yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Jangan Pernah Ukir Prestasi Di Langkat : " Kami Diabaikan Bupati, Tapi Dipuji Gubernur
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Jangan Pernah Ukir Prestasi Di Langkat : " Kami Diabaikan Bupati, Tapi  Dipuji Gubernur Langkat :News Metrolangkat. com ...
Jangan Pernah Ukir Prestasi Di Langkat :

" Kami Diabaikan Bupati, Tapi  Dipuji Gubernur






Langkat :News Metrolangkat. com



“ Jangan pernah ukir prestasi apapun di Langkat. Karena, sebesar dan sehebat apapun prestasi itu ditorehkan, tidak akan pernah jadi perhatian.Apalagi kebanggan oleh Pemerintahnya. Bahkan ucapan terimakasih sebagai pengobat lelah juga nyaris tak terdengar,” Kalimat apatis ini tercetus spontan ketika tak tergugahnya hati Pemerintah Langkat atas capaian prestasi yang didapat anak-anak Negeri ini.



Padahal,untuk bisa menjadi yang terbaik atau juara,bukanlah persoalan mudah seperti membalikkan telapak tangan. Banjir keringat sudah pasti, banjir air mata juga ada, bahkan tetesan darah karena cidera juga dirasa. Selain itu, finasial yang dihabiskan sudah tak tercatat lagi, karena memang sipembina olahraga iklas melakukanya alias Lilahitaala.



“Mmmm...!!  Tak bermaksud menjelekkan, tapi itulah kenyataan yang dirasakan. Kadang terlintas dibenak ini, untuk apa Dinas pemuda dan olahraga (Dispora) daerah ini ada kalau hanya sebagai pelengkap derita. Lalu pertanyaanya, dikemanakan saja angaran yang dikelola, apalagi dari tahun ketahun mata angaran yang diajukan terus bertambah.



Sementara pembinaan terhadap atlet atau anak-anak yang berprestasi boleh dibilang jauh panggang dari api..!. Huhh..!! kalau soal itu hanya bapak-bapak itulah yang tau dan bisa menjawabnya. Karena kita memang tak diberi tau soal itu.



Yang terjadi sekarang ini pejabat yang membawa bendera olahraga tersebut hanya duduk dibelakang meja menghabiskan angaran yang ada. Sedangkan yang mencapai prestasi boleh dikatakan bukanlah binaan atau karya dinas tersebut melainkan buah karya pengiat olahraga diluar Dispora. Itu fakta.



Terlalu..!!. Dari berbagai prestasi yang didapat Putra/i Langkat, diberbagai bidang, baik kesenian, olahraga dan sebagainya, tak satupun mendapat penghargaan yang selayaknya dari pemerintah Langkat. Berbeda dengan daerah-daerah lain, ketika pemuda-pemudinya berprestasi dibidang apa saja, mereka akan diperlakukan seperti “ Pahlawan” karena diangap telah mengharumkan nama daerahnya.



Bahkan, jaminan masa depan bagi siatlet atau anak-anak berprestasi tadi mendapat jaminan pekerjaan. Sementara di Langkat sendiri, sebuah prestasi itu diangap biasa saja tak ada istimewanya. Padahal, dengan adanya perhatian maupun dukungan dari pemerintah setempat, hal tersebut bisa menjadi motifasi anak-anak untuk mengembangkan bakatnya lebih baik lagi.



Rasa apatis terhadap Pemerintah Kabupaten Langkat berkaca dari apa yang dirasakan anak-anak Bola binaan SSB Metro Langkat yang berhasil mengharumkan nama Langkat khususnya dan Sumatera Utara umumnya. Tak terlalu berlebihan bila dikatakan kalau prestasi yang didapat SSB Metro Langkat sebuah torehan sejarah baru.



Sepanjang sejarah Langkat, baru kali ini Tim sepak bola (SSB-red) dari Langkat yang berhasil lolos menjuarai Piala Dunia anak-anak yang diselengarakan oleh Aqua Danone DNC Nations. SSB Metro Langkat menjadi yang terbaik di Sumut setelah mengalahkan 448 SSB se Sumut. Menariknya, selama pertandingan  Final Regional yang digelar tanggal 30-31 Januari 2016 lalu, SSB Metro Langkat belum pernah kalah sekalipun atau atau draw dengan Tim manapun. Suatu kebanggan memang.



Apalagi kesemua SSB yang menjadi lawan anak-anak asuhan Yong Ganas tersebut didukung penuh oleh Pemerintah kabupaten/kota-nya. Sedangkan Tim SSB Metro Langkat jalan sendiri tanpa pernah mendapat perhatian, bimbingan maupun arahan dari Pemkab Langkat. Tetapi, hasil yang disumbangkan Tim SSB Metro Langkat sangatlah membanggakan.



Nama kabupaten Langkat harum di Stadion Teladan Medan kala itu. Ribuan orang yang menyaksikan Final Regional Sumut  Piala Danone tersebut berdecak kagum terhadap Langkat karena anak-anaknya punya bakat dan prestasi yang sangat luar biasa. Tim SSB Metro Langkat dielu-elukan sebagai Champion kala itu. Sejumlah tawaran maupun undangan tandingpun berdatangan.



Sedihnya, meski berhasil mengharumkan nama Langkat melalui olahraga bola kaki, tak seorangpun pejabat Langkat yang mengucapkan selamat kepada anak-anak ini. Bahkan, sampai anak-anak tersebut terbang ke Jakarta tanggal 20 Juli 2016 sekitar pukul 09.00 Wib untuk menghadiri pertandingan Final merebut tiket ke Francis, ucapan tersebut tak juga terdengar.



Apalagi bantuan materi dipastikan tidak ada sama sekali. Sedihnya lagi, keberangkatan ‘ Pahlawan kecil’ tersebut menuju bandara KNIA , Rabu (20/7) pagi, dengan menumpang angkutan Jumbo, sedangkan Tim SSB dari Provinsi tetangga (NAD) mereka menumpang Bus Pariwisata super Lux dikawal Poredes. Pemerintah NAD mendukung penuh anak-anak negerinya yang berprestasi.



Dan lebih mirisnya lagi, disaat SSB Metro Langkat yang akhirnya menjadi perwakilan Sumatera Utara itu, berangkat bertarung menuju Jakarta, Bupati Langkat lebih memilih urusun mendapatkan simbolistik yang diduga kuat penuh dengan kepura-puraan bertajukkan hebatnya Langkat dalam urusan bersih-bersih, ketimbang menyempatkan waktu sesaat buat memberikan spirit moral terhadap anak-anak usia di bawah 12 tahun yang membawa nama harum Langkat ke kancah Nasional.



Dari amatan, lemahnya kontrol kepedulian H Ngogesa Sitepu dalam mengapresiasi prestasi riil yang didapatkan oleh putra-putra Langkat, menunjukkan bahwa memang orang-orang yang berkutat di kesehariannya bersama Bupati itu, sama sekali tidak memiliki integritas dalam menginisiasi sebuah kepentingan yang sepatutnya menjadi prioritas.



Para punggawa Bupati, dinilai lebih terpaku dengan apa perintah dari atasannya itu, daripada menonjolkan efektifitas berfikir secara positive progresive dan mengembangkan etos kerja inovatif konstruktif. Budaya siap perintah, takut salah dan menunggu petunjuk bapak, seolah menjadi kebanggaan kalangan SKPD di Langkat.



 Bahkan setingkat Sekda pun, seolah tak bertaring mendorong Bupatinya untuk lebih kreadible beraksentuasi untuk lebih objektif menjalankan kepemimpinannya selaku seorang Bupati yang sesungguhnya. Dan akhirnya, hal ini berakibat fatal. Bupati Langkat itupun lebih gemar untuk dibodoh-bodohi dan mengeluarkan uang yang tidak sedikit jumlahnya untuk sebuah seleksi atlet sepak bola yang belum tentu ujung pangkalnya, ketimbang lebih fokus mengapresiasi prestasi yang nyata-nyata telah diraih.



Setidaknya, ketika prestasi yang dihadirkan oleh anak-anak SSB Metro Langkat, dengan fantastisnya mampu mewakili Sumatera Utara ke jenjang nasional pada Piala Danone yang akan dilangsungkan 24-25 Juli di lapangan Sumantri Jakarta, walau tanpa dukungan apapun dari Bupatinya, namun dengan semangat membara membesut mental mereka untuk lebih berprestasi lagi.



Dan jelang detik-detil keberangkatan mereka ke Jakarta, sebelum menuju Bandara Kuala Namu, pertolongan Sang Maha Kuasa pun datang dengan segala keajaibannya. Dengan penuh kearifan, H Tengku Ery Nuradi dalam kapasitasnya sebagai Gubernur Sumatera Utara, disela-sela kepadatan aktifitasnya, Rabu (20/07) siang, menyempat dirinya beramah-tamah dengan anak-anak SSB Metro Langkat, yang menjadi duta Sumatera Utara di event Nasional tersebut.



Support moral meluncur dengan penuh kasih layaknya seorang bapak terhadap anak-anaknya, yang sangat mengharapkan jangan pernah takut apalagi gentar dalam menghadapi lawan-lawan mereka nantinya. Walau sebagaimana laporan yang diterimanya, bahwa Pemkab Langkat tidak mempedulikan tuah anak-anak yang berprestasi itu, namun T Ery Nuradi memastikan akan langsung menonton pertandingan-pertandingan yang akan dilakononi SSB Metro Langkat di Jakarta tersebut.



Gubernur Sumatera Utara yang saat itu didampingi oleh Kadis Pora Sumut, Baharudin Siagian juga berjanji akan terus memberikan jalan keluar terhadap eksistensi SSB Metro Langkat.  "Biarlah Pemkab Langkat tak mempedulikan kalian. Masih banyak cara yang bisa kita lakukan bersama, dengan merangkul pihak-pihak dari BUMN dan lainnya, agar fokus memberikan bantuan terhadap SSB Metro Langkat melalui dana CSR," Ujar T Ery Nuradi.



Selamat berjuang anak-anakku SSB Metro Langkat Sumatera Utara. Insya Allah tuah kalian berpadu membawa pulang prestasi yang lebih membanggakan untuk Sumatera Utara. Amin Ya Rabbal Alamin. Kata Gubsu memotivasi. Semoga doa, Gubsu dan warga Langkat khususnya dijabah Allah. Aminn.(*)

Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top