yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Dua Hari Sebelum HUT Kemerdekaan : Hasil Rapat Muspika, Pedagang Pinggir Laut Di “ Sapu Bersih
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Dua Hari Sebelum HUT Kemerdekaan : Hasil Rapat Muspika, Pedagang Pinggir Laut Di “ Sapu Bersih” Pedagang pinggir laut pangkalan susu...
Dua Hari Sebelum HUT Kemerdekaan :

Hasil Rapat Muspika, Pedagang Pinggir Laut Di “ Sapu Bersih”

Pedagang pinggir laut pangkalan susu dibersihkan

Pangkalan Susu, News Metrolangkat. com

Belasan pedagang yang selama ini berjualan dengan mendirikan tenda pinggiran laut, tepatnya di Jalan Pelabuhan Pangkalan Susu Kec Pangkalan Susu Kab Langkat, Senin (15/8) pagi secara berat hati membongkar sendiri tenda/pondok yang biasa mereka pakai untuk berjualan

Pembongkaran ini terkait hasil rapat Muspika Pangkalan Susu pada Kamis (4/8) lalu,di mana dari hasil rapat ini yang di hadiri langsung oleh  Camat Pangkalan Susu T Fahrizal S,Sos, serta Forum Komunikasi Pimpinan (Forkopim) Plus instansi pemerintahan lainnya se Kecamatan Pangkalan Susu,serta puluhan pedagang yang di gelar di Aula Kantor Kelurahan Beras Basah, Kecamatan Pangkalan Susu Kab Langkat

Adapun hasil keputusan dari rapat ini, meminta agar para pedagang membongkar sendiri masing-masing bagunan pondok (cakruk) yang selama ini dijadikan tempat  berjualan di sepanjang tepi pantai sebelah kanan Jalan Pelabuhan Pangkalan Susu

Pada kesempatan itu, Camat Pangkalan Susu T Fahrizal S,Sos meminta agar para pedagang membersihkan lokasi pinggir pantai di sepanjang Jalan Pelabuhan sebelah kalan mulai dari sudut TPI sampai keujung pelabuhan dengan batas waktu 1 hari sebelum hari perayaan HUT RI ke-71, dan keputusan ini disepakati bersama sebagai kesepakatan dan harus di laksanakan

Sementara itu beberapa pedagang, yang di temui Metro Langkat di lokasi pinggir laut jalan Pelabuhan Pangkalan Susu, tampak sedang membongkar satu persatu kios/pondok yang ada, tampak wajah sedih di antara beberapa pedagang yang dengan berat hati menaikan kayu bongkaran kios/pondok jualan mereka keatas becak

Mustar (34) beserta istrinya Aisyah (29) saat ditemui di antara puing bangunan kiosnya mengatakan,kita minta jika memang kita disini (pedagang) menganggu pemandangan kenapa mesti kami aja yang di gusur,kenapa tidak semua bangunan yang berdiri di pinggir jalan ini yang digusur

Kami disini hanya mencari makan,jika kurang rapi atau bagaimana, kan bisa di atur dan di tata biar cantik,rapi dan indah,kenapa tidak ada solusinya bagi kami, mau tak mau kami harus bongkar dari pada mereka yang bongkar, tolong bantu kami Pak" ucap Aisyah di amini para pedagang lainnya

Hal senada juga di sampaikan Abzar (70) warga yang sama,dirinya sudah lebih 10 tahun berjualan di pinggir laut ini,dengan keuntungan perharinya mencapi Rp 50-100 ribu/harinya

"Kemana lagi kami mau mencari nafkah,hanya disinilah kami gantungkan hidup kami, kami hanya minta kepada Muspika untuk memikirkan nasib kami sebagai pedagang,cukup banyak kerugian kami kalau digusur, mau kemana lagi kami" ucapnya dengan wajah sedih

Sementara itu beberapa warga mengatakan,kalau keberadaan para pedagang yang  selama ini memasang pondok di pinggir laut kerap dijadikan sebagai tempat kumpul muda-mudi memadu kasih,bahkan warga sering memergoki para remaja yang usianya belasan tahun bermesraan hingga larut malam

Drs Ramli selaku Lurah Beras Basah saat ditemui beberapa waktu lalu menyatakan, jika para pedagang tidak membersihkan tempat berjualan tersebut, maka pihaknya bersama Forkopim akan mengambil tindakan sendiri untuk membongkar pondok- pondok tersebut, dan penertiban ini dilakukan bertujuan untuk membersihkan lokasi pantai dari bangunan liar agar tidak disalahgunakan terutama di saat malam hari,ucapnya (Budi)


Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top