yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: MENEMBUS MISTIS KAWASAN WISATA BUKIT LAWANG (BAHAGIAN 1 )
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
MENEMBUS MISTIS KAWASAN WISATA BUKIT LAWANG (BAHAGIAN 1 )   Mistis dikawasan hutan Bukit Lawang.( ilustrasi) Kisah mistis serta...





MENEMBUS MISTIS KAWASAN WISATA BUKIT LAWANG (BAHAGIAN 1 )

 
Mistis dikawasan hutan Bukit Lawang.( ilustrasi)

Kisah mistis serta legenda sebelumnya menjongkrokkan pada kejadian aneh menerjang kawasan beberapa tahun silam itu masih menyerahkan tanda-tanda. Hirup pikuk serta riuh keramaian memadati kawasan, ternyata dibalik keramaian  pria gaek berpenampilan  berhati mulia dengan seragam kebesarannya menampakkan sosoknya ditengah-tengah kesibukan pelancong memadati kawasan wisata tersohor.

Apa makna dibalik kemunculannya beberapa kali menampakkan pertanda alam dengan suara serta perlakuannya itu ?



Suara azan Magrib berkumandang nyaring  ditengah kesibukan para pelancong memadati kawasan beberapa hari telah menikmati liburan panjang usai lebaran.  Kepadatan pengunjungnya mendatangi lokasi wisata cukup lumayan banyak masih disuasana bulan syawal atau Idul Fitri.

Langkah-langkah tegap memanjat beberapa lokasi jalan rabat beton sengaja diperuntukkan bagi pengunjung melintasinya itu. lalu lalang wisatawan terus menggelandangkan kesibukan tiada hentinya. Beagam corak niat juga hajat ada dibalik kesibukan itu. Musholla kecil dipeinggiran arah ke hulu kawasan wisata tersohor, menyimpan banyak kisah mistis sebelumnya.

 Mengantarkan peristiwa aneh puluhan tahun silam masih segar dalam ingatan. Sosok pria gaek berusia ratusan tahun mampir serta mucul ditengah jalan rabat beton dari arah hilir ke hulu. Menenggelamkan semua hasrat untuk melanjutkan perjalan menuju kawasan rehabilitasi orang utan.

Sosok pria senantiasa berjubah serba putih itu diam srribu basa. Hanya senyum kecil mengiringi penampkkannya dibalik lekukan tebing-tebing masih belum terlalu jauhy dari lokasi musholla peninggalan bandang terus mengukir kepadatan jema’ahnya kian padat melebihi kapasitas. Petistiwa aneh penampakkan sosok pria berjubah penyerah pesan tetap tak diabaikan begitu saja mendapatinya.



Berhajat mengitari kawasan usai sholat ‘Isya dilokasi wisata tersohor. Berdjalan perlahan memanjat tebing terjal serta melintasi beberapa lekukannya. Dibalik tebing itu, kerap dilalui wisatawan lokal maupun manca Negara itu, ternyata sosok pria gaek berjubah putih nongol dengan seragam kebiasaannya sembari menyerahkan senyuman padat pesan itu memunculkan sejati dirinya pada seorang warga kerap beraktivitas sejak puluhan silam.

 Sebut saja Uncu Melan (51) bukan nama aslinya, terbiasa bekerja serabutan dalam mencukupkan kebutuhan keluarga ditengah-tengah persaingan kian tajam dikawasan wisata. Bolak-balik melintasi jalur kebiasaan, Uncu Melan menatapku serius “ Endak kemana anak malam hari begian nin…?!” tanya uncu Melan terkejut mendapatiku sudah berada tepat didepannya.

“ Tide ko keleh orang tua berjubah tu …??” sambil menunjukkan posisi kemunculan pria gaek bersorban ditengah perjalanannya pulang kerumah.  Kaget serta keheranan menemukan sosok pria gaek duengah bperjalannya pulang, dengan logat serta kekhasan bahasa Melayu gaya Bahorok itu kian mencecar sembari mengajakku berbincang soal pria gaek itu. Berjarak hanya dua meteran dari lokasi ditemukannya pria berjubah serba putih masih berdiri dengan janggut tebal terjuntai.



Uncu Melan terus menjelaskan kejadian aneh baru saja ditemukannya ditengah rabat beton arah ke hulu. “  Kawasan nen…banyak sudah kejadian aneh dinampakkannye…??” urai Uncu Melan tiada henti mengkisahkan kejadian serupa. “ Pria gaek itu sebelumnya juga bikin heboh kemunculannya beberapa tahun silam sebelum banjir bandang ??” sebut Uncu Melan mengenangnya.

“ Tapi ngapa pulak orang tua te muncul …?!” ujarnya dengan nada bertanya keheranan. Bergerak menepi kesebelah kanan badan jalan rabat beton mengarah ke hulu. Berdua bersama Uncu Melan memperhatikan sosok pria ngaek berjubah itu masih berdiri serta terdiam saling memandangpun terjadi.

“ Masya Allah…?!” sambung Uncu Melan dengan seketika keluar dari bibirnya. “Lembutnya te tanggung raut wajahnya te…?!” dilontarkannya dengan khas Melayu Bahoroknya. “ Puteh dan berseri-seri juga bersinar te tahu entah dari mana asalnya cahaya puten nang meneranginya ??” ujarnya terus keheranan sembari memperhatikan sosok itu masih diam tak bergerak sedikipun.

Mendapati kejadian tak direncanakan sebelumnya, berniat mengunjungi kawasan wisata tersohor pada moment liburan hal ditunggu sejak lama. Hampir lima belas menit lamanya pria gaek bersorban serba putih masih tetap tak bergeser dari lokasi kemunculannya. Uncu Melan tetap ngeromet panjang soal penemuan tak disengaja.

“ Ya Allah…, angin…, angin… ?!”menerpa sekujur tubuhnya kian kencang lain dari biasanya. Meniupkan pesan kuat kemunculan pria gaek bersorban terkait pesan sejatinya alam bakalan diserahkan. “ Maya lagi endak dikabarkannya nin…?!” Memegang sebilah tongkat dengan sinar kemilau tajam menendang pandangan mata malam itu.

Angin kian kencang menghujam sekujur tubuh kami berdua. Pesan itu masih belum diserahkannya, sesekali halilintar besar memberikan tanda kuat turunnya hujan bakalan terjadi. Pertanda alam itu, kilatan disertai suara guruh kencang berkali-kali menggelegar dilangit kawasan wisata kiab dekat dan kencang.

Berdua  membalikkan arah menuju kawasan wisata perkarangan parker. Mengisi perut jatah makan malam, Uncu Melan dengan baju basah masih tetap setia bersama sambil berbual akrab soal hal aneh ditemukannya dibadan jalan rabat beton menuju lokasi  hulu wisata tersohor itu tertunda.

Membincangkan terus kejadian aneh namun nyata dihadapan mata, menemukan pria gaek bersorban dengan sebilah tongkat terus mengeluarkan sinarnya tetap menjadi ingatannya walau sudah pergi meninggalkan lokasi ditemukannya sosok gaib pria berjubah itu. Bagaimana penyerahan pesan pria gaek berjubah putih dilokasi wisata selanjutnya ? (bersambung )
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top