersebut diberikan langsung oleh Pak Safwan Khayat. Selama di panti pemuda itu melakukan kegiatan- kegiatan seperti bermain futsal,olahraga renang,main bola kaki dan lain- lain.

Sunguh luar biasa. Ke 16 orang yang dibina oleh pemuda tersebut kini hidup normal kembali. Bahkan mereka sudah disebar keberbagai pusat rehabilitasi untuk membantu menyembuhkan penguna lainya merawat dan membina mereka.

Singkat cerita beribu orang sudah yang kembali sehat tanpa narkoba ditangan sang pemuda. Bahkan ianya menjadi salah satu motivator yang telah dipakai beberapa pihak. Karena keuletanya tersebut, pada suatu hari Safwan memberikan uang Rp.100 ribu kepada pemuda ini.

Waktu itu Safwan menemuinya di Kalimantan. Mendapatkan uang Rp.100-000,tadi,pemuda ini pun menitikkan air matanya. Ia begitu terharu. Melihat ulahnya membuat Safwan bertanya apa gerangan penyebab pemuda ini menangis.

Dengan bulir air mata mengalir ia mengatakan kalau uang tersebut akan disimpan nya, karena uang tersebut akan diberikan nantinya kepada sang ibu. Aku mengangap uang ini adalah gaji pertamaku selama bertahun di panti rehabilitasi. Dan suatu hari nanti ketika aku kembali pulang kerumah, aku akan memberikan uang ini kepada ibuku.” katanya mantap.

Nah,kesempatan pulang itupun ia dapatkan. Dengan hati berbunga- bunga bercampur rindu ingin bertemu sang ibu yang telah bertahun berpisah,pemuda ini pun mengedor pintu rumahnya. Ia membayangkan betapa senang hatinya bila sang ibu mau memeluknya dan menerimanya kembali kerumah seperti dulu.

Begitu pintu dibuka,semua yang dirumah menyambutnya biasa saja. Pandangan semua orang seperti tombak yang menghujam kedada pemuda tersebut. Senyum sinis menyambut kakinya dipintu teras rumah. Awas pemakek pulang,entah apalagi nanti yang hilang dirumah ini.” sindir salah seorang keluarga tanpa menanyakan kabar sipemuda yang dua tahun tidak pulang.

Meski hatinya tergores mendengar cibiran itu, tapi pemuda ini mencoba meyakinkan semua orang kalau ia sudah berubah. Ia bukan yang dulu lagi,yang selalu menyusahkan keluarga. Akhirnya ia pun bertemu dengan sang ibu yang baru kembali dari pasar.

Dengan terburu- buru pemuda ini menghampiri ibunya mengapai tanganya untuk dicium bentuk bakti anak kepada orang tuanya. Sambutan ibu ini dingin saja kepada sipemuda. Ngapain kau pulang lagi,disana saja kau kan sudah. Kalau ada kau dirumah ini semua jadinya ngak aman.” Ujar sang ibu.

Seperti disayat rasanya hati sang pemuda. Ia tak mengira kalau kepulangan nya sudah tak diinginkan lagi rupanya. “ Mak selama ini aku selalu menyusahkan mamak, aku mau kasi mamak uang,ini hasil kerjaku selama disana mak,!

Karena aku dianggap berhasil sama bapak- bapak itu, aku dikasi uang, ini uangnya mak,”serahkan sipemuda uang pecahan lebaran Rp.100-000,. Bukan bersyukur,dengan sinisnya simamak mengatakan kalau uang tersebut adalah uang haram yang asal usulnya tidak jelas.

“ Walahhh…!! Paling ntah duit siapa yang kau curi itu,dasar tak pernah berubah kau memang,sekali narkoba tetap narkoba lah otakmu itu,” bilang siibu ini. Tidak mak,aku dikasi sama pak Safwan,katanya membela diri. Ternyata sang ibu kurang puas dan langsung menghubungi pak Safwan melalui hand phone.

Bapak jangan kasi uang sama anak saya,itu sama artinya bapak menyuruh dia beli narkoba lagi,dia itu memang sudah ngak bisa diurusin lagi pak.” repet siibu kepada pak Safwan yang terpelongoh mendengarkan. Merasa ada yang perlu diputuskan, Safwanpun menyambangi kediaman pemuda tersebut untuk memberi penjelasan.

Merasa tak dihargai lagi di keluarganya,akhirnya sipemuda ini pun memutuskan untuk meningalkan rumah. Namun,sebelum ia kembali ke panti rehabilitasi narkoba,dihadapan sang ibu dan Safwan ia  mengatakan kalau sejak saat itu ia sudah punya ibu lagi.

Mulai hari ini kepada bapak saya nyatakan kalau saya sudah tidak punya ibu lagi. Mereka sudah tidak mau terima saya lagi,meskipun saya sekarang sudah tobat,tapi mereka tetap tidak percaya. Jadi biarkan saya tinggalkan saja rumah ini untuk selamanya. “ katanya.

Pemuda itu kembali menjalani rutinitas nya di panti rehab. Membantu petugas menyadarkan pengguna narkoba lainya. Hingga akhirnya berkat kesabaran dan kejujuran ya, iaoun dipercaya mengisi beberapa kegiatan penyuluhan diberbagai tempat. Dikirim mengikuti kegiatan kegiatan seminar didalam dan luar kota.

Kini pemuda tersebut telah berpenghasilan setiap bulannya dari kerja kerasnya tadi Rp.3,800,000. Ia sudah dapat mengkredit sepeda motor. Kabar tersebut rupanya sampai ke telinga keluarganya di kampung.

Belakangan karena mulai kesulitan uang, ibu pemuda tersebut melayangkan sms kepadanya mohon dibantu karena tiga bukan sudah listrik dirumah tidak dibayar,uang kuliah adiknya tertungak dan hutang di kedai mulai menumpuk.

Meski selama ini tak dipercaya,dibuang dari keluarga dan dituding sebagai pengguna narkoba,tapi pemuda ini tetap mau membantu keluarganya. Kini setiap bulan ia mengirimkan uang listrik untuk sang ibu,biaya kuliah adik- adiknya dan biaya kebutuhan lainya. Subhanallah…..




About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top