yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: BM-Xtrim Bantu Korban Sinabung Di Naman Teran- Lau Kawar
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
BM-Xtrim Bantu Korban Sinabung Di Naman Teran- Lau Kawar Tanah Karo,ML Sekertaris BMX Hendro Maestio disaksikan Sa,adatul Khairat Pimpin...









BM-Xtrim Bantu Korban Sinabung Di Naman Teran- Lau Kawar

Tanah Karo,ML
Sekertaris BMX Hendro Maestio disaksikan Sa,adatul Khairat Pimpinan Perusahaan PT Metro Langkat-Binjai, ketika mempersiapkan Sembako yang akan diberikan kepada korban Sinabung.(ist)

Sabtu pagi, (10/9) puluhan Rider Trail yang mengabungkan diri dalam ikatan Binjai Langkat Modifix Xtrim (BMX), menyalurkan bantuan berupa sembako kepada para korban gunung si nabung di Kecamatan Naman Teran- Kabupaten Karo.

Bergerak dari Kantor POM Binjai pagi itu, puluhan pecinta otomotif Trail ini konvoi menyusuri Jln Jamin Ginting, Kec Binjai Selatan menuju arah Namu Ukur, Gunung Ambat, Pamah Semelir, Kecamatan Sei Binggei, Kabupaten Langkat sebelum memasuki  perbatasan Tanah Karo- Kabupaten Langkat.

Tiba dilokasi wisata Pamah semelir yang begitu exsotis pemandangan alamnya, para rider beristirahat sejenak melepas lelah. Sambil menikmati segelas teh manis panas dan makanan cepat saji, puluhan rider yang berasal dari Kota Binjai dan kabupaten Langkat ini menyempatkan diri mengabadikan keindahan alam ciptaan tuhan tersebut.
Pimpinan Perusahaan Hr Metro Langkat, Sa,adatul Khairat terlibat langsung mempersiapkan bantuan sosial buat korban Sinabung disaksikan Yoga pimpinan BMT Pradesa.(yg)

Bercengkrama satu sama lain merupakan ciri khas keluarga BMX yang dibidani Iskandar Paloh, Zulfan Efendi, Hendro Maestio, Maju PA, Darwis Sinulingga, Reliandeni, Budi Gondrong, Hendrik Badunk, Dhani Kasbi, Budi Teger, Bayu Gonjes, Otong Racing, Ponda Gondol, Try Darma Yoga Hsb, Zuhri Adin, Zainal (Ki Ageng) dan Nurhadi (Abeng) dan Komandan sebutan untuk pak Nanang.

Tak membeda-bedakan status maupun golongan adalah dasar terbentuknya BMX. Usai melepas lelah, puluhan Rider kembali bergerak. Kali ini jalan yang dilalui cukup berbahaya karena terjal dan dipenuhi bebatuan besar yang licin dan tajam. Konsentrasi pikiran serta kebugaran fisik sangat dibutuhkan melintasi jalur perbukitan diareal Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) tersebut.

Kalau tidak, sepeda motor yang ditungangi dapat terpeleset jatuh menghantam batu atau tergelincir masuk jurang yang tingginya mencapai ratusan meter. Saling membantu satu sama lain, merupakan aturan baku yang harus dipatuhui semua anggota rider. Bila salah seorang rider  mengalami trable atau masalah, yang lain harus segera memback up atau mengambil alih.
Dua Pimpinan : Direktur BMT Pradesa Try Darna Yoga Hsb (kiri) bersama Darwis Sinulingga Pimpinan Umum Hr Metro Langkat-Binjai grup diabadikan dengan latar belakang gunung sinabung disela-sela pemberian bantuan sosial kepada warga di Bumi Turang.(wis)

Tak jarang karena sulitnya medan yang dilalui membuat rider terjatuh atau kehabisan tenaga. Atau sepeda motor yang dikendarai mengalami kerusakan. Seperti yang dialami salah seorang dewan penasehat (Wanhad) BMX, drs Iskandar Paloh.

Pria yang telah berusia dikelapa lima ini, kehabisan tenaga saat mendaki bukit sehingga terjatuh dari kereta Trailnya. Beruntung ia hanya mengalami luka lebam dibagian siku. Guna menjaga hal-hal tak diinginkan, Paloh lalu dievakuasi oleh rider BMX lainya hingga kepuncak bukit.
Lepas lelah : Usai menyampaikan bantuan kepada para pengungsi Gunung Sinabung, pengurus, pembina dan anggota BMX menyempatkan diri photo bersama di exsotisnya Lau Kawar, kawasan wisata yang kini ditingalkan pengunjung pasca erupsi. (yong) 

Setelah melewati perbukitan terjal dan berbahaya tadi, sampailah puluhan rider BMX di Kuta Rakyat, Kecamatan Naman Teran, Kab Karo. Dilokasi ini terdapat ribuan pengungsi korban gunung Sinabung. Ditempat ini para Rider beristirahat untuk menunaikan sholat Zuhur sebelum menyampaikan apa yang menjadi hajat.

Sumbangan sembako pertama diberikan BMX di Masjid Naman Teran melalui Dewan penasehat (Wanhad)  BMX, Darwis Sinulingga yang juga Pimpinan umum Harian Metro Langkat-Binjai grup diterima Syawal Beru Sembiring (43) mewakili warga pengungsi lainya.
Drs Iskandar Paloh mewakili serahkan bantuan kepada korban Sinabung.(yong)

Ibu tiga anak yang mengaku telah menghuni barak pengungsi selama tiga tahun ini, sangat terharu mendapat bantuan ini. Selama dipengungsian kami tidak diperhatikan oleh pemerintah, kami hidup dengan serba kekurangan, selain itu kami juga hidup dibawah ancaman maut gunung sinabung yang sewaktu-waktu bisa meletus,” ujarnya.

Oleh sebab itu, sambung ibu yang telah menjanda sejak dua belas tahun lalu ini, ianya harus membanting tulang keluar desa mencari upahan kerja diladang-ladang warga. “ Saya keluar mencari upahan kerja diladang-ladang orang, kebetulan anak saya masih kecil-kecil dan perlu biaya sekolah,” ketusnya yang mengaku tinggal mati sang suami karena sesuatu penyakit.
Try Darma Yoga Hsb yang juga pimpinan di BMT Pradesa Langkat menyampaikan sembako kepada salah seorang warga perwakilan korban Sinabung di Naman Teran.(yong)

Setelah menyalurkan bantuan di Masjid tadi, para rider BMX kembali bergerak membawa bantuan berikutnya. Kali ini korban sinabung yang akan didatangi mereka yang masih tinggal di Zona Merah persisnya dibawah kaki Gunung sinabung yakni Lau Kawar.

Menurut Pelin Depari kordinator warga , saat ini ada sekitar 25 kepala keluarga (KK) masih tetap bertahan dilokasi (Lau Kawar-red). Meski pemerintah telah melarang untuk tinggal ditempat ini, tapi warga engan pergi karena tak tau hendak kemana serta tidak adanya jaminan ditempat relokasi yang baru.

“ warga memilih terus bertahan disini karena ditempat pengungsian tidak ada jaminan kehidupan, sementara anak-anak butuh biaya sekolah, makan dan lain-lain. Seperti pengungsi yang sekarang ini berada diluar sana, kini mereka merambah hutan lindung untuk bercocok tanam karena tidak adanya perhatian dan kepedulian Pemerintah” ujar Pelin Depari.
Wanhad BMX Iskandar paloh mendapat suport dari Darwis Sinulingga dan kawan-kawan setelah terjatuh ditanjakan perbatasan Langkat-Tanah Karo.(yong)

Kami tau tinggal ditempat ini sudah tidak aman lagi, apalagi sudah masuk zona merah itu artinya lokasi ini sudah masuk kategori berbahaya, tapi kami masyarakat ini mau kemana lagi, ditempat ini kami masih bisa bertahan hidup dengan ladang-ladang kami yang memang tak subur lagi. Sementara kalaupun pindah ketempat baru, kami tidak punya penghasilan untuk menghidupi keluarga,” urai Pelin.

Oleh karena itu, kami mengucapkan ribuan terimakasih kepada BMX yang mau peduli dengan penderitaan kami disini, kami bangga dan salut sama BMX, kami berdoa semoga seluruh anggota BMX selalu diberikan kesehatan dan kemurahan rejeki oleh Allah dan BMX makin jaya kedepannya,” Ujar Pelin diamini masyarakat pengungsi lainnya disela-sela pemberian sembako.
Dewan Penasehat BM-Xtrim, Darwis Sinulingga yang juga pemimpin redaksi hr Metro Langkat-Binjai grup menyerahkan sembako kepada perwakilan warga di Lau Kawar atau Zona Merah Sinabung disaksikan Ketua BMX Zulfan Effendi serta seluruh anggota BMX dan warga penerima.(wis)

Terpisah Darwis Sinulingga mengatakan kalau sumbangan sembako yang diberikan, selain berasal dari sumbangan seluruh anggota BMX juga datang dari pihak ketiga. Para pihak yang begitu besar perannya adalah BMT Pradesa-Langkat, DPD Askindo Langkat, Komentar Rakyat Binjai (KRB), Subdenpom Binjai, Hr Metro Langkat grup, Zainal (Ki Ageng Awaluddin).

Disela kegiatan bakti sosial tersebut KPU Binjai juga turut berpatisipasi. Melalui anggotanya Julfan Effendy, KPU Binjai melakukan sosialisasi Pilgubsu 2018 mendatang dengan memberikan pemahaman kepada warga masyarakat pengungsi sinabung dan juga pemilih pemula disana untuk mengunakan hak pilihnya.
Ketua Askindo Kab Langkat-Zuhri Adin salah seorang Donatur BMX bergaya disepeda motor Trailnya sebelaum bergerak ke Tanah Karo.(wi)

“ Kami dari KPU Binjai menghimbau juga kepada seluruh masyarakat disini untuk mengunakan hak suaranya pada Pemilihan Gubernur (Pilgubsu) 2018 mendatang, jadi jangan sia-siakan hak suara saudara sekalian, karena itu menentukan masa depan Sumut nantinya, “ ujar Julfan Effdendi.

Usai menyampaikan bantuan tersebut, Rider BMX menyempatkan diri menikmati keindahan danau Lau Kawar yang kini ditingalkan pengunjung pasca erupsinya gunung sinabung sejak beberapa tahun belakangan ini sebelum bergerak pulang ke Binjai. Sukses selalu buat BMX “ Jalur Kita Memang Beda”.(wis)



Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top