yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Buntut Swipping Nelayan Jaring Terhadap Nelayan Pukat Tarik :
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Sampan nelayan yang karam usai ditabrak nelayan lainya Brandan Barat-News Metrolangkat.com Muspi...
Sampan nelayan yang karam usai ditabrak nelayan lainya


Brandan Barat-News Metrolangkat.com

Muspika dan Forkopim Brandan Barat beserta tokoh masyarakat dan kelompok nelayan, adakan sosialisasi terkait aksi swipping nelayan jaring terhadap nelayan pukat tarik, yang diadakan di Desa Perlis Kec Brandan Barat Kab Langkat, Senin (24/10)

Acara ini diadakan guna mengantisipasi agar tidak terjadi konflik sosial antara nelayan jaring dan nelayan pukat tarik, dan meredam aksi balas dendam oleh nelayan pukat tarik, akibat swipping yang dilakukan oleh nelayan jaring sehingga menyebabkan rusaknya sampan milik Zulkifli akibat ditabrak oleh rombongan nelayan jaring Desa Perlis yang melakukan swipping

" Mempergunakan alat tangkap berupa pukat tarik (trawls), baik pukat layang dan pukat langgai ataupun yang sejenis saat mencari ikan dilaut memang dilarang sesuai peraturan, namun untuk menertibkan sampan sampan tersebut, masyarakat tidak dibenarkan main hakim sendiri", terang KBO Sat Pol Air Polres Langkat Iptu Agus Ipryanto

Hal senada juga diucapkan Junaidi Salim selaku Kepala Desa Perlis, dirinya meminta agar para nelayan tidak gegabah dalam mengambil sikap, yang nantinya dapat merugikan semua pihak. Dan bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, serta tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab sehingga memperkeruh keadaan, ujar Junaidi Salim

Sebelumnya diketahui puluhan nelayan jaring asal Desa Perlis Kec Brandan Barat Kab Langkat, Minggu (23/10) malam turun kelaut melakukan swipping terhadap nelayan yang mempergunakan alat tangkap berupa pukat tarik

Sehingga mengakibatkan 1 boat milik Zulkifli (32) warga Gang Amal Kel Sei Bilah Kec Sei Lepan, mengalami kerusakan akibat di langgar di Ambai Paluh Medan, bahkan alat tangkapnya berupa pukat langgai juga diambil nelayan jaring yang melakukan swipping
Bahkan dalam aksi swipping ini Herman Batubara (32) dan Andika (16) warga Dusun I Titi Hitam Desa Teluk Meku Kec Babalan Kab Langkat, juga mengalami kerugian hingga jutaan rupiah, akibat alat tangkap berupa pukat dan batteray diambil

Dalam pertemuan ini masyarakat serta kelompok nelayan tampak kooperatif mendengarkan arahan yang disampaikan Forkopim Kecamatan Brandan Barat, yang mana intinya Muspika meminta kepada masyarakat nelayan untuk tidak berbuat anarkis dan melakukan swipping pelarangan nelayan kelaut mempergunakan alat tangkap Pukat tarik ataupun sejenisnya

Ditempat terpisah Zulkifli, Herman Batubara dan Andika saat ditemui usai membuat laporan di Pos Pol Air Polres Langkat yang berada di Pajak Ikan Lama Jalan Babalan Pangkalan Brandan, kepada Metro Langkat mengatakan

"Selama ini kami hanya bisa kelaut, jika itu dilarang kan bisa di bilang secara baik-baik, kenapa mesti merusak dan pekarangan kami (alat tangkap) juga diambil, ini sama juga dengan merampok

Jika boat kami rusak sudah pasti kami gak bisa bekerja guna menafkahi anak istri, kalau pukat tidak diambil kan bisa kami jual untuk menambah guna mengganti alat tangkap, tolong pak pikirkan juga nasib kami, kami juga manusia dan punya tanggung jawab terhadap keluarga " ucap Zulkifli (Budi)

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top