yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Terlahir Tanpa Lubang Anus, Risky Harapkan Bantuan Dermawan
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Babalan-News Metrolangkat.com Muhammad Rizky Mulyadi (4) bocah malang yang lahir tanpa anus (l...


Babalan-News Metrolangkat.com

Muhammad Rizky Mulyadi (4) bocah malang yang lahir tanpa anus (lubang dubur-red) atau dalam istilah kedokteran di sebut atresia Ani, saat ini butuh bantuan dana guna proses operasi ketiga guna pemindahan anus.
M Risky bocah tanpa anus yang harapkan huluran tangan dermawan.

M Risky Mulyadi anak ke-4 dari pasangan Burhanuddin (49) dan Legiyatri (41) warga Jalan H Hasan Perak, Dusun II Km 84, Desa Teluk Meku, Kec Babalan, Kab Langkat ini tergolong keluarga tidak mampu.
Karena itulah saat ini ianya sangat berharap bantuan para dermawan, guna membiayai perobatan dan operasi ketiganya guna memindahkan lubang lubang anus ketempat yang sewajarnya

Di ketahui M Risky Mulyadi terlahir tanpa anus, di Rumah Sakit Adam Malik Medan pada umur 1,5 tahun dirinya dioperasi dengan dibuatkan lubang anus buatan di bagian perut sebelah kanan.

Dan selang beberapa waktu di lanjutkan dengan operasi kedua dengan membuat lubang anus di tempat yang semestinya

Seharusnya saat ini M Risky Mulyadi menjalani operasi ketiga dari operasi pertama dan kedua, operasi ketiga ini sangat patal bagi bocah malang ini, dimana operasi ketiganya merupakan operasi pemindahan lubang anus buatan dari samping perut kelubang yang sewajarnya di bawah pantat  (bokong)

Namun ketiadaan biaya membuat kedua orang tua Risky hanya bisa pasrah, dan meratapi nasib anaknya yang malang, dimana setiap akan membuang air besar anaknya selalu menangis menahan sakit
"Jangankan untuk biaya operasi untuk biaya makan saja sulit" ucap Legiyatri kepada Metro Langkat sambil meneteskan air mata ketika disambangi kemarin.

Saat ini lubang anus buatan M Risky Mulyadi hanya di bungkus menggunakan plastik es biasa, yang sangat rentan akan berbagai penyakit dan bakteri. Hal ini dilakukan karena orang tua Risky tidak memiliki biaya untuk membeli kain khusus penutup dengan harga sekitar Rp 60.000.

"Ada kain khusus yang dianjurkan dokter untuk menutupi lubang anusnya,namun kami tak ada biaya, bahkan seharusnya setiap dua minggu sekali Risky harus dibawa ke Rumah Sakit Medan untuk di periksa, saya sudah tidak sanggup lagi Pak...." ucap kedua orang tuanya sambil menyeka bulir air matanya yang runtuh tanpa diminta

Saat ini kondisi M Risky Mulyadi masih tampak terlihat sehat, namun kedua orang berharap cemas dengan keadaan kedepannya, dimana belakangan Risky selalu mengeluh sakit saat akan buang air besar
"Saya bekerja sebagai buruh sawit di kebun pribadi warga, dengan gaji sekitar Rp 500.000 - 700.000/bulan, saya berharap ada dermawan yang mau membantu anak kami untuk di operasi, dengan gaji sekecil itu saya tidak sanggup

Jangankan untuk biaya operasi dan berobat, untuk biaya makan saja sulit, siapa yang tidak mau sehat apalagi untuk anak, apapun akan saya lakukan namun nasib berkata lain, saya mohon kepada para dermawan yang dapat membantu kami guna biaya operasi anak kami ini" ucap Burhanuddin tertunduk (Budi)

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top