yongganas ganas yongganas ganas Author
Title: Si “A Boi Preman Tanjungpura Lecehkan Pemkab Langkat :
Author: yongganas ganas
Rating 5 of 5 Des:
Si “A Boi Preman Tanjungpura Lecehkan Pemkab Langkat : Bupati Diminta Segera Evaluasi Kinerja H Surianto Tanjungpura : News Metro Langkat...
Si “A Boi Preman Tanjungpura Lecehkan Pemkab Langkat :
Bupati Diminta Segera Evaluasi Kinerja H Surianto

Tanjungpura : News Metro Langkat.Com

Keperkasaan A Boi yang semakin petentengan menunjukkan powernya, dengan melucuti marwah Pemkab Langkat, melalui ucapan tak etisnya kepada Camat Tanjungpura bahwa ia telah mampu mengamankan perbuatannya yang terbukti salah, terhadap pejabat pemerintah perpanjang tangannan Bupati di Kecamatan Tanjungpura itu.

Adalah Surianto, S.Sos, yang nota bene sebagai Camat Tanjungpura, seharusnya mengambil sikap, akibat pernyataan yang disampaikan oleh A Boi dengan penuh tendensius itu.
“Ungkapan A Boi tersebut, jelas telah melucuti marwah Pemkab Langkat. Camat sama sekali sudah tidak mempunyai harga diri, dengan seenaknya dikangkangi oleh A Boi,” Ujar Arifin yang dikenal sebagai salah seorang tokoh wartawan senior di Kabupaten Langkat.

Lebih lanjut Arifin yang sampai dengan saat ini masih aktif sebagai jurnalis di salah satu surat kabar harian terbitan Kota Medan itu mengatakan, dengan tidak adanya sikap atau respon dari Surianto selaku Camat Tanjungpura, menunjukkan betapa mandulnya potensi mantan Kabag Umum Pemkab Langkat itu, menata dan mengelola wajah kota Tanjungpura, yang dari hari ke hari semakin menunjukkan keamburadulannya.

“Apapun ceritanya, H Ngogesa Sitepu selaku Bupati Langkat, harus segera mengambil sikap atas kinerja yang dipertontonkan Surianto dalam menjalankan kapasitasnya sebagai Camat Tanjungpura. Sebab, walau bagaimanapun, perihal ungkapan yang disampaikan oleh A Boi adalah rekam jejak memalukan yang dilakukan oleh Camat Tanjungpura,” Tegas Arifin.

Arifin juga mengingatkan, terlepas benar atau tidaknya perihal perkataan yang diungkapkan oleh A Boi itu, adalah kenyataan yang tak terbantahkan menunjukkan kota Tanjungpura saat ini, perlahan tapi pasti, telah terlingkup satu persatu jalan kaki 5 nya, tanpa adanya tindakan tegas dari Surianto sebagai Camat Tanjungpura.

Sementara Camat Tanjungpura melalui Lurah Pekan Tanjungpura, M Luthfi kepada Metro Langkat mengatakan, “Tidak mungkinlah, Camat bisa dimaenkan oleh para pedagang yang nyata-nyata bersalah, melingkup jalan kaki 5 secara permanen”.

Lurah Tanjungpura itu pun juga menegaskan, akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, agar segera dilakukan pembongkaran terhadap bangunan yang melingkup jalan kaki 5 di Kota Tanjungpura.
Sebagaimana diketahui, bahwa perilaku A Boi yang mengaku-ngaku sebagai preman Tanjungpura dan dengan penuh arogansi melakukan penghinaan kepada wartawan Metro Langkat, terus mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan.

Khususnya dari kalangan insan pers yang ada di Langkat, mengecam keras pernyataan yang dilontarkan A Boi, saat wartawan melakukan tugas kejurnalistikannya.

“Para wartawan telah dilindungi dalam menjalankan fungsi dan tugas mereka sesuai dengan UU Pokok Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Jadi, apapun ceritanya, A Boi telah melakukan pelecehan dan penghinaan terhadap pribadi wartawan yang bersangkutan dan korps pers nasional,” Tegas H Zainuddin Ilyas yang dikenal sebagai salah satu dedengkot wartawan senior di Langkat.

Lebih lanjut Zainuddin mengatakan, agar secepatnya A Boi memberikan pernyataan permintaan maaf atas segala hal yang diucapkannya itu, yang secara jelas, menunjukkan ketendensiusannya menyepelekan wartawan.

“Dan jika A Boi menganggap segala apa yang diucapkannya itu, tidak bermasalah dikemudian hari untuk dirinya, gerakan solidaritas wartawan, dipastikan akan membuat A Boi lebih mengetahui arti hidupnya agar tidak semena-mena mempertontonkan kearogansiannya,” Ketus Zainuddin.

Sebagaimana diketahui,bahwa perbuatan tidak etis A Boi yang telah melakukan penghinaan kepada wartawan, semakin mendapatkan titik terang akan adanya permainan pihak pengusaha/pedagang terhadap Camat Tanjungpura.

Terbukti, melalui ucapan yang dilontarkan A Boi kepada wartawan Metro Langkat, mengatakan bahwa “Aku tau, yang kubuat dengan memasang pagar besi ini adalah perbuatan salah. Jadi mau apa kalian rupanya......???. Biar tau aja kalian ya siapa aku. Aku ni preman. A Boi ni yaaa......, belum tau kalian siapa aku”.

Dan lebih lanjut A Boi kembali berujar, ““Sampai tingkat Camat, udah kuamankan masalah ini. Kalian tulis aja besar-besar di koran kalian tu, tak takut aku. Tak ada apa-apanya yang namanya wartawan sama aku. Kecil kalilah sama aku, kalau masih wartawan yang mendatangiku”.

Berdasarkan pengakuannya itu, menunjukkan bahwa dari puluhan lokasi jalan kaki 5 yang ada di Kota Tanjungpura, telah dilingkupi secara permanen melalui tembok batu dan pagar besi, mengindikasikan adanya kongkalikong bersama petinggi pemerintahan di Kecamatan Tanjungpura.

“Hal ini perlu menjadi perhatian serius Bupati Langkat, agar segera mengambil sikap tegas untuk menegakkan peraturan sebagaimana mestinya”.

Demikian ungkap Sofyan Nasution, salah seorang kader DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Langkat, kepada Metro Langkat, Senin (13/06).

“Kenyataan yang diungkapkan oleh A Boi dengan tendensiusnya itu, sudah sepatutnya menjadi pelajaran bagi kita semua, agar janganlah lagi pihak Pemkab Langkat, dengan seenaknya dilecehkan oleh pihak-pihak yang dengan sengaja ingin menghancurkan marwah pemerintah melalui dugaan adanya sekedar usungan recehan sesaat,” Lanjut Sofyan.

Dan atas ungkapan yang disampaikan oleh A Boi itu, Sofyan juga meminta kepada A Boi, agar gentlemen meminta maaf kepada korps wartawan khususnya kepada wartawan yang langsung mendengarkan ucapannya tersebut.

Terpisah, Mozon yang dikenal luas sebagai tokoh pembaruan di kalangan masyarakat Tanjungpura, juga sangat menyesalkan adanya ucapan yang dilontarkan oleh A Boi yang secara jelas menghina profesi wartawan.

“Kan sudah jelas ada aturannya yang tidak memperbolehkan melingkup jalan kaki 5. Jadi kenapa mesti arogan dengan mengucapkan perkataan yang tidak pada tempatnya,” Tutur Mozon.

Lain halnya dengan A Boi yang mempunyai usaha pakan ternak dan bibit unggas itu, juga melakukan lingkup jalan kaki 5 dengan pagar besi di Jalan Sudirman No 189.

Saat dikonfirmasi Metro Langkat, bahwa sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2012 Tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB), langsung A Boi mencak-mencak dengan penuh kemarahan.

Dan kata-kata yang tidak etispun, meluncur dari mulutnya.

“Aku tau, yang kubuat dengan memasang pagar besi ini adalah perbuatan salah. Jadi mau apa kalian rupanya......???. Biar tau aja kalian ya siapa aku. Aku ni preman. A Boi ni yaaa......, belum tau kalian siapa aku”.

Selanjutnya A Boi kembali berujar, “Udah empat tahun kupasang, tak ada yang berani meributkannya. Baru sekarang kalian datang. Udah basi lah. Tidur aja kalian selama ni rupanya yaaa....????”.

A Boi pun terus mengoceh sambil hilir mudik ke sana ke mari di tempat usahanya itu dan berucap, “Sampai tingkat Camat, udah kuamankan masalah ini. Kalian tulis aja besar-besar di koran kalian tu, tak takut aku. Tak ada apa-apanya yang namanya wartawan sama aku. Kecil kalilah sama aku, kalau masih wartawan yang mendatangiku”.

Dan A Boi pun masih terus melanjutkan perkataannya, “ Aku mau nengok, macam mana hebatnya wartawan. Ini A Boi yaaa..., ini A Boiiiii......, ini A Boi. Biar kau tau, aku ni preman, mau apa kalian rupanya?. Kecil kalilah kalau wartawan mau melawanku”.(mam)
Reaksi:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top