yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Dampak Pengeboran Seismik : Dinas Kehutanan Disinyalir Terima Ganti Rugi
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
  STABAT –News Metrolangkat.com Ganti rugi dampak pengeboran seismik 3D yang dilakukan PT.Pertamina melalui perusahaan rekanan sekaligus ...

 

STABAT –News Metrolangkat.com



Ganti rugi dampak pengeboran seismik 3D yang dilakukan PT.Pertamina melalui perusahaan rekanan sekaligus disebut-sebut  sebagai anak perusahaan BUMN tersebut yakni PT.Elnusa, khususanaya yang berada di kawasan hutan seperti di Kecamatan Brandan Barat, Pangkalan Susu dan Kec.Gebang, ternyata banyak dimanfaatkan pihak-pihak yang sebenarnya tidak berhak. 

 Pasalnya, akibat dampak kegiatan seismic 3D tersebut selain banyak mengorbankan tanaman hutan juga banyak merusak pohon mangrove (bakau) di kawasan paluh. Anehnya, tanaman mangrove yang sudah ditebangi oleh pihak perusahaan rekanan pekerjaan lain yang dipergunakan  untuk pembangunan perlintasan dan jembatan, juga memanfaatkan dana ganti rugi tersebut.

Informasi yang diperoleh dari beberapa warga di kawasan tersebut mengatakan, bahwa tanaman mangrove di kawasan paluh di Kec.Gebang yang saat ini sudah dipergunakan ntuk perlintasan pembangunan jembatan, juga telah mengklaim dan mendapatkan ganti rugi.

Padahal, saat akan membangun jalan perlintasan pembangunan jembatan, para pekerja proyek harus menebang kayu mangrove untuk sarana jalan.  “Untuk menyebrangi paluh-paluh kecil, mereka (pekerja proyek-Red) juga menggunakan kayu mangrove untuk sarana material pembangunan jembatan. Ternyata semua atas kerusakan hutan tersebut pihak Pertamina melalui PT.Elnusa, juga membayar ganti rugi pohon yang ditebang itu.


Bahkan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab.Langkat aja dapat ganti rugi dari Pertamina akibat penebangan pohon mangrove yang sebenarnya bukan terkena dampak pengeboran seismik,” terang beberapa warga kepada Koran ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutan dan Perkebunan Pemkab Langkat, Ir.Supandi Tarigan, saat coba dikonfirmasi terkait dugaan penerimaan ganti rugi dampak seismik pengeboran yang dilakukan PT.Elnusa, Selasa (06/9) belum berhasil. Menurut beberapa staf di dinas tersebut, Ir.Supandi Tarigan sedang keluar.

Namun sumber-sumber di Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab.Langkat, membenarkan adanya penerimaan ganti rugi dari Pertamina melalui PT.Elnusa tersebut. “Kalau masalah ganti rugi dampak seismik pengeboran itu memang ada. Tapi tidak diterima langsung oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab.Langkat, tetapi dibayar kepada Kementerian Kehutanan RI melalui rekening.

Namun untuk lebih jelasnya lagi lebih bagus ketemu aja langsung sama Pak Kadis,” ujar sumber sembari mewanti-wanti agar nama serta identitasnya tidak disebutkan dalam pemberitaan. Sementara itu, masyarakat Kecamatan Gebang lainnya juga meminta kejelasan ganti rugi atas lahan mereka yang terkena titik pengeboran seismik 3D dan jalur lintasan kabel yang telah selesai dilaksanakan oleh PT.Elnusa sebagai rekanan perusahaan pelaksana.

Sumber-sumber di Kecamatan Gebang mengatakan bahwa PT.Elnusa sebagai perusahaan rekanan PT.Pertamina sebagai pelaksana pekerjaan pengeboran seismik 3D juga telah membayar ganti rugi dana seismik kepada para pemilik usaha perkebunan illegal, seperti  Iwan Sembiring, Wahid Rambe, Sopia, Ibrahim dan Heri.

Padahal, usaha alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan pribadi yang jelas-jelas berada di kawasan hutan yang notabene tidak memiliki izin Hak Guna Usaha (HGU) dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Langkat, malah sudah mendapatkan dana ganti rugi dampak seismik. Namun, tanaman masyarakat yang selama ini menanam dan merawat hutan dan sudah terdata di Dinas Kehutanan, sampai saat ini belum menerima ganti rugi sepeserpun.

“ Apakah Pemkab Langkat telah melegalkan alih fungsi hutan sehingga mendapat uang ganti rugi itu, sementara kerjaan telah selesai dan ini menjadi pertanyaan besar bagi kami, terangnya.(rud)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top