yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: 10 Imigran Pencari Suaka Jadi Gigolo Di Batam
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
10 Imigran Pencari Suaka Jadi Gigolo Di Batam BATAM-News Metrolangkat.com Para pencari suaka dari Pakistan dan Afganistan yang ditampu...

10 Imigran Pencari Suaka Jadi Gigolo Di Batam

BATAM-News Metrolangkat.com


Para pencari suaka dari Pakistan dan Afganistan yang ditampung di Batam, ternyata melakukan aktivitas terlarang yakni menjadi gigolo alias pemuas nafsu tente-tante. Bahkan parahnya lagi, mereka tidak hanya melayani pelanggan perempuan tetapi juga sesama jenis atau homoseksual.

Dari informasi yang dihimpun Tribun Batam, setidaknya ada 10 orang imigran dari dua negara itu yang sudah ketahuan menjadi gigolo dan ditangkap Imigrasi Batam. Kesepuluh imigran yang sudah diamankan usianya bervariasi mulai dari 15 tahun sampai 30-an tahun.

Imigran gigolo termuda yakni MBH dari Afganistan yang berusia 15 tahun, kemudian MH alias J  yang juga dari Afganistan berusia 19 tahun.

Lainnya, MYA asal Afghanistan (19), MA Afghanistan (20), FH Afganistan (20),  MIS Afgansitan (22), AH Afganistan (24), MA Pakistan (26), JMN Afghanistan (34), dan MZA Afghanistan (37).

Tarif layanan seksual yang dilakukan 10 pria pencari suaka di Batam terbilang tinggi. Satu kali kencan dengan tante-tante dan om-om, pelanggan harus merogoh kocek Rp 20-Rp 25 juta.

Tingginya tarif para gigolo asal Pakistan dan Afganistan ini, sesuai dengan tampang yang cukup rupawan ditambah postur tubuh jangkung dan berpawakan besar.

Kasi Wasdakim Imigrasi Batam M Novyandri, Kamis (8/9/2016) siang mengatakan, praktik prostitusi pria ini berawal saat sepuluh imigran ini kenal dengan Bonny, mucinkari. Perkenalan itu terjadi ketika Bonny dan para imigran bertemu di tempat Fitnes.

Dari sana, diduga pelaku Bonny mengajak imigran bekerja sebagai pemuas nafsu wanita. "Awalnya kita mendapat informasi dari kepala kantor. Kemudian kita buat tim untuk menyelidiki kasus ini," sebut Novyandri.

Tim kusus yang dibuat ini lalu bekerja pagi dan malam.Dari hasil infestigasi diketahui kalau mereka memang benar terlibat jaringan portitusi di Batam.

Sepuluh pencari suaka yang dibekuk pihak Imigrasi Kelas 1 Khusus Batam, karena diduga menjadi gigolo, diamankan di dua lokasi berbeda.

Lima orang di kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Batam di Jl. Engku Putri, Batam Center, dan sisanya berada di Batuampar, Batam.

Mereka ini sudah dimata-matai oleh tim dari Imigrasi sejak dua bulan lalu, sejak mendengar laporan bahwa di antara mereka ada yang menjadi pemuas nafsu para perempuan itu.

Pihak Imigrasi kemudian menurunkan tim untuk menyelidiki. Tim ini mendapati beberapa pencari suaka berada di salah satu tempat fitnes di kawasan Nagoya. Di sana, mereka bertransaksi dengan media sosial melalui mucikari berinisial Bony.

"Kita kirim orang memantau mereka siang dan malam. Mereka kita amankan di sebuah tempat fitnes di Nagoya. Di sanalah mereka kenal dengan mucikari. Dari situ berkembang hingga terjadi transaksi," ujar Muhammad Novyandri, Kepala Wasdakim Imigrasi Kelas 1 Khusus Batam di ruangannya Kamis (8/9/2016) siang.

Saat ini pihak Imigrasi sedang memeriksa ke sepuluh terduga gigolo yang diketahui berasal dari Afganistan dan Pakistan ini.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Memo Ardia membenarkan pihaknya telah menerima pelimpahan kasus imigran asal Pakistan dan Afganistan yang jadi gigolo di Batam.

Polresta Barelang juga sempat mengamankan Bonny yang diduga jadi muncikari dalam praktik prostitusi itu. Namun, kini Bonny sudah dilepaskan. Menurut Memo, Bonny dilepaskan kembali karena belum memenuhi unsur.

"Unsur mucikari dan UU perlindungan anak belum terpenuhi sehingga kita pulangkan sambil mencari alat bukti yang mendukung perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Bonny," sebut Memo.

Batam lagi dihebohkan imigran nyambi gigolo menyusul pengungkapkan Imigrasi Batam terhadap aktivitas tertutup mereka di sejumlah hotel. Tarif sekali berkencan, berdasar keterangan pelaku, cukup tinggi yakni Rp 20 juta-Rp 25 juta.

 Namun tahukah Anda, siapa gigolo dengan tarif kencan terbilang tinggi di dunia?
"Wanita tidak akan menggunakan jasa anda oleh karena Anda baik, tapi mereka membutuhkannya oleh karena mereka bisa mempercayai anda," ungkap Hikaru Aizawa, pria Jepang yang diyakini sebagai gigolo dengan bayaran termahal di dunia.

Bayangkan, sekali berkencan Hikaru Aizawa mendapat bayaran Rp 2,5 Miliar semalam.Yang memakai jasanya kebanyakan tante yang masih berusia muda, cantik dan belum mempunyai anak. Berondong ganteng Jepang ini mendapatkan penghasilan lebih dari pekerjaan normal pria di Jepang yang rata-rata membutuhkan waktu 5 tahun untuk mengumpulkan uang sebanyak itu.(Tribun Batam/yg)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top