yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: NYATA PENAMPAKAN SUNDEL BOLONG DI BEKAS RUMAH SAKIT
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
NYATA PENAMPAKAN  SUNDEL BOLONG DI BEKAS RUMAH SAKIT Tanda-tanda kemunculan sundel bolong atau biasa dikenal dengan sebutan kuntila...


NYATA PENAMPAKAN  SUNDEL BOLONG DI BEKAS RUMAH SAKIT





Tanda-tanda kemunculan sundel bolong atau biasa dikenal dengan sebutan kuntilanak kian menampakkan wujud nyatanya tak hanya disiang bolong. Terlebih lagi dimalam hari atau dimalam-malam tertentu kemunculannya.

ilustrasi


Sinyal juga aura mistis kehadirannya selalu memberikan rasa dan tanda-tanda istimewa. Selain selendang berwarna kuning itu, milik pribadi sang lelembut kerap menampakkan tanda juga makna dibalik penampakkannya.

Walau kejadiannya sudah hampir satu minggu berlalu, aura mistis dilokasi bekas rumah sakit asset milik PTP. Nusantara – II masih menyisakan kisah pilu kemunculannya. Kisah-kisah sejatinya, aura mistis dikeluarkannya serta tanda-tanda lainnya begitu dapat difahami orang-orang kerap lalu lalang disiang bolong ataupun dimalam hari dikarenakan rujukan pasen wajib dilakoni pekerja atau perawat kesehatan mengais rezeki di perkebunan saat ini dikelola negeri jiran Malaysia. 

Kisah itu kian banyak menunjukkan tingkah serta laku para lelembut dilokasi. Koloni besar sengaja menempatkan diri didalam satu ruangan beas rumah sakit tak digunakan lagi kian memnjemput banyak kisah serupa dengan sundel bolong sengaja muncul disiang bolong sebelumnya.

Selendang kuning kepunyaannya, sengaja dipertontonkan pada bangsa manusia ternyata membawa berkah cukup bagi sang penemu dilokasi terus mengisaratkan kecukupan dari ukuran biasanya manusia.

“ Ya usai menemukan sehelai selendang kuning, lantas dua malam berselang, khabar makna juga maksud kemunculannya yang ditampakkan nyata itu menyerahkan pesannya, juga koloni lain melibatkan diri dalam satu lokasi dingin serta sejuk dibelas ruangan sengaja tak digunakan itu” aku Jamil membeberkan  dipenghujung kisahnya.

“ Kalaupun ada sedikit pengetahun soal itu, ya ada dulu pernah belajar dan memahami sifat atau sikap lelembut biasa hidup berdampingan dengan manusia” akunya polos memiliki pengetahun serba secuil itu.

“ Mungkin ini hasil serba secuil itu rupanya ??” akunya jujur soal itu. “ Malahan nampak dan terus diikuti mereka lelembut, jika memperhatikan sosok-sosok serta berkali-kali bolak-balik melintasi lokasi”

Merasakan keganjilan , menyerahkan makna dibalik kemunculan sosok sejati dirinya, berikut sehelai selendang miliknya. Penyerahan tanda sejati diri mereka lelembut, bergaul akrab juga dekat dengan manusia, walau kisah miris  diujung kematiannya menjadikan bangsa lelembut sekelas sundel bolong menyerahkan misteri tersendiri.

“ Padahal belum tentu seperti itu, selendang dimaksudkannya ??” Sengaja menampakkan dan mewujudkannya dialam nyata itu.

Memberikan pengertian dalam dalam mengakrabi kehidupan lain selain dunia nyata. “ tak harus terburu-buru berkisah soal ajaran agama. Akan tetapi, mereka-mereka memiliki kemampuan tersendiri  bahkan telah banyak digunakan bangsa manusia untum melakoni perintah atau suruhannya bangsa manusia juga.

“ Tak jarang, pengakuan mereka kaum lelembut itu, sengaja diberikannya upah wajib dalam meneruskan niat atau hajat kotor sang enpunya niat” aku Jamil menerima pesan lelembut dimalam sesudahnya itu.  “ Sekilas menyeramkan dan menakutkan, dari penampilannya selalu menggunakan pakaian serba putih, dua hal selalu betolak belakang. “ Akan tetapi semua itu, mereka-mereka adalah juga makhluk sang Pencipta.

 “ Disebabkan kejadiannya serta penampakkannya terkedan aneh dan menakutkan. Padahal…?!” sambung Jamil merasakan soal itu “ Selendang itu mempunyai kelebihan unggul soal talenta dipunyai bangsa manusia. Soal indera misalnya, nampak jelas kelebat juga koloni-koloni lainnya mendiami lokasi bekas rumah sakit itu smakin bertambah banyak setelah penampakkan dihari sebelumnya.

 “ Isarat kuat dan ketat tak menampik koloni lelembut dari keragaman asal usul hidup sert berdiam dilokasi ruangan atau bangsal telah tak dimanfaatkan sudah puluhan tahun itu” terang Jamil mengakuinya.

“ Mereka juga enggan dipertuhankan, namun cara atau model pendekatan sebelumnya banyak menyalaho aturan baku agama. Justru memalingkan kebiasaan mereka lelembut dan berubah menjadi budaya serta kebiasaannya. “ Ya, buktinya…?!” Selendang itu mengisaratkan perlakuan santun memilikinya, jika telah tiba waktunya ??” pesan itu kian kencang menghampiri disaat tidur malam. “ Meski belum diserahkannya, selendang kian muncul menampakkan wujudnya disembarang lokasi, walau waktunya tak dapat kita tentukan.

Namun masih tampak benda itu diseputaran lokasi yang mereka inginkan menunjukkannya sendiri. Malahan, sambung melanjutkan soal itu lagi “ Kelebihan selendang kian dikhabarkan, diantaranya dapat melihat jelas makhluk-makhluk lain disekitaran lokasi dengan mata telanjang “ akunya membeberkan soal mimpi sebelum memilikinya.

 Meski berbeda dunia, sorotan negatif bangsa lelembut sekelas kuntilanak dijadian jargon menakutkan juga menyeramkan, padahal jika diri mereka sengaja menghampiri tidak semua begitu, tidak semua begitu..?!” akunya. “ Tak sedikit telah memanfaatkan jasanya, meneruskan niat juga hajat bangsa manusia.

Ditujukan untuk bangsa manusia, bukannya dilempar pada bangsa yang sama, akan tetapi tujuannya untuk bangsa manusia pula” pesan lanjutan lelembut usai beberapa kali menemukan selendang kuning milik mereka. “ Rasa merinding itu, hal paling kuat dirasakan manusia jika menemukan keganjilan munculnya arwah-arwah lainnya. Padahal, rasa itu sejati tak dapat dipungkiri, namun masih memiliki keterbatasan dalam menjawabnya.

“ Itu persoalan lama ??” Merinding berkepanjangan, kerap dilokasi sama, bukan sert merta takut dan pergi meninggalkan lokasi. Akan tetapi merujuk pada anjuran agama mereka tetap hidup merdeka serta bebas beraktivitas  dengan gayanya masing-masing, walau tabalan namanya berbeda-beda, sundel bolong ataupun kuntilanak atau masih banyak lagi istilah terkait soal itu dibelahan wilayah daerah.

Nyata, kehidupan dunia lain itu teramat dekat manusia, bahkan akrab , berdampingan meski tidak semuanya menampakkan diri, tanda sejatinya tetap dipertahankannya dengan cara dan modelnya sendiri. Manusia penerima pesan itu hanya dapat menyikapinya dengan akal serta kemampuan cukup. ()
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top