yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Pria Bersorban Berjanggut Putih Kabarkan Pesan Gaib
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Menarik Pusaka Alam Gaib (Bag-2)  Pria Bersorban Berjanggut Putih Kabarkan Pesan Gaib Wangsit serta keragaman penyerahan pesan bangsa ...
Menarik Pusaka Alam Gaib (Bag-2) 
Pria Bersorban Berjanggut Putih Kabarkan Pesan Gaib

Wangsit serta keragaman penyerahan pesan bangsa gaib terus dijumpai Mat Jaiz berulang kali. Tak cukup sekedar penampakkan wujudnya, pesan-pesan aneh lainnya ikut membayangi kejadian kemunculan pusaka benar-benar dirasakan Mat Jaiz terus menerus.


Semua ritual hingga kelengkapan prasarat juga sarat utama ikut dilibatkan dalam wejangan bangsa lelembut terus dijumpainya sengaja diminta dilokasi.  Pria bersorban serta berjanggut serba putih kerap nongol dalam kesempatan mistis dilaluinya.

Bukan perkara mudah serta sepele, mendapatan serta menemukan tokoh supranatural mampu serta mumpuni dalam menjemput pusaka sengaja diwariskan leluhurnya itu bakal dilakoni. Melanglang buana, bisikan kuat soal keluhuran  niat serta pengalaman misteri cukup, menemukan pekerja berjibaku dalam menjemput harta pusaka tependam ratusan tahun lalu itu ikut diserahkan lewat mimpi beikut ciri-cirinya.

Apalagi pengerjaan lakon-lakon ritualnya sengaja disiang bolong. “ Usai menerima semua pesan luhur sang empunya pusaka, model serta bentuk dan warna khusus serta kekhasan pusaka bakalan diangkat terus dibisikkan dalam kurun waktu hampir mendekati satu tahun lamanya “ urai Mat Jaiz mengenang kejadian itu.
“ Tokoh kuat sejatinya penunggu abadi pusaka itu, terus memunculkan sejati dirinya lewat kesempatan beragam waktu. 
“ Tak hanya jelang tangah malam Jum’at Kliwon, dimalam Jum’at lainnya ikut menyerahkan seluruh kelengkapan eksekusi pusaka terus dikhabarkannya dengan lembut” beber Mat Jaiz menirukan beberapa kejadian terus dijumpainya.

Kepada Metro Langkat-Binjai Mat Jaiz begitu tenangnya mengkisahkan pengalaman seru dan mengagumkan dialami seumur hidup baru sekali. Menenmukan tokoh sentral dalam lakon menyedot pusaka juga sudah ditemukan dengan sederhana dan gampang.

“ Ya…, rasanya seperti ditunjukkan orangnya bakalan melakoni urusan ini” akunya polos. “ Malahan supranatural itu menyebutkan, “ Penyedotannya dikerjakan disiang bolong jima mau berhasil mewarisinya. 

“ Karena benda-benda pusaka lainnya sudah disimpan serta dirawat dalm jenis serta ukuran berbeda sebelumnnya” akunya menirukan supranatural itu membeberkan. “ Penglihatanku juga pengalaman khusus soal pusaka ini juga sama dari hasil penglihatan supranatural itu.

“ Tokoh pria bersorban serba putih serta berjanggut itu, lagi-lagi penunggu abadi pusaka kelewang Jepang sengaja dibenamkan sejak ratusan tahun lalu kian dekat terasa.  

Kebiasaan melakoni ritual kuat keagamaan, pesan kenta sang leluhurnya tetap dikerjakan tanpa pamrih. Memfadhilahkan ayat-ayat Fatihah selama kurang satu tahun terus diupayakan Mat Jaiz.

Mengembangkan mimpi merubahnya menjadi kenyataan kian dekat dirasakan bersama keluarga. “ Malam Selasa Pahing tepatnya, pria bersorban dan berjanggut terus mengabarkan pesan-pesannya. “ Heran memang, tak hanya berharap besar soal itu, malahan sosok lelembutnya sendiri kerap mendatangi diujung malam akan tiba” pengalaman mistis mendekati usaha penyedotan pusaka kelewang Jepang milik leluhurnya.

“ Peluangnya cukup besar nak…??” ujar supranatural itu berkali-kali menyuarakan pesan berasal dari pusakanya sendiri. “ Mendongkrak keinginan besar masih dilingkupi sebatas pesan-pesan gaib.

 “ Bercampur aduknya segenap perasaan  terus muncul, optimis tinggi tetap berada dibelakang upaya bakalan dilakoni hanya tinggal menunggu waktu tepat sudah dibisikkan sebelumnya pada sang paranormal gaek berkali-kali” terang Mat Jaiz tetap berkoordinasi dalam lakon penyedotannya.

 “ Pria bersorban dengan raut wajah sendu dan bercahaya itu, terus menerus menyerahkan soal tehnis penjemputan pusaka milik bangsa Jepang sebelumnya. “ Beliau (pria bersorban.red) kian menuturkan kata-kata amat berarti jika kelak telah memilikinya serta seluruh perlakuan setelahnya itu. 

“ Paanormal gaek itu tak banyak melakukan ritual, terlihat sederhana sekali dalam menjemput pesan pasti soal keberadaan pusakanya. “ Benda it uterus bergeser-geser kesegala arah tujuan belum pati dialam gaib.
“ Walau sudah diserahkan berbagai macam sarat dalam menutup pergerakannya. “ Urusan bangsa lelembut lainnya tetap menjadi incaran paranormal itu dalam setiap ritualnya “ bebernya mengulang kisah keberhasilan menyedotnya.
Hasil komunikasi aktif, paranormal dengan sang penunggu gaib pusakanya “ Benda pusaka, kelewang Jepang tak lebih dari berat 1 kilogram” ujarnya menirukan pesan sang khodam penunggu pusaka itu. 

“ Keakraban bersama lelembut lainnya dilokasi, tetap tak dibiarkan begitu saja. Maahan diserahkan kembali sarat-sarat juga do’a-do’a terkait pelaksanaan nantinya. Karakteristik pusaka sangat kuat dipegang sang penunggu, tak lepas dari perhatian juga pengawasan pria bersorban dipenuhi janggut tebal hingga kedada itu tetap mengabarkan pesan-pesannya. 

Meski begitu, Mat Jaiz tetap tak berharap banyak pada sang Maha Pencipta dalam menunaikan urusan wangsit pernah diterima sebelumnya. Terus menerus melakoni ritual kuat serta pendekatan sebenar-benarnya pada sang  Empunya alam semesta. 

Rajin serta khusu’ merelakan jarang tidur malam, Mat Jaiz tetap konsisten melakukan pesan leluhur serta penunggu tetap dikerjakan tanpa mengabaikannya sedikitpun. 

Pria bersorban serba putih dan berjanggut kian mondar-mandir dilingkungan rumah tinggal tanpa batas waktu. “ Tak menyebutkan nama sejujurnya, namun kemunculan pria bersorban itu tetap menunjukkan keanehan dan keangkeran dalam kemunculannya.

 “ Buktinya,  aroma khasnya serta dibumbui angin menyegarkan kerap lengket dan terasa begitu khasnya. “ Titik lokasi keberadaan pusaka itu ikut disuguhkan dalam penampakkannya. 

“ Jika bergeser hanya beberapa jengkal  tangan ukuran manusia” sebutnya menambahkan kejelasan titik lokasi penjemputannya.  Sedangkan pesan lainnya, rasa mual mengunci keinginan terbesar muncul dan terbersit seketika harus dimusnahkan segera mungkin” pesan lembut sang khodam kian meneruskan keberadaan pusaka semakin nyata dan dekat terasa.

 “ Pusaka itu telah banyak meminatinya, namun tetap diserahkan pada dirimu. “ Anak keturunan lagi mampu merawatnya dengan baik. “ jangan salah gunakan dan artikan kemunculannya kelak ?!” pesan itu terus terngiang-ngiang dalam batin Mat Jaiz usai diserahkan.

Kesungguhan serta niat baja sengaja diserahkan leluhur pada dirinya. Tak manyia-nyiakan kondisi waktu hanya berlangsung sekali seumur hidup. Mat Jaiz dengan segenap kemampuan menyediakan semua sarat-sarat dibutuhkan soal itu. 

Paranormal gaek lalu lalng kem lokasi mendengar pesan-pesan tambahan sengaja diwariskan pada salah seorang anak keturunannya. “ Le….??” Jangan kagetan menerima wangsit lainnya nanti ?!” pesan paranormal gaek mengingatkan lagi. 

“ Pusaka pemberian leluhur tetap dijaga soal laku penyedotannya hingga waktu penyerahannya” terang paranormal terus mengingatkan. “ Pusaka itu milikmu dan tetap milikmu….?!” Pesan lanjutan pria bersorban tetap menyempurkan khabar. 

“Tepi sungai itu, lokasi sejati dirinyabsengaja dibenamkan sejak peristiwa memilukan terjadi. “ Menghargai semua makhluk serta korban-korban pernah disentuhnya. Hal wajib dilakukannya ritual khusus dalam menyedotnya. “ pesan lelembut dengan nada khas kian terdengar. 

“ Assalamu’likum waramatullahi wabara katuh…??” lantunan salam berulang kali dituturkannya dengan nada lembut dan jelas tertangkap telinga. “ Serius menyerahkannya, rela muncul berulang kali dalam jarak waktu tak jauh dari sebelumnya. 

Namun tetap pria bersorban itu nongol dan mengabarkan pesan-pesan lisan. Diujung pesan malam itu, sambung Mat Jaiz mengkisahkan pengalamannya “ Penjagaan akurat serta santun, menyerahkan pada sebenarnya pemilik haq sejati. 

“ Jangan ganti orang bakalan melakukan penyedotannya ??” pesan teramat halus untuk didengarkan.  Menggeluti perasaan bergelayut rasa tak  mungkin kian menyebar kencang. Bersama pria bersorban dan berjanggut tebal itu, Mat Jaiz terus mengikuti seluruh pesan-pesannya hinnga menjumpai waktu tepat dalam penjemputannya
.
Menebalkan perasaan optimis, mengusir rasa ragu-ragu,  hal terpenting menjemput keberhasilan besar diujung penyerahan pusaka milik leluhurnya sengaja dibenamkan pemberian sang penguasa kolonial Jepang sebelumnya.(bersambung)

Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top