yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: 125 KK Dampak Banjir Masih Mengungsi
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Genangan air yang meluap dimanfaatkan anak-anak bermandi ria.(Fb-Ym)) Tanjungpura-News Metrolangkat.com Sebanyak 125 kepala keluarga...


Genangan air yang meluap dimanfaatkan anak-anak bermandi ria.(Fb-Ym))
Tanjungpura-News Metrolangkat.com

Sebanyak 125 kepala keluarga dampak banjir di Kabupaten Langkat hingga sekarang ini terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman yaitu perumahan pengairan yang berada di Jalan Lintas Sumatera Desa Cempa Hinai. 

 "Mereka sekarang ditampung disana menunggu air di pemukiman mereka surut," kata Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Irwan Sahri di Stabat, Kamis (22/9).
 Irwan menjelaskan 125 kepala keluarga yang mengungsi itu terdiri dari warga dua desa yaitu Cempa dan Batu Malenggang yang pemukimannya paling parah dilanda banjir hingga sekarang ini.

"Dapur umum buat para pengungsi juga sudah dipersiapkan oleh pihaknya sekarang ini termasuk berbagai bantuan kpada para pengungsi juga sudah datang baik dari kantor sosial, dinas kebersihan dan pertamanan, PDAM Tirta Wampu," katanya.

Namun demikian hingga sekarang ini masih terdapat 1.989 kepala keluarga lagi yang masih terdampak banjir pada tiga kecamatan yaitu Tanjungpura sebanyak 1.036 kepala keluarga, Padang Tualang 104 keluarga.

Sementara untuk kecamatan Hinai terdapat 849 kepala keluarga lagi yaitu di desa Tamaran 29 kepala keluarga, Batu Malenggang 340 kk, Cempa 327 kk, Suka Damai 108 kk, Tanjung Mulia 15 kk,Perkebunan 30 kk.

"Kita berharap air yang merendam pemukiman penduduk ini bisa secepatnya surut seperti yang sudah pada kecamatan lainya yang juga terkena banjir yaitu Stabat, Sei Lepan, Secanggang," sambungnya.

Sementara itu dari Tanjungpura Surkani berharap agar pemerintah Langkat dapat segera memberikan bantuan buat warga yang masih terdampak banjir yang butuh bantuan berupa bahan makanan maupun bantuan kesehatan

"Ada beberapa tempat warga sudah mulai terkena penyakit gatal-gatal, masuk angin, diakibatkan banjir yang masih menggenang dipemukiman mereka sekarang ini," katanya.

Selain itu juga Surkani meminta agar Pemprov Sumatera Utara segera mengeruk sungai Batang Serangan yang kondisinya terus semakin dangkal, bila tidak hujan turun sedikit saja dihulu bisa mengakibatkan banjir di hilir seperti Tanjungpura ini.

"Ini masalah yang setiap tahunnya terus dirasakan warga Tanjungpura apabila hujan deras beberapa hari saja maka banjir akan melanda kawasan itu, sebab kongtur Tanjungpura seperti kuali, jadi solusi yang dilakukan keruk Sei Batang Serangan, tinggikan tanggul, keruk waduk, diharapkan banjir akan terkurangi," ungkapnya.(IF)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top