yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Kado Manis Dari Bumi Turang : Binjai Langkat Modifix Xtrim Borong Hadiah Utama Xtrim Tanah Karo
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Try Darma Yoga dan Maju Pa mewakili BMX saat menerima hadiah satu unit sepeda motor yang dimenangkan BMX pada Xtrim Tanah Karo kali ini.(...


Try Darma Yoga dan Maju Pa mewakili BMX saat menerima hadiah satu unit sepeda motor yang dimenangkan BMX pada Xtrim Tanah Karo kali ini.(yong)
Langkat,News Metrolangkat.com

Bagi pengila sepeda motor trail Xtrim, Event yang digelar X-TAKA ( Xtrim Tanah Karo-red) Minggu 4 September 2016 yang mengambil start Taman hutan raya (Tahura) dan Finish puncak 2000 Siosar di Kecamatan Barus Jahe menyisakan banyak cerita.
Darwis S salah seorang Rider BMX beristirahat sejenak sambil menatap tanjakan terjal berikutnya.(yong)

Rasa ingin kembali mengulang ngetril di “ Bumi Turang” tersebut tak lekang dari bibir para pecinta motor Trail ini. Bahkan, mereka terus memperbincangkan kerasnya dan menantangnya medan yang disuguhkan panitia pelaksana.

Dan yang paling berkesan dievent tersebut adalah anak-anak Binjai Langkat Modifix Xtrim (BMX). Tim rider Trail dari Binjai dan Langkat ini berhasil membuktikan diri sebagai yang terbaik dengan membawa pulang hadiah utama satu buah sepeda motor yang dihidangkan Panitia.

Selain “ menyeret” pulang sepeda motor tersebut, BMX juga mendapatkan hadiah lucy draw lainya yakni sebuah sepeda gunung, kaca mata gogle dan ban belakang sepeda motor Trail. Kado manis dari bumi turang inipun diarak pulang oleh keluarga BMX yang sengaja datang meramaikan acara.

Atas hadiah yang diperoleh, seluruh anggota BMX mengucapkan puji syukur kepada Allah swt. Untuk mendapatkan hadiah tersebut perjuangan Tim BMX yang digawangi Yong Ganas (nama julukan sepeda motor-red) cs ini taklah mudah. Selain harus bertarung dengan ratusan Rider-rider handal dari berbagai Tim Xtrim lainya, jalur keras yang disuguhkan juga membuat Rider BMX harus saling menyemangati satu sama lain.
Nurhadi special Mekanik BMX diabadikan diatas sepeda motor. (yg)

Beberapa kali sepeda motor trail anak-anak BMX yang dikomandoi Kapten CPM Nanang Heriadi Suryana Prakasa mengalami trouble. Hujan deras yang menguyur saat itu tak membuat Rider BMX terdiri dari  Try Darma Yoga Hsb, Hendrik Badunk, Zulfan Efendy, Liduk, Bayu Gonjes (Gondrong-red), Maju Pa, Reliandeni, Zainal, Aidil, Darwis S, Dhani, Rendro Maestio, Faidil dan Kotto menyerah.

Licinya jalur akibat siraman hujan semakin membuat adrenalin Tim BMX  terpacu meski beberapa kali Rider BMX terjatuh. Ditenggah guyuran hujan dan diinginya cuaca saat itu kesiapan mental anak-anak BMX benar-benar diuji, apalagi tanpa disangka sepeda motor Yong Ganas mengalami trouble diatas ketinggian perbukitan.

Kondisi ini langsung diambil alih mekanik Special BMX Bayu Gonjes. Dengan cekatakan Gondrong, begitu ia biasa disapa, mengecek dan memperbaiki kerusakan. Berkat tangan “ keramat-nya”  sepeda motor yang ditunggangi Darwis S inipun kembali hidup.    
Darwis S salah seorang Rider BMX  saat mengamati arus lalu linta.(yg)


Apapun itu kita harus tetap menjaga kekompakan Tim. Kita main ini bukan cuma mengejar hadiahnya saja, tapi kita harus memperhatikan satu sama lain. Ketika kita tidak melihat kawan dibelakang, coba ditunggu atau disusul kembali, “ ujar Nanang Heriadi Suyana memperingatkan rider-rider BMX disela-sela istirahat makan siang dipinggir sebuah sunggai ditengah hutan.

“  Modal kita kekompakan, kalau kita kompak, insya allah semuanya baik-baik saja,” ketus Nanang memberi wejangan kepada rider. Setelah mengisi perut dan melepas lelah, Tim BMX kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini jalur yang dihadapi kian keras. Tanjakan bukit bertanah kuning dan licin menjadi satu-satunya jalur yang harus dilewati.

Usai memanjat bukit dengan kemiringan 70 derjat tersebut, para Rider BMX kini berhadapan dengan tanjakan bertanah abu. Dengan badan jalan yang hanya dapat dilalui satu ban sepeda motor, dengan penuh kehati-hatian Tim BMX melintasi jalur ini. Setelah menyapu berbagi rintangan, kini Tim BMX disuguhkan jalur terahir sebelum masuk ke Finish.

Jalur maut yang disebut bukit Pinus ini benar-benar mematikan. Tak sedikit Rider yang angkat tangan menyerah karena tak sanggup melintasi ketingian bukit yang terjal dan sangat licin ini. “ Belum ada rider yang bisa melintasi jalur ini, jalur ini memang yang terahir dan berbahaya, “ ucap salah seorang panitia mengingatkan Rider BMX.

Apa yang disebutkan panitia penunjuk jalur tersebut benar. Kotto salah seorang Rider BMX terjungkal dijalur yang menurun dan licin ini. Beruntung Kotto tak mengalami cidera. “ Ini perjuangan terahir kita sebelum masuk Finis. Diatas sana dibalik bukit ini Finishnya, jadi kita harus sampai ke Finis, mari kawan-kawan kita buktikan kalau BMX bisa, “ ujar Try Darma Yoga memberi semangat disambut Yes,yes, oleh rekan-rekannya.

Meski bukan yang terbaik, tapi Rider BMX membuktikan kalau mereka tak bisa dipandang sebelah mata. Semua jalur yang disuguhkan ahirnya tuntas dijalani. Bukit pinus yang katanya  mematikan tersebut berhasil dipanjat Rider BMX hingga kesemuanya masuk ke Finis.

Dengan kondisi tubuh basah kuyup dan berlumpur, para Rider BMX berpelukan satu sama lain sebagai ungkapan rasa sukur karena telah menyelesaikan tantangan Xtrim Tanah Karo tanpa ada yang mengalami cidera. “ Jalurnya memang menantang dan kita sangat tertantang,” sebut Yoga mengaku bila diundang kembali main di Tanah karo akan siap mengikuti. (yg)

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top