yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Pelecehan Seks Tinggi Di Langkat : Anggota DPRD Langkat Janji Pangil Pihak Terkait
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Ma'ruf Ritonga.SE anggota DPRD Langkat dari fraksi PKS. Langkat,-News Metrolangkat.com Tingg...
Ma'ruf Ritonga.SE anggota DPRD Langkat dari fraksi PKS.


Langkat,-News Metrolangkat.com

Tingginya angka kekerasan baik fisik maupun pelecehan seksual yang menimpa anak di kabupaten Langkat membuat DPRD setempat bereaksi. Padahal DPRD Langkat telah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2013 tentang penyelenggaraan Perlindungan Anak.

Menyikapi kasus Mekar (13), (bukan nama sebenarnya-red) yang dicabuli oleh seorang kakek berinisial BP Alias Kadir (60), mantan ketua Komisi B DPRD Langkat Ma’ruf Ritonga.SE menjelaskan, penerapan hukuman bagi para pelaku saat ini dinilai masih belum maksimal dan tidak sebanding dengan dampak yang dirasakan korban, yang berpengaruh terhadap kehidupan secara psikologis hingga korban beranjak dewasa.
Masih kurang maksimalnya hukuman kepada pelaku juga menjadi salah satu faktor tingginya kasus yang menimpa kepada anak.

"Ya, kami berencana akan memasukkan agenda pemanggilan kepada pihak terkait dan kembali menerangkan bagai mana posisi anak dimata hukum, perda udah kita keluarkan tapi nyatanya kasus makin meningkat, ada apa ?” Ujar Ma’ruf Ritonga kepada wartawan via sambungan WhatApps, Rabu (21/9) pagi.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Langkat ini menambahkan, pihaknya akan terus memantau perjalanan kasus Mekar hingga tuntas, bahkan dirinya akan mengajukan ke Komisi B untuk membuat Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi B DPRD, Polres Langkat, BKKBN dan pihak terkait lainya dalam waktu dekat.

“Ya, kami akan segera melakukan RDP dengan pihak terkait menanyakan sampai dimana kasus ini sekaligus akan menjelaskan kembali perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang penyelenggaraan perlindungan Anak” Tegasnya mengulang.

Sekedar menyegarkan ingatan pembaca, kasus pencabulan terhadap Mekar (13) yang dilakukan seorang pria bercucu berinisial BP alias Kadir terkuak setelah orang tua korban mendapat laporan dari tetangga dan diperkuat oleh hasil pemeriksaan dokter puskesmas Bahorok bahwa putri kecilnya hamil sejak 24 Agustus 2016 lalu dengan jangka kehamilan 5 bulan.

Usai diperiksakan, selanjutnya kedua orang tua korban menginterogasi Mekar dan mengaku bahwa yang menghamilinya adalah orang yang biasa dipanggilnya Kakek.

Bagai disambar petir disiang bolong, dan tidak terima dengan kejadian itu, pihak keluarga melaporkan kasus itu ke Unit PPA Polres Langkat dengan LP/505/VIII/2016/SU/LKT Tanggal 25 Agustus 2016, pasca dilaporkan, Polres Langkat  melakukan penangkapan dan Tersangka dijebloskan kepenjara Mapolres Langkat.(red)

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top