yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Kejari Terus Lanjutkan Kasus Pembangunan Pasar Tradisional
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
KARANG BARU - Metrotamiang.com Kasi Pidsus Kejari Aceh Tamiang, M.Husaini,SH.MH, dan I.K Daulay J...



KARANG BARU - Metrotamiang.com
Kasi Pidsus Kejari Aceh Tamiang, M.Husaini,SH.MH, dan I.K Daulay Jaksa Fungsional.


Kasus dugaan mark up lahan milik SI alias AG, untuk lahan pembangunan Pasar Tradisinal di Kebun Tengah, Kampung Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, diduga kuat terjadi mark up.


Bukan itu saja, Pemda Aceh Tamiang juga diduga melakukan pembohongan publik dan gratifikasi terkait kondisi lahan milik SI alias AG yang dibeli oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, melalui Disperindagkop Aceh Tamiang. Apalagi, kondisi lahannya tidak rata dan harus dilakukan penimbunan untuk pematangan lahan.

Dari analisa ekonomi, pasar tradisional yang akan dibangun nantinya oleh PEMDA Aceh Tamiang, diduga akan menjadi bangunan yang mubazir(terbengkalai-red). Sebab, wilayah tersebut sangat dekat dengan Ibu kota Kabupaten Aceh Tamiang, yang juga berdekatan dengan pasar tradisonal Sei Liput dan pasar tradisional Sala Haji, Kecamatan Pematang Jaya, Propinsi Sumatera Utara.



Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Tamiang, Amir Syarifuddin SH, melalui Kasi Pidsus M.Husaini,SH.MH, menjelaskan kepada wartawan, Senin (19/9), bahwa kasus dugaan mark up peruntukan lahan pasar tradisional Kampung Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda, kabupaten Aceh Tamiang masih terus berlanjut.

“Seluruh saksi telah diperiksa. Beberapa pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang yang diduga ada terlibat dengan kasus tersebut, juga telah diperiksa. Begitu juga dengan pihak Banggar DPRK yang diduga ada kaitan dengan kasus tersebut, juga telah diperiksa,” tegas Husaini.

Dalam kesempatan itu, Husaini menambahkan bahwa dalam waktu dekat akan menggunakan jasa penilaian publik.

“Nanti akan disurvey dan dilakukan penilaian publik, melalui Kantor Jasa Penilai Publik yang akan menilai persoalan tanah, apakah kasus tanah tersebut berakibat pada kerugian Negara atau tidak.

Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang akan menunggu penilaiannya. Setelah penilaian diterima, maka kasus tersebut akan segera bergulir ke pengadilan,” ungkapnya. (A.DANI/M.ROTUAH)



About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top