yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Gunawan & Wawan Lapor Presiden : Manager PTPN-2 J Saragih, : Itu Maling Brondolan
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Gunawan & Wawan Lapor Presiden : Manager PTPN-2 J Saragih,  : Itu Maling Brondolan Wawan dan Gunawan Langkat : News Metrolang...
Gunawan & Wawan Lapor Presiden :

Manager PTPN-2 J Saragih,  : Itu Maling Brondolan

Wawan dan Gunawan



Langkat : News Metrolangkat.com

Korban pemukulan Gunawan (32) dan Wawan (18) keduanya warga Desa Kwala Musam, Dusun IV, Kecamatan Batang Serangan, Kab Langkat, yang dilakukan oknum TNI dari satuan 125/SMB dikebun, PTPN-2 Air Tenang, Desa Kwala Musam, Jum’at (12/8) lalu secara resmi membuat laporan pengaduan tertulis.

Laporan yang dituangkan didalam dua kertas polio tersebut ditujukan kepada : Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Panglima TNI, Bapak Kepala Staf TNI- AD di Jakarta. Bapak DANPUSPOM di Jakarta. Bapak MENKOPOLHUKAM di Jakarta. BApak Ketua DPR RI Komisi III di Jakarta.

Bapak Pangdam Bukit Barisan di Medan. Bapak Gubernur Sumatera Utara di Medan. Bapak DANREM-022 Pantai Timur di Pematang Siantar. Bapak ASINTEL KODAM 1 Bukit Barisan di Medan. Bapak As- OP Kodam 1 Bukit Barisan.

Bapak Bupati Langkat di Stabat, Bapak Dandim 0203 Langkat- Binjai,Bapak Kapolres Langkat di Stabat. Bapak Dansubpom di Pangkalan Brandan. Bapak Danramil Padang Tualang.  Bapak Kapolsek Padang Tualang, Bapak Danyon 125 di Kabanjahe.

Dalam pengaduan tersebut korban juga menceritakan kronologis sebelum terjadinya aksi pemukulan yang dialami. Pengakuan korban, sekitar pukul 16.00 wib, mereka ditolong oleh warga. Selanjutnya korban pun dilarikan ke RS Insani Stabat untuk diobati luka- lukanya.

“ Kami mengetahui yang mengantarkan kami kerumah sakit Insani adalah Rudi Sembiring dan Kartika Sembiring, sampai saat kami melaporkan pengaduan ini,kami masih dirawat di RS insani untuk dilakukan opname dan pemeriksaan kesehatan.” kata keduanya.

Penganiayaan yang dialami berawal dari pencarian lembu yang dilakukan keduanya. Saat itu seperti biasa, Gunawan dan Wawan berkeliling mencari lembu. “ Kami waktu itu mau mencari lembu ketua yang ngak nampak, ada sekitar 15 ekor lembunya.” ujar Gunawan.

Dengan mengendarai sepeda motor yamaha Vega, Gunawan dan Wawan, menyusuri kawasan Avdeling 5 Kebun PTPN-2 Kebun Air Tenang, Desa Sei Musam, Kecamatan Barang Serangan. Dan setibanya dilokasi persisnya dipersimpangan empat, tiba- tiba korban di stop oleh oknum TNI tadi.

“ Woi,kemari kau..! Orang brondol kau ya..? Bentak salah seorang dari oknum ini.” Bukan pak, jawab korban seraya mengatakan sedang mencari lembu ketua. “ Bukan pak,kami sedang mencari lembu ketua,jelas korban.

Selanjutnya tanpa basa basi lagi oknum aparat yang jumlahnya lebih dari lima orang ini memukul korban. Keduanya ditendang dengan sekeras kerasnya hingga terjerembab ketanah. Tak cukup,keduanya pun diborgol satu sama lain.

Sebelah tanganku digari yang sebelah lagi tangan Wawan, “ ujar Gunawan mengisahkan. Dengan tangan terborgol kami terus dipukuli sampai pingsan. Setelah itu kamipun ditinggalkan begitu saja. Setelah satu setengah jam kemudian, barulah kami dapat pertolongan. “ ujar Wawan.

Dalam kondisi babak belur, kedua korban dibawa kerumah salah seorang bidan desa. Karena kondisi keduanya mengkhawatirkan akhirnya korban dilarikan kerumah sakit Insani.” Kami sempat diobati dibidan desa,tapi katanya harus kerumah sakit,sebab luka kami cukup parah.” kata Wawan.

Menurut pengakuan korban,oknum TNI yang diketahui dari satuan Yonif 125 Si’mbisa tersebut berinisial, M Ar, Jh.P. Mil dan S. “  Kami akan melaporkan kasus ini ke POM Brandan besok,kami minta oknum aparat itu diberikan hukuman yang setimpal,sebab kami tak tau apa salah kami kok dipukuli. “ Ujar Gunawan.

Terpisah J Saragih Manager Kebun PTPN-2 Kebun Air Tenang, saat menghubungi Metro Langkat Senin (15/8) pagi mengatakan kalau kedua korban yang katanya dianiaya oknum TNI tersebut merupakan maling brondolan sawit. Sebenarnya mereka itu maling brondolan, waktu itu tertangkap sama petugas BKO kita, tapi karena keluarganya minta-minta tolong, makanya ngak kita serahkan kekantor Polisi.

Itupun tolonglah beritanya ditutup saja jangan lagi diperpanjang.” Ujar J Saragih seraya meminta wartawan anda menemuinya. Disoal perihal keberadaan oknum TNI yang menjaga kebun tersebut, J Saragih engan berkomentar lagi.(red)


Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top