yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Modal Rp.150 Dapat Rp.100 Ribu : Dari Kuli Bangunan Ke Jagung Mentega
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Pangkalan Susu,News Metrolangkat.com Dimana ada kemauan, disitu pasti ada jalan. Keyakinan inilah yang jadi pedoman hidup Asmuni, (43), wa...


Pangkalan Susu,News Metrolangkat.com

Dimana ada kemauan, disitu pasti ada jalan. Keyakinan inilah yang jadi pedoman hidup Asmuni, (43), warga Almer Desa Tanjung Pasir, Kec. Pangkalan Susu, Kab. Langkat. Selagi mau berusaha, pasti yang kuasa akan memberikan rejekinya. Hal tersebut dirasakan oleh Asmuni. Pria yang selama ini bekerja serabutan, kini banting stir memilih jadi pedagang jagung mentega dipinggir jalan.
Asmuni dan daganganya

Meski tak bisa bermewah-mewahan dari hasil berjualan tadi, tapi setidaknya, untuk kebutuhan sehari-hari Asmuni sudah tidak kekurangan lagi. Sebelum nya saya bekerja serabutan dari mendodos sawit kuli bangunan hingga menjadi nelayan, kini saya beralih menjadi pedagang jagung mentega jajanan anak - anak. “ Ujarnya kepada wartawan anda yang singgah menikmati jagung mentega dagangannya.

Cerita bapak beranak dua ini yang ditemui  saat melayani dua bocah yang membeli jagung mentega di pinggir jalan lintas Pangkalan Brandan Pangkalan Susu mengatakan,sebelumnya ia bekerja serabutan. “
 Dulu saya kerjanya serabutan, pernah jadi kuli bangunan, dodo sawit, jadi nelayan tapi hasilnya tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarga. “ ungkapnya.

Disoal kenapa sekarang memilih berdagang seperti ini, dengan ketus Asmubi menjelaskan kalau hasil berjualan jagung mentega ini jauh lebih menjajikan daripada pekerjaan yang selama ini digelutinya. “ Yah lumayan untung nya seharinya kalau lagi laris bisa bawa pulang kerumah bersih Rp 100 ribu sudah balik modal itu  pak, sementara kalau dodos sawit hanya dapat Rp 50 ribu/ hari itupun gak rutin dan capek kali pak kerjanya" Jelasnya sambil melempar senyum.

"Sementara kalau jualan seperti ini tidak terlalu capek yang penting rajin jalan ditempat anak-anak yang sedang bermain dan tidak dipaksa kerjanya. “ Ujarnya seraya mengatakan sudah dua tahun mengeluti profesi yang satu ini.

Ketika ditanya apa harapanya kepada pemerintah Langkat terkait usaha yang dijalankan, seperti bantuan pinjaman modal. Dengan lugunya Asmuni  mengaku susah pak kalau harus memohon bantuan ke pemerintah. Habis saya orang susah dan tidak mengerti urusan surat menyuratnya pak, biarlah usaha sendiri aja pak kebetulan modalnya tidak besar hanya Rp 150 ribu alhamdulilah bisa untung seratus .ribu. “ Lirihnya tersenyum puas. (SA/SU)



About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top