yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Durhaka Pada Ibu Kandung, Lidah Gadis Ini Putus
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Durhaka Pada Ibu Kandung, Lidah Gadis Ini Putus Anak yang Durhaka pada ibunya itu.(int) Seorang anak gadis terpaksa kehilangan lidah...

Durhaka Pada Ibu Kandung, Lidah Gadis Ini Putus


Anak yang Durhaka pada ibunya itu.(int)

Seorang anak gadis terpaksa kehilangan lidahnya setelah berbuat durhaka kepada sang ibu. Gadis cantik yang sukses dikariernya ini, selalu meninggikan suaranya saat disuruh orang yang telah melahirkanya ini.

Dan parahnya, ketika sang ibu memintai nya tolong untuk mengantarkan siibu kepasar dengan mobil barunya, dengan sombongnya gadis ini mengatakan tidak ada waktu. Dengan bercucuran peluh, siibu itupun berjalan kaki kepasar dibawah teriknya matahari. Disinilah petaka itu bermula.

Ahirnya yang maha kuasapun menghukumnya. Saat mengendarai mobil mewahnya, ditengah jalan mobil perempuan yang lupa diri itupun mengalami kecelakaan. Akibatnya, iapun mengalami cidera yang begitu serius. Bahkan, imbas dari peristiwa itu lidah sigadis manis tersebut putus.




Kisah ini dikutip Metro Langkat dari paling seru.com. Seperti apa kisah nya, berikut kutipan Metro Langkat dan semoga saja kisah ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar selalu menghormati ibu dan menjaganya dengan baik.

Nama dan alamat perempuan durhaka tersebut memang sengaja tak dicantumkan dengan berbagai alasan dan pertimbangan. Sejak kecil, perempuan ini memang memiliki kelebihan dibanding gadis-gadis seusianya. Kelebihan yang dimiliknya yakni paras rupanya yang cantik.

Karena kecantikanya tadi, banyak yang berdecak kagum memuji kemolekkanya. Seiring dengan waktu, gadis manis yang terlahir ditenggah-tenggah keluarga serba pas-pasan inipun beranjak remaja. Tak terasa iapun telah menyelesaikan kuliahnya dan sekarang bekerja.

Kesuksesan gadis ini hingga mendapatkan pekerjaan dengan posisi yang lumayan bagus, tidak terlepas dari dukungan dan doa sang ibu yang tak pernah lelah mendoakan sigadis agar diberikan kesehatan, kemudahan serta limpahan rejeki.

Sayangnya, gelimang harta yang sekarang dimilikinya membuat gadis berambut sebahu inipun mulai sombong. Bahkan, suaranya yang dulu lembut saat dipanggil sang ibu mulai berubah meninggi. Bahkan, tak jarang ia membentak kasar wanita tua yang telah mengandungnya sembilan bulan tersebut.

Dan pada suatu hari, siibu tua yang kini jalannya mulai tertatih-tatih, meminta untuk diantarkan kepasar oleh sianak dengan mobil barunya. Ada rasa kepingin dihati siibu merasakan duduk dikursi empuk mobil baru putrinya tersebut.

Tapi dengan alasan sibuk disertai nada meninggi, sigadis menolak mengantarkan sang ibu kepasar. Meski kecewa dihatinya,tapi ibu malang ini tetap coba mengerti kesibukan sianak gadisnya. Selang beberapa jam kemudian, iapun kembali meminta tolong diantarkan. Namun, tetap saja sianak menolak, bahkan kali ini dengan suara yang begitu kasar.

Sambil berlalu pergi dengan mobil mewahnya, anak gadis ini mengerutu sendiri dihatinya. Sambil mengigit lidahnya karena kesalnya dengan siibu, gadis inipun melajukan mobilnya melakukan perjalanan ketempat kerjanya. Rasa jengkel dihati sianak gadis ini kian memuncak tiap kali terlintas dibenaknya wajah sang ibu yang mengangu kenyamanan dirinya.

Sangkin jengkelnya, iapun mengigit dengan kuat lidahnya dan saat gigitan gadis ini semakin kuat itulah tanpa disadari olehnya ban mobil menabrak gundukan tanah didepan hingga Gadis keras kepala inipun mengalami kecelakaan. Dan akibat menghantam gundukan tersebut, dagu gadis inipun terbentur pada kemudi mobil menyebabkan lidahnya putus.

Ia pun menjerit kesakitan. Oleh warga ia lantas dilarikan kerumah sakit untuk diobati. Ditengah perjalanan menuju rumah sakit, gadis inipun terbayang wajah sang ibu yang tadi bentak-bentak olehnya. Perasaan bersalah karena meninggikan suaranya bila berbica dengan siibu membuat gadis ini tersadar kalau kejadian ini merupakan hukuman yang diterimanya dari yang maha kuasa.

Selama dirumah sakit, hatinya mulai merasa bersalah, kini ia tidak mampu untuk makan dan minum bahkan berbicara memohon maaf dan meminta ampun. Sementarra siibu tetap saja merawatnya dengan baik. Siibu coba memangil nama anakk gadisnya ini, namun ia tidak bisa menjawab karena tidak memiliki lidah.




Gadis ini tak hentinya berlinang air mata. Dia sempat menuliskan  sebuah tulisan untuk ibunya yang berbunyi “ sakit lidahku terputus tidak sesakit hati ibu. Maafkan aku anakmu,aku berjanji akan membayar kesalahanku kepada ibu”  semoga apa yang dialami gadis ini menjadi contoh buat kita semua agar sehabat apapun kita, semuanya berkat doa dan kasih sayang seorang ibu. (yg)









About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top