yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Wartawan Binjai Gelar Aksi Solidaritas : " Jangan Perlakukan Kami Seperti Binatang
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Wartawan Binjai Gelar Aksi Solidaritas : " Jangan Perlakukan Kami Seperti Binatang" Aksi solidaritas wartawan Binjai. BI...
Wartawan Binjai Gelar Aksi Solidaritas :
" Jangan Perlakukan Kami Seperti Binatang"

Aksi solidaritas wartawan Binjai.



BINJAI, News Metrolangkat. com

Unjuk rasa mengecam kekerasan terhadap 2 wartawan asal Medan, Array Argus dan Andri Safrin, yang dipukuli dan rampas kameranya oleh oknum TNI AU dan Paskhas Lanud Suwondo, di gelar di depan Pemko Binjai, Selasa (16/7) pagi.

Tampak puluhan wartawan, dengan menggunakan pengeras suara dan karton yang sengaja di bentangkan, melakukan orasi yang di pimpin oleh kordinator aksi, Zainal Tanjung dan Hendra Mulya.

Aksi unjuk rasa yang digelar di depan Pemko Binjai, merupakan bentuk solidaritas para jurnalistik Binjai terhadap kekerasan yang di lakukan para oknum TNI AU yang berlangsung kemarin.

Peristiwa yang menimpa 2 orang jurnalis asal kota Medan, jelas jelas menunjukkan kalau kebebasan pers telah di kebiri, bahkan ironisnya TNI AU yang seharusnya mengayomi masyarakat malah bertindak anarkis dengan cara menginjak, membantai kedua jurnalis yang ingin meliput Aksi bentrok TNI dan warga yang terjadi di kota Medan.

Dalam orasinya, Zainal Tanjung menekankan agar undang undang pers tentang kebebasan yang telah di atur dalam undang undang, tidak di kebiri.

"Jangan kebiri kebebasan pers, semua telah di atur oleh undang undang, kami bukan perampok, bukan pencuri, jadi jangan perlakukan kami seperti binatang," ungkapnya dengan penuh semangat.

Atas tindakan kebrutalan TNI AU yang telah mencoreng dan menganggap remeh insan pers, aliansi jurnalis Binjai meminta kepada pihak terkait untuk segera mengabulkan tuntutannya, antara lain :
- copot komandan lanud Soewondo, Kolonel Arifien.
- pom TNI AU harus terbuka dalam menindak pelaku penganiayaan.
- polisi harus usut tuntas kasus ini.

- segera terima laporan korban kekerasan tindakan brutal TNI AU.
- copot dengan tidak hormat personel TNI AU yang telah menganiaya wartawan.
- jangan ada lagi kekerasan terhadap wartawan, karena sudah berulang kali terjadi.
- kembalikan TNI pada fungsinya, karena TNI bukan pasukan okupasi rakyat.

Aksi kekerasan terhadap 2 wartawan asal Medan, terjadi saat meliput aksi massa dari warga sarirejo, kecamatan Polonia, yang ingin mempertahankan tanah mereka karena ingin di jadikan rusunawa.

TNI AU dan Paskhas lanud Suwondo menyerang wartawan dengan menggunakan kayu, pentungan, tombak dan laras panjang.

Unjuk rasa para aliansi jurnalis Binjai, menjadi perhatian bagi pengguna jalan yang sedang melintas.

Di akhir unjuk rasa, Aksi mengumpulkan id card dan kamera dari para wartawan, menandai kekecewaan para jurnalis Binjai terhadap oknum TNI AU yang telah melecehkan profesi jurnalis.(ism)

Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top